
"Ya sudah, ini sudah malam sebaiknya kita tidur. Ayo Anah dan Monik tidur biar besok tidak telat bangun."Titah pak Jumadi.
"Iya pak" Anah dan Monik langsung merebahkan tubuhnya dan menarik selimut.
Dan pak Jumadi dan istrinya sendiri si Udin masuk kamar. Begitu pun nenek langsung masuk ke kamar nya.
...****************...
Sebulan telah berlalu.
Ketika Anah pulang sekolah melihat beberapa warga berlari-lari menuju sungai belakang rumah almarhum pak Jarno.
Ya beberapa bulan lalu pak Jarno meninggal dunia. Kini tinggal bu Kokom dan anaknya Sugi dan Warto. Karena Minah juga sudah menikah jadi tinggal bertiga.
"Mbak Mona kenapa pada rame mau kemana?"tanya Anah.
"Kamu mau ikut tidak nangkap ikan, ada yang ngobat di sungai. Tadi ada yang kabari warga buat tangkap ikan sama-sama."Ujar Mona.
"Kan ini musim kemarau mbak, emang ada ikan. Lagian sungai juga gak terlalu banyak airnya, gimana ngobat?"tanya Anah.
"Tadi lek Yan bilang, di bendung tuh yang pas belakang rumah Warto. Kalau mau nanti kesana aja, aku duluan ya bapak sudah nunggu ini aku cuma ambil ember."Ujar Mona.
"Ya mbak nanti aku kesana,"kata Anah.
Jika lagi banyak ikan maka di kampung ini akan saling berbagi. Dengan demikian warga sangat antusias, dan berbondong bondong kumpul di sungai menangkap ikan.
Awalnya salah satu warga yang biasa menangkap ikan dengan cara tombak atau setrum. Dari situ warga mengetahui jika ikan lagi banyak.
Akhirnya mereka membendung sungai dan memberikan obat yang membuat ikan pada mabuk. Dan salah satu dari mereka yang akan mengabarkan pada warga sekitar.
Anah bingung mau pergi tapi takut akan di gebukin lagi sama nenek seperti beberapa hari lalu. Saat Anah mandi sungai, bersama Warto, Johan, Angga tak lupa Nana dan Nuri pun ikut.
"Ah aku tidak perduli aku juga ingin makan ikan kaya warna. Masalah di pukuli belakangan, yang penting aku bisa makan ikan hari ini."Celoteh Anah, membawa penyaring buat nasi dan ember.
Ketika di luar rumah ia ketemu dengan Nuri yang sama tujuan nya. Akhirnya mereka pergi berdua, Nuri pun bertanya pada Anah.
__ADS_1
"Mbak memang nenekmu nanti tidak marah, kalau kamu ikut cari ikan begini?"tanya Nuri.
"Itu gampang nanti lah Ri, yang penting aku hari ini makan ikan."Jawab Anah.
"Nanti kalau kamu di pukuli seperti kemarin gimana?"tanya Nuri lagi.
"Ya kalau di pukuli pasti sakit lah Ri, paling aku cuma bisa nangis. Mau apa lagi kalau aku melawan nanti aku kualat."Jawab Anah dengan santai dan senyum misterius.
"Ih kalau aku ya mbak, kemarin waktu Monik pindah sekolah, aku ikut pindah. Kamu kemarin selamat, belum tentu sekarang juga selamat. Kan tidak boleh main di sungai, ini malah ikut cari ikan dan masuk sungai yang bagian dalam."Kata Nuri panjang lebar.
"Sudah lah yuk kita ikut masuk ke situ seperti tidak terlalu dalam."Ajak Anah, menunjukkan pada seseorang yang lagi di bagian terdalam.
Di sana terlihat hanya sepinggang orang dewasa. Jadi Anah berani ikut masuk, karena masih bisa dan di sana banyak ikan yang terlihat pada mabuk.
Tidak terasa kini sudah sore, jam menunjukkan pukul setengah 4 sore. Anah ke sana dari jam 1 siang, hingga sekarang belum pulang.
hasil tangkapan Anah ada setengah ember kecil. Anah kini juga sudah beberapa kali berjemur karena merasa dingin.
