
Di episode ini masih bergembira, sesuai alur cerita sesungguhnya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"Ya sudah tunggu ibu lihat ada berapa telur ayam di kandang, kalau ada itu rejeki mu. Makan pakai telur ceplok, kalau tidak jangan mengeluh ya. Makan pakai sayur yang sudah di masak Nenek tadi pagi. Nanti sore biar bapak tangkap ayam, dan di potong untuk masak makan malam. Ibu tinggal dulu ya, kamu jangan kemana-mana ya." Kata bu Sarinem.
"Iya bu aku dengerin radio aja deh sambil nunggu ibu." Kata Anah.
"Ya sudah" Bu Sarinem langsung pergi ke kandang ayam. Ternyata di sana sudah ada pak Jumadi, yang sudah menegang 5 butir telur ayam kampung dan 3 butir telur entok. Pak Jumadi keluar dari kandang ayam, dengan menunjukkan telur di tangan.
"Lah mas kapan pulang? dan sekarang sudah pegang telur aja?" tanya bu Sarinem.
"Aku tidak mau kamu masuk kandang ayam dengan merangkak. Karena aku tidak mau nanti malah jatuh dan membahayakan dirimu dan calon anak kita dek. Sudah yo kita cuci dan masak, aku juga lapar dek kan belum sempat sarapan tadi."Kata pak Jumadi.
"Astaghfirullah... mas, aku juga lupa kalau mas belum sarapan."Bu Sarinem merasa bersalah belum memberikan sarapan untuk suaminya.
"Gak apa-apa dek, kan tadi memang repot dengan Anah yang lagi rewel. Sudah ayo siapkan apinya buat masak ini telur. Nanti kelamaan Anah malah ngedrop lagi." Mereka segera pergi ke dapur dan pak Jumadi pergi ke sumur untuk mencuci telur terlebih dahulu.
Sedangkan Anah asyik dengan bernyanyi mengikuti lagu dangdut yang ada di radio.
......................
Duh aduh pipiku dicium mas Joko
Duh aduh bibirku disentuh mas Joko
I love you katanya, ka yung yun katanya
Sekujur tubuhku merinding jadinya
Ku tak enak makan terbayang mas Joko
Ku tak nyenyak tidur terbayang mas Joko
Mas joko ta' uk uk, mas Joko ya uk uk
Membara cintaku membara rinduku
Berkumis tipis si hitam manis
Tak jemu-jemu ku memandangmu
Segudang pria berwajah tampan
Cintaku hanyalah mas joko-ku sayang
Duh aduh pipiku dicium mas Joko
Duh aduh bibirku disentuh mas Joko
I love you katanya, ka yung yun katanya
Sekujur tubuhku merinding jadinya
Ku tak enak makan terbayang mas Joko
Ku tak nyenyak tidur terbayang mas Joko
Mas Joko ta' uk uk, mas Joko ya uk uk
Membara cintaku membara rinduku
Berkumis tipis si hitam manis
__ADS_1
Tak jemu-jemu ku memandangmu
Segudang pria berwajah tampan
Cintaku hanyalah mas Joko ku sayang
Duh aduh pipiku dicium mas Joko
Duh aduh bibirku disentuh mas Joko
Duh aduh pipiku dicium mas Joko
Duh aduh bibirku disentuh mas Joko
......................
"Wah..... kalau begini anak bapak yang cantik cepat sembuh, dah makan dulu. Mau di suap apa maka sendiri nih?" tanya pak Jumadi dengan membawa piring dan duduk di depan Anah yang lagi duduk bersandar di kepala ranjang.
"Aku mau makan sendiri pak, bapak gak makan?"tanya Anah karena belum melihat bapaknya makan.
"Bapak baru makan bareng ibu di dapur, kan ibu masak telur ceplok buat Anah nih. Ini mau pakai sayur pasti lebih enak dek. Di jamin deh Anah kalau makan nambah." Ujar pak Jumadi, dengan senyum yang menggoda.
"Benar ya kalau gak nambah, bapak yang habisin."kata Anah.
"Iya deh nanti bapak bakal habisin."Pak Jumadi segera pergi ke dapur untuk mengambil sayur kacang panjang yang di santan.
