
"Ya sudah sekarang Anah istirahat, bapak mau ke sekolah lagi daftar sekolah Monik. Biar besok Monik bisa sekolah kan ada Angga, biar dia sama Angga main dan belajar." Ujar pak Jumadi.
"Ya pak" jawab Anah.
Pak Jumadi pergi ke kamar untuk ambil uang dan surat pindah Monik. Dan segera pergi ke sekolah supaya cepat pula urusan Monik.
"Dek aku pergi dulu, nanti di protes si Unyil lagi."Kata pak Jumadi, matanya melirik Anah.
"Kan tadi bapak bilang mau daftar, tapi bohong gimana sih."Kata Anah.
"Tidak bohong tapi lupa, kan kamu cerewet dan nangis tadi." Kilah pak Jumadi, langsung pergi males meladeni Anah yang makin hari makin ceriwis.
"Bu sudah boleh tidur belum ngantuk nih?" tanya Anah.
"Belum kamu mau main dulu sama Monik boleh, itu Monik lagi main di latar (halaman) sama Nuri." Kata Bu Sarinem.
"Gak mau, bu aku mau dengan radio."Kata Anah.
"Ya.... sebentar," bu Sarinem pun berjalan menuju lemari lalu menyalakan radio tersebut.
"Pas sudah bu, itu lagunya enak banget." Kata Anah.
......................
Aduh, Buyung
Mengapa lupa padaku?
Ah, selama engkau di rantau
Kutunggu-tunggu dirimu
Berliku-liku janjimu
Berbelok-belok cintamu
Sehingga aku jemu
Pada dirimu, pada dirimu
Aduh, Buyung
Mengapa lupa padaku?
Ah, selama engkau di rantau
Kutunggu-tunggu dirimu
Betapa kejam dirimu
Tinggalkan aku sendiri
Di tanah Minang ini hati merintih
Aduh-duh, hati merintih
Masih terlukis namamu
Di tepi Teluk Bayur
Setiap kapal yang singgah
Kuharap engkau yang datang
Membawa cinta
Tapi kini semua
Harapanku telah punah
Selendang sutera darimu
Tinggal kenangan
Aduh, Buyung
Mengapa lupa padaku?
Ah, selama engkau di rantau
Kutunggu-tunggu dirimu
Betapa kejam dirimu
Tinggalkan aku sendiri
Di tanah Minang ini hati merintih
Aduh-duh, hati merintih
Masih terlukis namamu
Di tepi Teluk Bayur
Setiap kapal yang singgah
Kuharap engkau yang datang
Membawa cinta
Tapi kini semua
__ADS_1
Harapanku telah punah
Selendang sutera darimu
Tinggal kenangan
Aduh, Buyung
Mengapa lupa padaku?
Ah, selama engkau di rantau
Kutunggu-tunggu dirimu
Berliku-liku janjimu
Berbelok-belok cintamu
Sehingga aku jemu
Pada dirimu, pada dirimu
Aduh, Buyung
Mengapa lupa padaku?
Ah, selama engkau di rantau
Kutunggu-tunggu dirimu
......................
Yah jika sudah dengerin dengan lagu dangdut. Sudah lupa dengan apa yang sedang dia hadapi. Dia sudah terlena dengan alunan musik dangdut.
Bahkan dia bisa kompak sama ibunya ketika mendengar lagu favorit nya yaitu 'mabuk duit'
mereka berdua sangking asyiknya tak sadarkan ada yang dengerin di teras. membiarkan mereka asyik, itu di lakukan aga anah tak lagi mikirin sekolah terus yang ada stres.
......................
Duh aduh-aduh pusing mikirin duit
Duh aduh-aduh bingung nggak punya duit Duh aduh-aduh puyeng kepala puyeng
Nyut nyut-nyut
Mabuk, mabuk, mabuk, mabuk duit
Semua orang mabuk duit
Siang dan malam mikirin duit
Yang miskin pusing mencari duit
Mau pacaran pake duit
Cari kerjaan pake duit
Mau dikubur pake duit
Mabuk, mabuk, mabuk, mabuk duit
Kepala botak karena duit
Badannya kurus karena duit
Duit bisa jadi penyakit
Banyak yang stress karena duit
Banyak yang gila karena duit
Akhirnya masuk rumah sakit
Mabuk mabuk duit-wit
Mabuk mabuk duit
Mabuk, mabuk, mabuk, mabuk duit
......................
Hilang sudah pikiran butek, jenuh dan kebosanan berbaring di atas ranjang lebih dari tiga minggu lamanya. Pas dengan lagu yang membuat Anah semakin semangat.