Johan dan Warto menghampiri Anah, dan bertanya pada Anah yang lagi jongkok di terik sinar matahari.
"Ini lumayan setengah ember."Jawab Anah, sambil menunjukkan hasil tangkapan nya.
"Kalau mau istirahat jangan di terik sinar matahari. Itu di bawah pohon pisang kan teduh, nanti kamu itu tambah item."Kata Warto.
Sementara Johan hanya menatap Anah dengan senyum mengejek. Tapi tidak di perdulikan sama sekali oleh Anah.
"Kalian berdua masih berantem?"tanya Warto pada Anah dan Johan. Ketika melihat tatapan Johan dan cuek nya Anah.
"Kapan kita berantem lek, aku mah biasa saja kan enak begini adem lek."Ujar Anah dan langsung pergi dan masuk lagi ke sungai.
Johan yang dari tadi tidak ngapa-ngapain pun memiliki pergi melihat yang lain dan menjauh dari Anah. Warto hanya menggeleng kepala melihat Anah dan Johan tidak saling mengenal itu.
...****************...
Nenek Irah sudah pulang, namun tidak menemukan Anah di rumah. Nenek pergi ke rumah bu Kokom, mungkin pergi kesana main atau kemana. Tapi akan nenek coba cari ke rumah bu Kokom lebih dahulu.
__ADS_1
"Bi Kom lihat Anah apa gak?"tanya Nenek, ketika sudah ketemu bu Kokom, yang lagi nyapu di belakang rumah.
"Aku sih gak lihat bi, coba sana di sungai tuh. Mungkin dia ikut ke sungai, tadi pada ramai yang lewat buat kesana. Sugi dan Warto juga di sana, tapi aku gak lihat anah lewat."Jawab bu Kokom panjang lebar.
"Emang ada apa pada ramai-ramai ke sana bi?"tanya Nenek yang bingung dengan jawaban bu Kokom.
"Itu lagi ngobat makanya ramai."Jawab bu Kokom.
"Baiklah terima kasih ya bi, coba tak cari ke sana sudah sore belum beberes rumah blas."Kata Nenek, langsung pergi menuju sungai yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari rumah bu Kokom.
Ya Anah pulang sekolah hanya ganti baju dan makan. Jadi di rumah masih berantakan, bahkan halaman rumah sangat banyak sampah. Karena musim kemarau ini, banyak daun-daunan yang kering gugur. Apa lagi daun jengkol, sangat mudah gugur, jika sudah mau memasuki musim berbunga.
Saat Nenek sampai di tepi sungai, mencari keberadaan cucunya. Matanya menatap Anah yang sedang membawa saringan yang ada ikan nya ke tepi. Dan memasukkan ke dalam ember, ketika mau berbalik badan dan akan pergi.
"Anah sudah cukup pulang yo sudah sore."Ujar Nenek.
"Eem iya nek."kata anah agak gugup.
Ada rasa takut makanya Anah gugup, tapi ternyata Anah tidak di marahin.
"Apa dapat banyak?"tanya Nenek, dengan nada biasa tidak tinggi dan bentak seperti biasanya.
Hal itu membuat Anah jadi tenang, tidak lagi ada rasa takut dan gugup.
"Lumayan nek, nanti aku akan goreng terus di sambel sepertinya ini 2 hari baru habis."Jawab Anah.
"Ya sudah nanti kamu urus dan masak, nanti biar nenek yang nyapu sama ngurus ayam dan entok."Kata Nenek.
"Iya nek, apa nenek gak marah aku cari ikan? kan tadi nenek tidak ada aku pengen makan ikan jadi langsung pergi." Kata Anah.
"Ya gak papa kan di sana banyak orang gede. Lagian kalau nenek mau marah pun untuk apa? kan kamu pergi cari lauk. Lumayan untuk hari ini dan besok makan enak."Kata Nenek, mereka ngobrol sambil jalan pulang.
Sampai rumah Anah mandi lebih dulu, setelah itu Anah membersihkan ikan dan lanjut memasak sesuai keinginan nya.
*****Bersambung.....
__ADS_1