"Lo mas kok balik lagi dan gak di makan?"tanya bu Sarinem, bingung kenapa makanan yang di minta Anah tidak di makan.
"Bukan tidak di makan ini mau di tambah sayur dek" jawab pak Jumadi, sambil menuangkan sayur ke dalam piring.
"Oh kirain hehehe."Bu Sarinem tertawa kecil, pak Jumadi menoel dagu istrinya dan langsung berjalan menuju ruang tamu.
Sekarang Anah lagi makan dengan lahap dan cepat seperti orang yang kelaparan. Ya memang kelaparan sudah dari tadi pengen makan. Dan apa yang di katakan pak Jumadi tadi kini anah minta nambah. Setelah selesai makan anah sudah di datangin Angga Johan Wahyu Wati dan Wahyuni.
"Wa'alaikumsalam,"
"Pada datang lagi sini-sini."kata pak Jumadi.
"Bu bawakan air minum ini anak-anak datang"kata pak Jumadi, sedikit tinggi suaranya.
Karena Sarinem berada di dapur menyiapkan sayur untuk acara nanti sore. dengan mengumpulkan anak-anak.
"Iya pak sebentar."Sahut bu Sarinem.
"Kalian sudah pada makan belum?" tanya pak Jumadi.
"Sudah lek" jawabnya kompak.
"An kamu kan belum sehat betul tapi kenapa ke sekolah?"Tanya Wahyuni.
"Aku itu rasanya bosan, dan di suruh di rumah. Jadi aku minta bapak antar ke sekolah, pas di sana aku di suruh pulang. Gara-gara aku belum sembuh, apa lagi masih lemas dan pusing. Tadinya aku mau ikut ulangan, tapi Bu Ega bilang bisa nyusul ulangan nanti. Ya aku pilih pulang saja, karena aku sudah tidak tahan dengan pusing."jelas Anah
"Ya namanya juga bocah centil, mana betah diam di atas ranjang. Pasti itu kaki dan tangan jadi pada kaku, atau lemas tak bertenaga." Celetuk Johan.
"Ah kamu tahu aja Jo, capek tau cuma diam saja, nunggu sore aja lama banget rasanya."Balas Anah dengan senyum manisnya.
"Itu ada radio biasanya kamu nyanyi-nyanyi sendiri dengan radio."Kata Johan, yang sudah hafal dengan kebiasaan Anah.
"Iya ini aku baru nyanyi bareng ibu tadi, kamu semua nyanyi yuk."ajak Anah.
"Boleh jadi mau nyanyi lagu apa?" tanya Wahyu, antusias.
"Ini sebentar lagi akan nyanyi lagu boneka cantik."kata Anah.
__ADS_1
Ya memang di radio sudah di siapkan laju dengan gaya India.
......................
Hatiku gembira, riang tak terkira
Mendengar berita, kabar yang bahagia
Ayahku 'kan tiba, datang dari India
Membawa boneka yang indah jelita
Oh, sayang
Boneka cantik, kumimpi-mimpi
Menjadi idaman sepanjang hari
Kini ku dapat boneka baru
Untuk hadiah ulang tahunku
Bonekanya indah, pandai main mata
Hatiku gembira, riang tak terkira
Oh, sayang
Boneka sayang, berbaju biru
Boleh dipandang, tak boleh diganggu
Boneka cantik dari India
Boleh dilirik, tak boleh dibawa
Kuayun, kubuai, kudendangkan, sayang
Tidurlah, hai, si Buyung, juwitaku, sayang
Oh, sayang
Ha-ha-ha-ha
Hm-hm-hm-hm
Ha-ha-ha-ha
......................
"Persis tu sama yang nyanyi beneran centil, itu artis keturunan orang India."Kata Johan.
"Kamu sudah pernah lihat di TV mu ya Jo, pasti cantik yang nyanyi?"tanya Anah.
"Ya cantik lah artis. Lah kamu menang cantik aja suara bikin pecah telinga."Kata Johan, yang memancing emosi Anah.
"Biarin yang penting happy, hobi tidak harus menjadi artis Jo. Yang penting itu bisa nyanyi gak usah pikir orang seperti kamu."jawab Anah dengan santai.
*****Bersambung.....
Singgah juga ke karya ku yang ini
__ADS_1