Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Sangat menyedihkan


__ADS_3

Setelah selesai melakukan aktifitas mandinya yang memakan waktu kurang lebih dua jam, akhirnya Elena dan juga Dav mulai menampakkan batang hidungnya di meja makan. Raut wajah Dav terlihat begitu bahagia sementara Elena terlihat sangat kesal dan juga kelelahan akibat aktifitas yang di lakukan oleh suaminya saat di dalam kamar mandi tadi.


Elena benar-benar merasa bodoh, karena tidak mengetahui rencana suami mesumnya itu, ia berpikir jika suaminya itu hanya mengajak mandi bareng saja, namun pada kenyataannya, suaminya justru mengulang percintaannya seperti semalam. Benar-benar sangat menyebalkan. Pikir Elena.


"Makanlah sarapanmu sayang, sepertinya kamu sangat kelelahan." Ucap Dav lembut sambil memberikan senyuman manis di wajah tampannya.


"Ckk... Siapa yang membuatku lelah seperti ini, dasar mesum tingkat dewa." Dengus Elena sambil mengercutkan bibirnya membuat suaminya gemas.


Dav terkekeh pelan, sepertinya istri kesayangannya itu masih kesal kepadanya gara-gara kejadian di kamar mandi tadi, bahkan sebutannya pun sudah mulai ada peningkatan dari yang awalnya hanya mesum saja, sekarang menjadi mesum tingkat dewa. Benar-benar luar biasa.


Dav mengusap lembut pucuk kepala istrinya, kemudian ia mengecup kening sang istri mesra, lalu ia pun berkata dengan nada yang begitu lembut. "Maaf sayang, aku terlalu bergairah tadi, aku janji lain kali aku tidak akan seperti tadi lagi, jadi kamu jangan marah lagi ya sayang. Nanti wajahmu cepet tua, loh."


"Tau ah, pokoknya kamu nyebelin, nyebelin, nyebeliiiiin banget. Tau gak." Ucap Elena terdengar begitu manja, bahkan kelakuannya saat memukul dada bidang suaminya pun terlihat sangat menggemaskan di mata para pelayan juga mata si jomblo sejati yang sedari tadi berada di kursi meja makan tanpa ada yang menyadari keberadaan dirinya termasuk si author sendiri. Sangat menyedihkan.

__ADS_1


Dav meledakkan tawanya, ia benar-benar tidak bisa menahan tawanya karena tingkah sang istri yang terlalu menggemaskan itu, sementara itu Elena malah mencubit gemas perut sispack suaminya itu membuat Dav semakin meledakkan tawanya.


"Sayaaaaang! Kok kamu malah ketawain aku sih." Ucap Elena sambil menatap kesal suaminya.


"Tidak sayang, aku tidak menertawakanmu, kok." Jawab Dav seketika memperlihatkan senyuman manisnya.


"Bohong! Kalau bukan aku, lalu siapa?" Ucap Elena tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah tampan suaminya itu.


"Tentu saja.... " Dav menjeda ucapannya, ekor matanya tak sengaja melirik ke arah asistennya, Dav tersenyum, kemudian ia kembali berkata. "Tentu saja Sam. Dia sangat lucu karena takut sama setan, sampai-sampai dia menginap di sini."


"Eh, uncle Sam. Kok aku tidak lihat uncle ya tadi." Sapa Elena merasa bersalah karena tidak menyadari kehadiran si jomblo itu.


Sam tersenyum kaku, se kaku kanebo kering, kemudian ia berkata dengan datar. "Karena nona tadi terlalu asik menikmati dunia nona sendiri, makannya nona tidak menyadari kehadiran saya yang seorang jomblo ini. Sangat menyedihkan sekali."

__ADS_1


"Hmmm mungkin yang di ucapkan oleh uncle memang benar. Maafin aku ya uncle." Ucap Elena tulus.


"Kamu tidak bersalah sayang, untuk apa meminta maaf." Dav mengelus wajah cantik istrinya dengan lembut, lalu mengecup keningnya mesra membuat si jomblo itu harus mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Ekhmm... Sepertinya kita akan terlambat bos." Suara Sam membuat Dav mendengus kesal, baru saja ia akan mengecup bibir manis istrinya itu. Namun sayangnya di gagalkan oleh suara menyebalkan asistennya.


"Ck... Aku tahu, kau tunggulah di luar." Ucap Dav sambil menatap Sam kesal, Sam hanya mengangguk pelan, kemudian setelah itu ia pun melangkahkan kedua kakinya keluar.


"Sayang aku berangkat dulu ya. Kamu baik-baik di rumah, jangan kemana-mana. Ingat! Siapapun yang mengajakmu untuk bertemu, kamu harus menolaknya. Mengerti."


"Mengerti sayang, kamu tidak perlu khawatir, aku tidak mungkin pergi tanpa izin darimu, lagian, aku juga harus melakukan tugasku bukan?" Ucap Elena sambil mengelus wajah suaminya juga memberikan kecupan mesra di pipi sang suami. "Yasudah, kamu hati-hati ya di jalan, kalau sudah sampai, kabarin aku, ok."


"Iya sayang, aku pasti mengabarimu. Yasudah aku berangkat ya sayang." Dav kembali mendaratkan kecupannya, lalu memeluk tubuh istrinya mesra. "Jangan lupa habiskan sarapanmu ya sayang." Ucapnya lagi setelah ia melepskan pelukannya. Elena hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan, lalu setelah itu, Dav pun mulai melangkahkan kedua kakinya menuju parkiran mobilnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2