TAKDIR KU

TAKDIR KU
124.MERASA GAGAL


__ADS_3

"Aku tidak punya pacar lek."Jawab Anah dengan santai.


"Kan sudah besar, biasanya sudah punya pacar, putri kan sama besarnya sama kamu. Tapi dia belum lulus sekolah SD, jadi pak lek tidak izin kan."Kata pak Risman.


"Oh begitu. Kalau aku gak mau lek punya pacar sekarang ini. Apa lagi aku belum gede, kalau sudah gede aja aku baru punya pacarnya."Jawab Anah.


"Loh sekarang kan kamu sudah gede, pasti banyak yang pengen jadi pacar kamu."Kata pak Risman, dan matanya melirik ke Seswanto.


Yang sedang memperhatikan Anah, mendengar ucapan pak Risman. Langsung menunduk karena malu, ketahuan sedang memperhatikan Anah. Merasa tidak enak hati juga dengan pak Jumadi.


Memang dia ingin sekali menjadi Anah, pacar sekaligus istrinya. Tapi ia merasa minder, karena tidak ingin di bilang. Ngaji mumpung, kerja dengan pak Jumadi, sekaligus menjadi menantunya. Pribahasa nya, sambil menyelam sambil minum air.


"Aku belum gede lek, kan sekarang aku masih kecil."Kata Anah.


"Loh kamu samua ibumu sama gedenya, terus sudah lulus sekolah. Bahkan sekarang juga gak sekolah pasti sudah siap untuk menikah to?"tanya pak Risman.


"Aku cuma gede badannya lek. Kalau aku sudah gede itu, umur 18 tahun. Aku kan masih 12 tahun, masih harus nambah umur 6 tahun."Jawab Anah dengan gamblang dan pergi begitu saja dari ruang tamu menuju dapur.


Seswanto dan pak Risman yang mendengar jawaban Anah. Terdiam lalu menoleh pada pak Jumadi yang sedang menatap kepergian Anah.


"Mas Jum maaf ya, kalau saya lancang."Ucap pak Risman, merasa tidak enak hati pada bosnya ini.


"Ya di maafkan mas, toh masih dalam pertanyaan normal. Lagian juga Anah tidak sampai nangis lagi."Kata pak Jumadi sambil tersenyum.


"Loh pernah nangis to, apa masih cengeng?" tanya pak Risman.


"Kalau perempuan cengeng ini sudah takdirnya lek. Kalau perempuan itu memang berhati lembut dan mudah menangis. Seharusnya laki-laki itu harus peka, jangan ngaku laki-laki. Kalau tidak bisa melindungi perempuan. Selain kata-kata yang di pegang, laki-laki itu akan jadi pelindungnya perempuan. Kalau tidak bisa melindungi perempuan dan cuma bisa menyakiti perasaan dan melecehkan perempuan. Mending jangan banci saja, karena banci lebih ngerti perasaan perempuan." Cerocos Anah membuat yang ada di ruang tamu menatap Anah.


Terlebih pak Jumadi melototi Anah, sebab merasa tertampar dari ucapan anak sulungnya. Pak Jumadi sadar, apa yang membuat Anah mudah tersinggung itu juga atas kesalahannya.


Sehingga kepercayaan Anah tidak ada lagi. Setiap kalimat yang di ucapkan Anah, penuh makna yang begitu dalam. Itu menggambarkan isi hatinya yang sudah hancur.


Hal itu membuat pak Jumadi merasa gagal menjadi orang tua yang bisa melindungi anak perempuan nya.


Yang membuat nya merasa bersalah dan penuh penyesalan adalah. Ini dari masih di kandungan ia tidak memberikan perhatian, perlindungan, apa lagi menjaganya dengan penuh kasih sayang.


Selama ini dia sering pergi merantau untuk meraih masa depan. Agar anaknya tidak ada yang merasakan kelaparan dan berjuang hidup. Tapi nyata nya Anah lengkap merasakan apa yang di rasakan.


Tidak mendapatkan kasih sayang penuh selama 12 tahun lebih ini. Mungkin jika di kumpulkan hanya 5-6 tahun saja.


Sedangkan dirinya laki-laki, saat usianya 10 tahun. Baru lepas dari orang tua, sekaligus jadi orang tua.


Pak Jumadi sadar dari lamunannya saat Monik memanggilnya dengan nada sedikit tinggi.