Sambil dengerin lagu pun anah masih di suruh minum jamu buat nafsu makan.
Terbuat dari lempuyang, temu lawak, kencur, tanpa pemanis. Anah harus habis setengah gelas, setelah itu minum air putih dan madu untuk mengo9poppopppp FChilangkan rasa jamu yang melekat pada lidah.
"Huek..., bu gak enak ah huek."Rasanya pengen dia muntahkan tapi tidak bisa keluar.
"Sudah nih minum, habis itu minum madu nih."Ujar bu Sarinem, langsung memberikan gelas air dan menyodorkan sendok berisi madu.
"Sudah bawa nyanyi lagi tu ada lagu Roma Irama yang baru.
......................
Stres (stres)
Kerap melanda manusia
Tak peduli miskin atau pun kaya
__ADS_1
(Banyak orang yang stres)
Stres (stres)
Seakan tengah mewabah
Tak peduli tua atau pun muda
(Banyak orang yang stres)
Pertumbuhan penduduk semakin padat
Dan persaingan hidup semakin ketat
Dan kemajuan jaman semakin pesat
Akhirnya kebutuhan semakin meningkat
Bukan hanya persoalan kehidupan
Bukan hanya persoalan keuangan
bisa bikin stres
(Nganggur terlalu lama) juga bisa stres
(Kekasih main gila) bisa, bisa stres
(Kenakalan remaja) juga bikin stres
Lapangkan dada benahi masalah
Kepada Tuhan panjatkan doa
Tawakkal dan sabarlah
Stres (stres)
Obatnya iman dan taqwa
Serta mensyukuri apa adanya
(Pasti tak akan stres)
Pertumbuhan penduduk semakin padat
Dan persaingan hidup semakin ketat
Dan kemajuan jaman semakin pesat
Akhirnya kebutuhan semakin meningkat
Bukan hanya persoalan kehidupan
Bukan hanya persoalan keuangan
bisa bikin stres
(Nganggur terlalu lama) juga bisa stres
(Kekasih main gila) bisa, bisa stres
(Kenakalan remaja) juga bikin stres
Lapangkan dada benahi masalah
Kepada Tuhan Panjatkan doa
Tawakkal dan sabarlah
Stres (stres)
Obatnya iman dan taqwa
Serta mensyukuri apa adanya
(Pasti tak akan stres)
......................
"Bu, apa ibu juga stress, nungguin aku sakit tak sembuh-sembuh?" tanya Anah
"Eh siapa bilang ibu stress hah? siapa yang bilang? kamu bilang ke ibu, biar ibu getok kepalanya." Bu Sarinem ngomel.
"Itu yang barusan nyanyi, Roma Irama. Kalau nganggur terlalu lama bisa stress. Kan ibu sama bapak nungguin aku jadi gak bisa kerja. Kan gak punya duit banyak buat aku sekolah, makan. Kalau gak punya duit jangan beli sepeda, ya duit nya buat bayar sekolah aja."Kata Anah.
"Kalau stress itu bisa terjadi jika tidak sabar, kata Roma Irama tadi. Obatnya iman dan taqwa, iman itu sholat dan taqwa itu ingat sama allah, jadi gak stress." Bu menjelaskan maksud dari kata stress.
"Oh.., terus beli sepeda kapan Bu?"tanya Anah.
"Ya nunggu kamu bisa bisa lari, kalau belum bisa lari. Berarti belum sehat, emang kalau belum sehat kuat pegang sepeda, kan berat." Kata bu Sarinem.
"Kan aku belum bisa bu? jadi nanti harus belajar dulu. Dan kalau belajar kan di pegangin dulu bu. Jadi jangan nunggu aku bisa lari, kelamaan bu." Kata Anah, selalu ada jawaban untuk mendapatkan apa yang di mau. Itulah Anah yang selalu bisa menyudutkan lawan bicaranya.
"Coba nanti tanya bapak, kapan mau di beliin.
Yang akan beli, dan yang tau jalan ke pasar besar itu. Ibu belum pernah kesana, jadi terserah bapak kapan bisa. Tapi menurut ibu Anah harus seger dulu. Paling tidak sudah kuat untuk jalan dan sekolah. Baru beli supaya pas belajar sepeda, Anah punya tenaga buat gowes sepeda ya."Kata bu Sarinem, yang tau kalau Anah sudah tidak sabar pengen naik sepeda.
"Ya deh, bu aku lapar mau makan pakai telur ceplok ada gak?"tanya Anah.
*****Bersambung.....
__ADS_1