
Dav menggeram penuh amarah ketika ia tidak menemukan sang istri di dalam mobilnya. Bahkan si pak Budi pun terlihat tidak sadarkan diri dan tergeletak begitu saja di jalanan. Dav segera menghubungi anak buahnya, ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan istrinya, ia juga meminta kepada Lucas untuk melacak keberadaan Deon. Dav sangat yakin dalang di balik penculikkan istrinya adalah Deon.
"Aaargh.... Sialan! Kenapa aku bisa kecolongan begini? Brengsek!" Dav kembali masuk ke dalam mobilnya, ia mulai melajukan kendaraannya untuk mencari keberadaan istrj tercintanya itu. "Elena! Semoga kamu baik-baik saja, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri kalau sampai kamu kenapa-kenapa. Maafkan aku, sayang. Aku tidak bisa melindungimu dengan baik." Batinnya sambil menggenggam erat setir kemudinya. Dav benar-benar merasa bersalah karena dirinya tidak dapat menjaga istrinya dengan baik.
"Tunggu aku, sayang. Aku pasti akan menemukanmu." Batinnya lagi sambil mempercepat laju kendaraannya.
***
Villa Flowers.
Seorang gadis cantik tengah terbaring di atas tempat tidur, sementara itu di hadapannya berdiri seorang laki-laki tampan yang sedang menatapnya penuh cinta.
"Akhirnya... Kau berada di dekapanku sekarang." Gumam laki-laki itu yang tak lain adalah Deon, dan perempuan cantik yang sedang terbaring di atas tempat tidur itu adalah Elena. Perempuan yang menjadi obsesi sekaligus cinta matinya.
__ADS_1
Deon duduk di sisi ranjang, tangannya terulur mengusap lembut wajah cantik yang selama ini sudah membuatnya menggila. "Cantik sekali, seharusnya sedari dulu aku membawamu pergi, mungkin saat ini kita sudah memiliki seorang bayi mungil yang sangat lucu, mungkin saat ini kita sedang menikmati kehidupan yang bahagia tanpa seorang pun yang berani mengganggu kita." Deon tersenyum bahagia ketika membayangkan kehidupan yang membahagiakan bersama perempuan yang kini berstatus istri orang itu.
Keinginan Deon semakin kuat untuk memilikinya, bahkan ia sendiri tidak memperdulikan siapa yang saat ini sedang di hadapinya. Deon hanya ingin perempuan ini, Deon hanya ingin memiliki perempuan ini sepenuhnya, Deon hanya ingin hidup sampai tua bersama perempuan ini. "Sayang, kita akan segera pergi dari negara ini, dan kita akan hidup bahagia selamanya." Ucap Deon lalu mengecup kening Elena penuh kelembutan.
Elena yang merasakan ada sesuatu yang menempel di keningnya pun seketika membuka kedua bola matanya secara perlahan. Elena menatap wajah tampan Deon yang kini tengah memberikan senyuman manis kepada dirinya. Elena masih belum sadar sepenuhnya, ia masih berusaha untuk mengingat kejadian yang menimpanya tadi.
"Sudah bangun, sayang." Deon bertanya dengan nada yang begitu lembut, bahkan tangannya kini kembali mengusap lembut wajah cantik Elena yang terlihat sedang kebingungan. "Ada apa, sayang?" Tanyanya masih dengan nadanya yang begitu lembut.
Kesadaran Elena mulai kembali, Elena langsung menepis tangan lembut itu dari wajahnya. "Kenapa aku bisa ada di sini? Bagaimana dengan keadaan Sindy sekarang?"
"Lalu! Kenapa aku bisa ada di sini? Dan kenapa kamu juga berada di sini? Sebenarnya apa yang terjadi? Katakkan Deon!" Tanya Elena sambil menatap Deon penuh selidik.
"Karena aku yang membawamu ke sini, sayang." Jawab Deon santai tanpa beban membuat Elena membolakan kedua bola matanya sempurna.
__ADS_1
"Jangan becanda! Ini tidak lucu, Deon." Dengus Elena kesal.
"Aku tidak becanda sayang, memang aku yang membawamu ke sini." Deon tetap berbicara dengan lembut, senyumannya yang manis selalu saja menghiasi wajah tampannya.
"Kenapa kamu membawaku ke sini? Ini namanya penculikkan Deon! Cepat antar aku pulang atau suamiku akan melukaimu."
"Sayang kita akan pergi dari negara ini, kita akan hidup bahagia tanpa seorangpun yang berani mengganggu kita. Jadi aku tidak akan mengantarmu pulang, mengerti." Tegas Deon membuat Elena semakin kesal dan juga tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Deon, laki-laki yang dulu ia kenal dengan sikapnya yang baik dan juga lemah lembut yang mampu membuat Elena luluh dan jatuh cinta.
"Siapa yang akan pergi denganmu? Aku sudah menikah, dan aku tidak akan pergi kemanapun. Please!! Antar aku pulang, Deon." Elena berusaha untuk memohon, sungguh ia tidak mengenal sosok Deon yang sekarang, Deon seperti orang asing dan itu mampu membuat Elena sedikit ngeri dan juga ketakutan.
Deon terkekeh pelan, tangannya kembali terulur berniat untuk mengelus wajah cantik Elena, namun sebelum tangan itu mendarat di wajah Elena, Elena sudah menepisnya dengan kasar membuat hati Deon sedikit tidak terima. "Aku tahu kamu sudah menikah, dan aku tidak perduli, karena yang aku inginkan adalah dirimu, aku ingin kamu selamanya bersamaku, mengerti."
Wajah Elena mulai memerah, tatapan matanya berubah menjadi tajam. "Apa kamu sudah gila, Deon. Kamu tidak bisa memaksakan kehendakmu sendiri. Dan aku tidak akan pernah pergi kemanapun tanpa suamiku." Tegas Elena membuat hati Deon di bakar rasa cemburu.
__ADS_1
Bersambung.