
Menjelang malam parno bersiap akan keluar bersama teman temannya, niatnya mau ngapelin gadis yang ia taksir. namun ia urun pergi, karena teman temannya malah datang bersama orang setengah baya.
assalamualaikum"mereka kompak mengucapkan salam.
wa'alaikumsalam"jawab pak Jumadi dan parno.
Monggo masuk pak iman, mari silahkan duduk"kata pak jumadi, mempersilahkan tamu duduk.
ngeh mas Jum,"balas pak iman.
ini tumben pak iman sama mas tres kemari, nyasar atau gimana?gurau pak Jumadi sambil tersenyum.
Ini mas Jum, tadi saya di jalan ketemu Jono dan yanto. mereka bilang mau kesini, kebetulan aku mau kesini."jawab pak iman.
ada keperluan apa ya pak, kemarin mencari saya atau gimana ini"tanya pak Jumadi, langsung pada tujuan.
begini mas Jum, mungkin menyinggung perasaan keluarga mas Jum. saya minta maaf sebelumnya ke pokok tujuan saya. saya datang ke sini bermaksud meminta nak parno jadi mantu saya."kata pak iman pada pak Jumadi.
Ini apa tidak salah pak, adik saya ini masih belum punya penghasilan yang cukup untuk membahagiakan anak bapak. saya takutkan nanti jadi masalah di dalam rumah tangga mereka."jawab pak Jumadi, memastikan bahwa pak iman tidak salah memilih adiknya.
__ADS_1
saya tidak butuh penghasilan nak parno yang sekarang. karena rejeki itu bisa di cari sambil berjalanya rumah tangga. jika mas Jum masih ragu, bahwa saya Takut. anak saya tak bahagia karena kurangnya penghasilan nak parno. kan nak parno bisa menggarap sawah yang di sekitar rumah. saya tidak masalah untuk rejeki itu sudah ada yang mengaturnya. bukan begitu mas jum?"tanya pak iman.
gimana par apa kamu mau sama anaknya pak iman? udah kenal belum sama anak pak iman.?"tanya pak Jumadi pada parno.
ya aku bingung ini mas, sebenernya aku naksir sama gadis, tapi sepertinya dia selalu menghindar mas, ini sebenarnya aku pengen ngapelin."kata parno sambil nunduk takut Jumadi marah karena parno menolak secara halus.
siapa yang nak parno taksir?"tanya pak iman.
ya par siapa?"timpal pak Jumadi.
wijiati mas pak"jawab parno
Oh kamu kalah cepat bahkan hari besok dia mau ijab qobul. emang kamu gak denger." kata pak iman
lah bukannya Wiji punya saudara perempuan juga? itu yang kemana mana sama Wiji, kalau gak salah Susi ya pak? tanya parno pada pak iman.
nah itu nanti calon istrimu, kalau kamu terima lamaran saya! gimana mau kan Susi juga cantik. ini saya ke sini juga atas permintaan dia lo. dan saya buru buru kesini takut di dului yang lain mas Jum."kata pak iman.
wah benak kan kata ku, kalau Susi suka sama kamu"bisik Jono pada Yanto.
__ADS_1
ya. gak nyangka parno di lamar orang kaya."bisik Yanto, balas Jono.
dah par terima aja lamaran pak iman. lebih baik di cintai dari mencintai, bertepuk sebelah tangan."bisik Yanto pada parno.
pak kalau bapak pilih saya itu karena apa?"tanya Parno.
karena saya yakin kamu pemuda baik, tidak mungkin menyakiti anak saya. dan saya yakin lagi karena kamu adiknya mas Jum. semua orang sudah tau siapa mas jum, itu tidak di ragukan lagi."kata pak iman yang memang sudah mengenal pak Jumadi. orang baik, pekerja keras, pantang menyerah.
piye par mau gak sama Susi? tanya pak Jumadi.
tapi saya tidak bisa ngasih mas kawin, yang besar buat Susi pak. kan saya orang gak punya saya di sini aja numpang sama mas Jum."ujar parno, mengatakan apa adanya dirinya pada pak iman.
tapi kamu bisa kerja to. gak mungkin kan kalau kamu cuma makan tidur di rumah mas Jum." tanya pak iman.
Alhamdulillah pak. setidaknya kalau saya nikah nanti bisa buat mas kawin nya. tapi ya itu tadi gak bisa yang mahal pak."jawab parno.
kalau saya terserah kamu mau ngasih apa. karena saya tidak meminta yang mahal. dan itu semampu mu, kalau saran saya besok temui susi ke rumah. dan Supri kamu minta restu padanya, meski Supri usianya lebih muda dari kamu. tapi dia lebih berhak atas Susi, dan yang akan jadi walinya."kata pak iman memberitahu parno.
Lo kok Supri pak bukannya pak iman, itu bapaknya" tanya pak Jumadi, karena ikut bingung.
__ADS_1
Bukan...."
*****Bersambung....