Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Akan membalasnya


__ADS_3

Hotel..


Dav merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur berukuran besar itu dengan hati-hati. Dav mengecup keningnya mesra, lalu mengecup sekilas bibir yang terlihat sedikit pucat itu, kemudian ia mengusap lembut wajah sang istri. "Good night baby," ucapnya, kembali mendaratkan kecupan mesranya di kening sang istri.


Drrtt.... Drrtt...


Ponsel Dav berdering menandakan bahwa adanya panggilan masuk untuk dirinya, Dav menghela nafasnya kasar, kemudian ia merogoh benda pipih itu dari dalam saku celananya, tanpa menunggu lebih lama lagi, Dav pun langsung menggeser tombol berwarna hijau, lalu menempelkan ponselnya di telinga kanannya.


"Bagaimana? Apakah semuanya sudah selesai?" Tanya Dav tidak sabaran.


"Anda tenang saja, bos. Semuanya sudah selesai, saya pastikan tuan Gerald akan menangis histeris ketika melihat mayat anaknya di depan pintu kediamannya itu." Jawab seseorang yang tak lain adalah Lucas.

__ADS_1


Dav menyeringai, ia sudah tidak sabar menantikan pembalasan dari pria paruh bayah itu, Dav sangat yakin, jika Gerald akan melakukan segala cara untuk membalaskan kematian putra bungsunya itu. "Bagus! Aku sangat tidak sabar menunggu permainan selanjutnya." Dav kembali menghela nafasnya kasar, kemudian ia berkata. "Kau sudah meninggalkan jejak, bukan?"


"Sudah, bos. Saya tinggalkan jejaknya di dalam saku jasnya Alex. Saya yakin sebentar lagi mereka akan mengetahuinya."


"Kerja bagus." Setelah mengatakan hal itu, Dav langsung menggeser tombol berwarna merah, ia menaruh ponselnya di atas nakas. "Permainan selanjutnya akan segera di mulai, ah sepertinya ini akan semakin seru." Ucap Dav dengan seringai yang begitu menyeramkan. Dav kembali menatap wajah sang istri, lalu ia tersenyum sambil berkata. "Sayang, sebentar lagi pembunuh kedua orangtuamu, akan merasakan apa yang orangtuamu rasakan dulu, akan ku pastikan mereka mati di tanganku dengan cara yang jauh lebih mengerikan di bandingkan orangtuamu."


Dav kembali mendaratkan kecupannya di kening sang istri, lalu setelah itu ia berdiri, kemudian berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju pintu kamar mandi, hari ini adalah hari yang paling melelahkan bagi dirinya, Dav juga harus membersihkan diri, tubuhnya sudah tidak nyaman karena keringat.


***


Kediaman keluarga Gerald.

__ADS_1


Tangis pilu seorang pria paruh bayah menyelimuti seluruh ruang tengah kediaman keluarga Gerald. Pria paruh bayah itu terlihat begitu terpukul atas kematian putra bungsunya yang begitu mengenaskan.


"Deon, siapa yang sudah berani membunuhmu, nak? Papa tidak akan pernah melepaskannya, papa berjanji, papa akan membalaskan dendam untukmu, nak." Lirih pria paruh bayah itu yang tak lain adalah tuan Gerald.


"Paaaah..... " Panggil Deril dengan suara yang terdengar berat. Gerald hanya melirik sekilas putra sulungnya itu, lalu ia kembali menatap sendu, mayat yang ada di hadapannya. Deril perlahan melangkahkan kedua kakinya menghampiri sang ayah, langkah kakinya terlihat sangat berat, tatapan matanya mulai berkaca ketika melihat adik satu-satunya yang kini sudah berubah menjadi mayat.


Deril tersungkur di hadapan mayat sang adik, air matanya jatuh membasahi wajah tampannya, tangannya mulai terkepal dengan kuat, kesedihan, benci, juga amarah terkumpul menjadi satu dalam dirinya. "Deon! Kenapa kau pergu secepat ini? Walaupun kita tidak pernah akur, tapi aku tidak akan bisa terima jika kamu mati dengan cara seperti ini." Deril menggenggam tangan Deon, ia menatap lekat wajah sang adik yang sudah pucat itu. "Aku pasti akan membalaskan dendammu, Deon. Aku pasti akan membunuh orang yang sudah membunuhmu, siapa pun orangnya, aku pasti akan membunuhnya." Tekad Deril kembali mengepalkan tangannya kuat. Dendam dan amarah kembali menyelimuti dirinya, bahkan tatapan matanya terlihat begitu menakutkan.


"Pasti ada yang jejak yang di tinggalkan oleh si pembunuh itu."Gerald kemudian menelusuri seluruh tubuh putranya, ia sangat yakin jika pembunuh itu meninggalkan jejaknya di tubuh putranya. "Dav...." Gumam Gerald ketika ia meraih sesuatu yang berada di dalam saku jas putranya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2