TAKDIR KU

TAKDIR KU
31.HARI PERTAMA SEKOLAH


__ADS_3

Setelah selesai menyiapkan peralatan sekolah. Anah langsung tidur, biar tidak telat ke sekolah pagi nanti. Anah sangat bersemangat untuk sekolah, karena dia tidak mau kesiangan.


***********


Pagi hari Anah sudah siap mau berangkat ke sekolah. Ia sudah selesai sarapan, dan segera ia memakai sepatu. Di pintu sudah ada Warto yang menunggu, dan terus memperhatikan Anah yang lagi pakai sepatu.


"Sini ku bantu, kalau belum bisa bilang."Kata Warto, sambil mengikat tali sepatu Anah.


"Hehehe aku lupa, kemarin ibu udah ajari aku cara ikat tali sepatu."Kata Anah.


"Baru kemarin di ajari ibu masak sudah lupa. masih anak-anak sudah pikun."Celetuk Nenek yang baru muncul dari dapur.


Warto yang denger celetukan Nenek pun "gimana tidak lupa yang dipikirin kerjaan yang Nenek kasih."Gumamnya lirih, tapi masih di dengar oleh Anah.


"Yok jalan nanti keburu telat. Tapi nanti pulang sendiri ya? berani lah kan nanti kamu bareng Angga, Johan, dan teman baru ya?"tanya Warto.


"Iya lek,"jawab singkat.


Mereka berdua naik sepeda, pas di pertigaan ketemu Angga Johan dan teman baru beberapa. Ada yang baru masuk sekolah di seperti Anah, ada juga yang kakak kelas.


"Dada aku duluan ya, kita ketemu di kelas."Ujar Anah.


"Dada,"sahut Angga.


"Dada Unyil, eh centil!"teriak Johan, karena Warto dan Anah semakin jauh.


"Awas kamu Jooo!" teriak Anah.


"Kamu emang mau apain Johan An, tar kamu nangis lagi?"tanya Warto, karena khawatir Anah nangis lagi.

__ADS_1


"Gak tau juga hehehe."Jawab Anah sambil cengengesan.


Mereka sudah sampai di sekolah, Warto mengantar Anah ke kelas satu. Duduk di meja paling depan, di meja barisan ke dua dari 4 barisan.


Tak lama banyak yang masuk di antar orang tuanya. Hanya Anah dan Angga yang tidak diantar orang tua. Tapi Angga ada kakaknya Imah. Anah melihat pada di antar pun, jadi diam Warto sudah ke kelas 6. Anah jadi sedih, karena merasa sendiri. Tadi Anah lihat Johan sendiri, ternyata orang tuanya nyusul.


Tak lama bel bunyi, tandanya kelas mulai belajar.


Teng teng teng


"Anak-anak ayo sekarang kita baris di depan kelas ya."Ajak bu guru.


"Ayo sini sebelah kanan laki-laki dan sebelah kiri perempuan."Perintah bu guru.


Suara riuh anak-anak pada baris di depan kelas, setiap kelas, anak-anak pada baris. Setelah membaca doa mereka masu kelas. Lalu absen dari A sampai z, nama mereka di sebut sesuai abjad.


"Perkenalkan nama ibu Ega Puspita, boleh panggil bu Ega ya. Sekarang kita belajar menulis huruf abjad dan angka ya. Ada yang sudah bisa menulis tunjukkan jari" Bu guru mengamati yang menunjukkan jari, ternyata hanya tiga anak. Salah satu anak dari guru yang di sekolah.


"Anah mau main sama aku gak."Salah satu anak perempuan.


"Boleh, kamu gak jajan kayak mereka?"tanya Anah.


"Tidak. kamu kenapa gak jajan, kamu kan tadi sama kakak mu kan?" balik bertanya pada Anah.


"Aku gak punya kakak, tapi punya saudara aja. Itu tadi yang namanya Angga."Jelas Anah.


"Wati apa kamu punya kakak yang sekolah juga di sini?"tanya anah.


"Ada 2, laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki ke 6 dan yang perempuan kelas 3."Jawab Wati.

__ADS_1


"Warto dan teman temannya datang ke arah Anah. Warto ngasih Anah sebungkus es lilin. Temannya memberikan es lilin juga ke Wati.


Setelah itu mereka jalan ke arah kelas mereka yang gedungnya memang terpisah. meninggalkan Anah dan Wati.


"Wat, kakak mu yang tadi? namanya siapa?"tanya Anah.


"Iya, namanya Seswanto, sering di panggil Ses ada juga yang panggil Wanto."Jawab Wati.


"Kalau yang perempuan siapa?"tanya lagi.


"Sarah,"jawab singkat.


Mereka menikmati es lilin. Tak lama bel berbunyi, tandanya masuk kelas. Dan selanjutnya mereka di ajarkan berhitung.


Dan di beri tugas untuk di rumah, setelah selesai menulis tugas mereka pulang.


Ada yang di jemput karena rumahnya jauh dan belum berani pulang sendiri. Anah pulang bareng Yuli, Santi, Erna, Wati, Putri. Namun Wati sudah sampai rumah, karena tak jauh dari sekolah. Hanya terhalang tiga rumah saja, mereka saling melamun tangan. Sebagai tanda perpisahan mereka. Lima menit kemudian Anah sampai rumah, berpisah dengan Yuli dan Santi.


"Assalamualaikum,"Anah mengucap salam.


"Wa'alaikumsalam,"Nenek jawab salam.


"Gimana di sekolah bisa tidak belajarnya?" tanya Nenek.


"Bisa nek, tapi aku masih susah nulis nya. Boleh gak nanti aku belajar sama lek Warto?"tanya Anah, sambil melepaskan sepatu, lalu seragam.


"Belajar sendiri tadi kan sudah di ajari sama bu guru. kalau masih tidak bisa baru boleh ngerti."Tegas Nenek.


"Iya nek,"jawab singkat.

__ADS_1


*****Bersambung....


__ADS_2