TAKDIR KU

TAKDIR KU
74.INGIN SEKOLAH


__ADS_3

Pagi hari Anah sudah ribut mau mandi padahal masi setengah enam. Mau tak mau bu Sarinem masak air untuk mandi Anah, karena keadaan anah masih lemah.


"Ibu aku mau mandi."Kata Anah, yang kini duduk di pinggir ranjang.


"Nanti Anah mandinya agak siang sayang. sekarang masih dingin."Jawab bu Sarinem dengan lembut pada Anah.


"Maunya sekarang bu."Anah merengek.


Pak Jumadi yang mendengar rengekan Anah tidak mau pusing.


"Wes dek masak air sana biar mandi, nanti kalau sudah mandi pasti tidak cerewet nih Unyil."Ujar pak Jumadi.


"Pak kenapa selalu panggil aku Unyil, emang Unyil itu apa sih pak?"tanya Anah, mulai penasaran lagi apa jawaban bapaknya.


"Nama 'Unyil' memang tidak mencerminkan kualitas pribadinya, namun memiliki nama yang bagus akan membantu seseorang menjadi lebih percaya diri, dan lebih bersemangat untuk menjadi pribadi yang positif, serta selalu berusaha agar hidupnya dapat bermanfaat untuk banyak orang.


Nama 'Unyil' mempunyai kepribadian Peduli sesama, dermawan, tidak mementingkan diri sendiri, patuh terhadap kewajiban, ekspresi kreatif."Jelas pak Jumadi.


"Ada film nya dulu, bapak pernah nonton sama kamu yang ada pak ogah. itu lo yang film kartun lucu dari boneka kayu atau wayang orang."Lanjut pak Jumadi.


"pantes aku di panggil Unyil, selalu susah untuk marah sama orang lama-lama. Selalu memikirkan orang lain, dari pada aku yang sudah menderita. Sekarang aku ngerti kenapa aku tidak bisa mengadukan kesalahan Nenek. Itu karena aku selalu memikirkan ibu dan Nenek supaya tidak berantem."Itulah yang di katakan Anah dalam hati.


"Pak Jumadi yang melihat Anah lagi bengong mikirin apa yang terjadi pada dirinya. Langsung menarik Anah dalam pangkuannya.


"Besok-besok kalau bapak dan ibu sudah pergi kerja. Kalau di galakin Nenek bilang sama bapak kalau kamu gak mau Nenek berantem sama ibu ya."Ujar pak Jumadi sambil memeluk anak sulungnya.


"Kok bapak tau apa yang aku pikirkan? bapak tau dari mana?"Tanya Anah dengan mendongak menatap mata bapaknya.


"Jadi benar nih padahal bapak cuma menebak saja, hehehe."Pak Jumadi pura-pura tidak tau.


"Iya"pelan setengah berbisik"tapi bapak jangan bilang Nenek dan jangan marahin Nenek ya. Nanti Nenek pergi gak mau urusin aku dan Monik kalau bapak marahin."Kata Anah, masih saja memikirkan kebaikan orang lain bukan diri sendiri.

__ADS_1


Pak Jumadi mengangguk tidak menjawab karena sang istri sedang menuju ke arah mereka.


"Ayo sayang mandi, airnya sudah siap Bu?"Pak Jumadi pada istrinya yang sudah berada di dekatnya.


"Sudah ayo ibu bantu jalan,"ajak bu Sarinem.


"Aku mau di gendong sama bapak ke sumurnya."Karena posisi Anah sudah nyaman di pangkuan bapaknya.


"Baiklah... sekarang kita mandikan Unyil kita bu?"Langsung mengangkat Anah dalam dekapan dan menuju ke sumur.


Bu Sarinem mengikuti dengan membawa handuk untuk Anah. Dan segera memandikan anah yang masih lemas. Ternyata baru buka baju saya Anah sudah keliyengan(pusing) dan mata gelap. Namun belum pingsan, karena sudah di tangkap oleh pak jumadi.


"Kalau pusing duduk..." nunggu sejenak "masih pusing tidak?"Pak Jumadi, Anah hanya menggeleng kepala.


