
"Memang tadi kamu sudah sekolah?"tanya Warto.
"Iya karena aku masih lemas jadi gak boleh masuk. Nanti ulangan nyusul aja boleh, ku kira gak ada ulangan susulan.
Warto mencubit pipinya Anah yang sekarang tidak lagi tembem, karena sakit parah jadi kurus.
"Kamu aja yang ketakutan gak naik kelas. Kan kalau tidak naik kelas jadi kesayangannya para guru."Kata Warto sambil melepaskan tangannya dari pipi Anah.
"Enak aja aku di suruh nyontek." Berkata dengan kesal.
"Siapa yang suruh kamu nyontek An?"tanya warto, dia bingung perasaan tidak nyuruh Anah nyontek.
"Kan lek War tadi yang bilang kalau tidak naik kelas jadi kesayangannya para guru. Sama aja lek War nyuruh aku, ikuti jejak lek War yang 2 kali tidak naik kelas. Apa namanya kalau tidak nyontek hah!" Anah melotot pada Warto karena kesal.
Warto bengong kenapa dia tidak kepikiran sampai sana. Anah anti yang namanya tidak naik kelas. Kalau Anah tidak naik kelas bukan karena dia bodoh tapi karena sakit.
"Hehehehe" Warto nyengir, dan malu gak akan menang ngomong sama Anah.
"Hahahaha" Johan dan Angga tertawa terbahak-bahak.
"Baru kali ini aku lihat mas Warto di cemes sama Anah hahaha." Kata Johan sambil tertawa.
"Ya ternyata gak enak ya kena cemas, habis sakit lama bahkan dua mingguan gak bangun. Begitu sadar dan sembuh, tambah pintar dan cerewet ya Han." Timpal Angga.
Warto bukan marah, tapi malah senang kalau Anah tetap semangat mau sekolah. Karena dia yakin jika Anah gak sampai seminggu bisa sekolah lagi.
"Wah itu bagus itu jadi gak akan mudah tu, untuk dia punya aliran air anak sungai di pipinya yang di buat Johan. Sementara ya, tunjukkan kalau kamu tidak mau seperti aku.
Lagian ya kalau kamu tidak naik kelas itu, bukan karena bodoh tapi karena sakit cantik. Tidak akan ada yang mengatakan jika kamu bodoh, kalau kamu libur sekolah tidak sampai dua bulan maka kamu tetep naik kelas."Kata Warto menyemangati Anah dan menangkis perkataan Johan.
"Ya An, aku setuju dengan mas Warto."Timpal Wati.
"Biar tidak putus tu kuping, karena sering buat Anah memiliki aliran sungai di pipinya."Kata Wahyu.
"Dan membuat kepala Anah ada bolanya." Timpal Wahyuni.
Anah yang dapat pembelaan jadi berbunga-bunga karena senang tersenyum lebar. Dan Johan makin terpojok lagi, tidak bisa lagi berkata-kata. Karena kesal di pojokan dia langsung pergi ke dapur di mana ibunya berada.
...****************...
Di dapur pak Jumadi, Nenek, bu Sarinem lagi bersihin ayam 3 ekor.
"Mbak inem motong ayam banyak buat acara apa?"tanya bu Nining.
"Ini mbak Ning saya mau bikin Bancakan (syukuran yang mengumpulkan anak-anak) untuk Anah."Jawab bu Sarinem.
"Wah mumpung bocah pada ngumpul tu biar cepat saya bantu. Bahan yang lain, mana kelapa sudah di parut belum yang buat urapnya?"tanya bu Nining dengan semangat untuk membantu.
"Tadi sudah di parut sama mamak mbak, tinggal buat mie goreng, kerupuk sudah di buat tadi pagi, sama ini ayam yang belum mateng."Jawab bu Sarinem.
"Oh ya sudah saya yang buat, mie nya sudah siap apa belum?"tanya lagi.
"Itu Ning ada di meja bumbu juga sudah tidak masak."Jawab Nenek.
"Iya Nek, akan saya masak."Bu Nining segera mengolah mie.
Semalam pak Jumadi, dan istrinya menyampaikan niatnya untuk membuat Bancakan. Bancakan sering di lakukan oleh warga sekitar sebagai syukuran, sembuh dari sakit, mengulang hari kelahiran, dan lain sebagainya. Yang di dalam acara tersebut adalah anak-anak dan tuan rumah meminta doa. Doa untuk kesehatan, keselamatan dan kesembuhan untuk yang lagi sakit.
Kini tinggal ayam yang lagi di goreng saja yang di tunggu mateng. Tiba-tiba Johan masuk ke dapur, mengajak ibunya pulang dengan bibir manyun.
__ADS_1
"Ibu ayo pulang."Dengan bibir monyong.
"Han kenapa itu bibir udah kayak entok di luar tu."Ibunya malah meledek.
"Aku lapar bu ayo pulang." Johan merasa lapar pas lihat makanan sudah siap di di depannya.
Pak Jumadi masuk dengan membawa daun pisang untuk bungkus makanan anak-anak nanti. Mendengar Johan ngajak ibunya pulang pun langsung melarang.
"Johan jangan pulang dulu, sekarang kamu panggil Deni Aden Lisna Lastri ajak kesini. Kamu ajak Angga suruh panggil Mona Rama Imah Ika Tia dan Arul."Pinta pak Jumadi.
"Baik lek aku berangkat sekarang." Langsung balik ke ruang tamu untuk ajak Angga mengundang teman-temannya.
...****************...
Tepat jam 1 siang anak-anak sudah rapi Dudu di atas tikar.
"Anak-anak terima kasih sudah mau datang di acara syukuran atas kesembuhan Marianah. kita doakan semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Marianah. Supaya bisa sekolah dan main lagi, mari kita bacakan Al Fatihah."Pak Musa sebagai pemimpin doa. Yang mana semua orang tau jika pak Musa seorang ustadz dan guru agama di sekolah tempatnya mengajar.
*Al Fatihah 3x
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
Maaliki yaumiddiin(i)
Yang menguasai di Hari Pembalasan.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
Ii-yaaka na'budu wa-ii-yaaka nasta'iin(u)
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ
Ihdinaash-shiraathal mustaqiim(a)
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ
Shiraathal-ladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim walaadh-dhaalliin(a)
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
__ADS_1
"Aamiin ya rabbal allamin"
"Mari kita baca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas dan Ayat Kursi agar berkahnya doa kita untuk Marianah.
*Al Ikhlas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Qul huwallahu ahad(un)
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Allahush-shamad(u)
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَد
Lam yalid walam yuulad
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ
Walam yakul(n) lahu kufuwan ahad(un)
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".
*Al Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
Qul a'uudzu birabbil falaq(i)
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
Min syarri maa khalaq(a)
dari kejahatan makhluk-Nya,
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqab(a)
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
Wamin syarrin-naffaatsaati fiil 'uqad(i)
dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ
Wamin syarri haasidin idzaa hasad(a)
__ADS_1
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".
*****Bersambung.....