"Iya Mon, apa?"tanya pak Jumadi.

__ADS_1


"Makan dulu, tu ajak pakde, pak lek, dan Ses." Kata Monik.


"Mbak Anah mana? dan kamu kapan pulang?"tanya pak Jumadi.


"Baru masuk, ibu manggil dan suruh panggil bapak. Masakan sudah matang, tadi nyuruh mbak Anah malah masuk kamar."Jawab Monik.


"Monggo mas, mas, Ses kita makan."Ajak pak Jumadi, kemudian "Mulut baru mingkem, sudah buat ngambek lagi."Gumamnya pak Jumadi.


Namun masih di dengar oleh Seswanto. Dia pun merasa di sindir oleh Anah, karena ulahnya. Pernah melakukan kesalahan yang menggemparkan kampung itu.


Sampai berminggu-minggu, di cari keluarga perempuan yang pernah dia cium paksa. Bukan untuk di nikah kan melainkan akan di bunuhnya.


Hal ini yang membuat Anah, mengambil kesimpulan. Bahwa dirinya bukan laki-laki yang bertanggung jawab. Karena berani berbuat, setelah itu kabur.


...****************...


Di rumah pak Yatno, lagi kumpul di ruang nonton TV. Ya di rumah pak Yatno sudah ada listrik jadi ada ruangan khusus nonton TV.


"Pak berarti kita tidak jadi besannya dengan mas Jum?"tanya bu Lasmini.


"Gak bu, itu dia sudah mengembalikan kebun. Dan secara perlahan menjauh, dengan mengerjakan kebun sendiri. Apa lagi sekarang ini mas Jum itu garap kawasan. Siapa yang tidak tau kalau sudah garap kawasan. Paling cepat setahun paling lama tiga tahun. Sudah dapat hasil, yang sesuai dengan harapan."Jawab pak Yatno, panjang lebar.


"Coba saja kita lihat dalam setahun ke depan. Apakah Anah ada tanda-tanda akan bersama dengan Ses. Kalau tidak nanti kita akan pancing Ses dengan alasan pekerjaan. Dan kita dekat kan Ses dengan Darminah."lanjut pak Yatno.


"Ya misalnya nawarin minum, makan, atau mau cuciin bajunya misal. Kamu pokoknya cari perhatian sama dia, pasang senyuman manis jangan cemberut. Toh kamu itu tidak kalah cantik dengan Anah, cuma beda tipe wajah saja. Iya kan Sar?"tanya pak Yatno.


Namun Sarwadi cuma tersenyum manis tidak memberikan jawaban sama sekali. Tapi ada rasa cemburu saat Seswanto berada di dekat Anah. Bahkan setiap hari bersama dengan Anah.


Sementara dirinya hanya merana, dan hanya bisa menghayal. Lalu berjalan menuju teras samping rumah. kemudian bibirnya mengeluarkan suara, yang lagi buming di saat ini.


......................


Waduh... Mbah dukun sibuk nih, feace Ach!


Ada mbah dukun sedang ngobatin pasiennya


Konon katanya sakitnya karena diguna-guna


Deuhdeuh teuing


(waduh eta penyakit pabeulit pisan, Eeuy!)


Sambil komat kamit mulut mbah dukun baca mantra


Dengan segelas air putih lalu pasien Disembur!

__ADS_1


Syaitan gendeng syaitan bandel syaitan gombal!


Syaitan syaitan yang namanya syaitan...


Jangan ganggu yah!


Jangan suka mengganggu!


Pergilah kau syaitan, jangan ganggu!


(Mbrreuh bayawak belegug ngaganggu siah ku aing dibatako)


(jurig jarian siah ku aing dibaledog diteke kuaing siah mbrreuh!)


Mbah dukun tolong juga saya


Yang sedang mabuk cinta sama si Anah,


Anak bapak Jumadi


Yang membuat aku tergila-gila... Syeach!


Mbah dukun tolong lihat jodohku


Apa mungkin si anah menjadi milikku


Mbah dukun jampe-jampekan aku


Agar si Anah semakin cinta padaku


Dan tak lupa doaku paling utama


Kepada tuhan yang maha kuasa


Semoga cinta kami abadi selamanya... Yeess!


(Mbah dukun, jangan takabur yach!


tuhan yang menentukan mah...!)


......................


"Woooe....."


*****Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2