"Ayo Bu keburu dingin nanti pusing lagi."perintah pak Jumadi pada istrinya.


"Iya, lagian di bilangin ngeyel. Kalau mandi nanti siangan jam delapan pasti tidak pusing."Omel bu Sarinem.


"Sudah yo kita masuk."Pak Jumadi langsung membungkus Anah dengan handuk, menggendongnya dan masuk rumah.


Bu Sarinem sudah mengambil baju dress bunga-bunga merah muda. Tapi di tolak dan di ambil yang lain pun sama di tolak. Hal ini membuat bu Sarinem cukup kesel, apa lagi kondisi bu Sarinem yang sedang hamil muda itu tersulut emosi.


"Memang Anah mau pakai baju apa sih pusing ibu, pagi-pagi sudah menghadapi manja mu itu."Ngoceh ketika ini dan itu salah terus dengan anah.


"Aku mau pakai baju seragam sekolah hari kan hari sekolah. Mas Angga bilang hari ini ada ulangan aku mau ikut ulangan. Kalau tidak ikut nanti aku tidak naik kelas, aku malu kalau tidak naik kelas. Dan nanti ibu dan bapak bayar sekolah aku dobel kan sayang duit nya bu."Anah menjawab dengan melangkah menuju lemari baju. dengan berpegangan dinding.


Di ambilnya baju putih, dasi, rok merah dan celana pendek untuk dalaman. Setelah selesai selesai memakai di cari kaos kaki sepatu. Menuju dapur, tak mengatakan apa pun, hanya diam dan berlinang air matanya.


Langsung ambil piring, lalu nasi, dan sayur santan kacang panjang yang baru mateng di masak Nenek tadi. Itulah kenapa Anah di sebut tukang ngambek dan cengeng.


Mengusap air matanya yang membasahi pipinya. "Bismillahirrahmanirrahim" lalu menyuapkan sendok ke dalam mulutnya.

__ADS_1


setelah selesai Anah memakai sepatu. mengambil tasnya hendak berangkat ke sekolah.


"Pak antar aku ke sekolah aku mau ikut ulangan."Kata Anah.


"Kamu itu masih lemas nanti kalau sudah sembuh baru sekolah."Kata pak Jumadi.


"Aku sudah mendingan kok pak. Aku pokoknya mau sekolah sekarang, nanti aku tidak naik kelas malu di ledekin sama teman-teman." Yang sudah meleleh tu air matanya mengalir ke pipinya.


"Aku juga mau sekolah lagi pak." Monik ikut bersuara yang dari tadi hanya melihat mbaknya di bentak ibunya.


"Monik nanti saja ya, bapak daftar sekolah dulu, sekalian antar mbak sekolah."jawab pak Jumadi.


"Iya deh,"Monik tidak lagi merengek.


"Di tunggu aja mas di depan kelas, jangan di tinggal"pesan bu Sarinem.


"Iya nanti tak tunggu di sana, paling juga sedang dah pulang."Kata pak Jumadi.


Di angkat nya Anah ke boncengan sepeda, lalu menuntunnya menuju ke sekolah. Pak Jumadi tidak ingin terjadi apa-apa di jalan, jadi di tuntun saja ke sekolah.


Sampai di sekolah sudah telat jam belajar sudah di mulai 10 menit. Pak Jumadi mengantarkan Anah sampai di depan kelas. Bu Ega yang melihat Anah datang dengan di antar bapaknya. Segera menghampiri, dan bertanya apakah Anah sudah sembuh. Karena menurut keterangan dari Angga dan Johan Anah belum sembuh.


"Assalamualaikum bu"sapa Anah dan pak Jumadi pada bu Ega.


"Wa'alaikumsalam pak, Anah Memeng sudah sehat datang ke sekolah?"tanya bu Ega.


"Anah ingin sekolah bu, sebisanya saja bu. Karena dia merengek minta sekolah dari subuh."Jelas pak Jumadi.


"Baiklah pak, Anah ayo sama ibu masuk. nanti kalau sudah pusing pulang saja ya."Kata bu


Ega

__ADS_1


*****Bersambung.......


__ADS_2