Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Dia hanya milikku


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malamnya, Deon pun langsung membawa Elena ke tempat yang sudah ia siapkan untuk mengungkapkan isi hatinya.


Deon menggenggam lembut tangan Elena, ia menatap wajah cantik itu tanpa berkedip membuat detak jantung Elena berdegup dengan sangat cepat. Bahkan wajah cantik itu pun memerah seperti tomat membuat Deon gemas.


"Jangan menatapku seperti itu."Elena memalingkan wajahnya ke arah lain, ia lebih memilih menatap bunga_bunga dan juga kelap kelip lampu yang menghiasi sisi pantai itu daripada dirinya harus bertatapan dengan Deon yang membuat detak jantungnya tidak sehat.


Deon tersenyum, ia berjalan lalu berjongkok di hadapan Elena. Deon kembali menatap wajah cantik Elena dari bawah, tatapan matanya begitu dalam sehingga membuat detak jantung Elena kembali berpacu dengan sangat cepat."Elena, sejak pertama kita bertemu, aku langsung jatuh hati kepadamu. Mungkin ini terlalu cepat untukku mengungkapkan isi hatiku kepadamu, tetapi... Aku sudah tidak bisa lagi menahan perasaanku terlalu lama."Deon terus menatap wajah cantik Elena. Elena hanya tersenyum malu, namun sebenarnya ia sangat bahagia dengan pengakuan Deon saat ini.


"Elen, aku mencintaimu! Maukah kamu menjadi kekasih hatiku?"Ungkap Deon lembut tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah pujaan hatinya.


Elena tersipu malu, detak jantungnya kembali berpacu dengan sangat cepat. Bahagia! Itulah yang di rasakan oleh Elena saat ini. Elena menarik nafasnya dalam_dalam, lalu membuangnya secara perlahan, ia mulai membuka mulutnya." Aku ma...."


"Drama yang sangat romantis sekali."Tiba_tiba suara dingin laki_laki yang begitu menakutkan terdengar di telinga Elena, Elena langsung terdiam seketika, Elena sangat hapal dengan suara dingin itu."Sepertinya drama kalian harus berakhir sampai di sini."Sambung laki_laki itu yang tak lain adalah Dav. Dav berjalan mendekati Elena yang terdiam di tempatnya, sementara Deon langsung berdiri dan memberikan tatapan permusuhan kepada Dav yang sudah berani menggagalkan rencananya.

__ADS_1


"Uncle..."Lirih Elena takut. Elena tidak berani menatap Dav yang sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan mata yang tajam juga aura yang mendominasi membuat tempat romantis itu seketika berubah menjadi tempat introgasi. "Ke, kenapa uncle ada di sini?"Elena berusaha untuk bersikap tenang di hadapan Dav. "Bukankah uncle sedang di luar kota?"Tanyanya tanpa menatap lawan bicaranya.


"Ikut aku pulang."Dav mengcengkram tangan Elena, membuat Elena seketika terkejut dan menatapnya."Kau tidak perlu tahu mengapa aku bisa berada di sini, Elena. Sekarang kau ikut aku pulang, dan bersiap_siaplah dengan hukumanmu karena kamu sudah berani membantahku."


"Lepaskan dia."Deon langsung mencengkram lengan Dav, ia berusaha untuk melepaskan cengkraman Dav yang membuat gadis yang di cintainya itu kesakitan. Dari dulu hingga sekarang, Deon memang tidak menyukai Dav, karena Dav selalu saja berusaha untuk menjauhkan dirinya dengan Elena.


Dav tersenyum sinis, tatapan matanya kini beralih kepada Deon yang sudah lancang mencengkram lengan berharganya. "Sebaiknya, kau jauhi dia. Atau kau akan tahu akibatnya."Tegas Dav dengan nada suara terdengar begitu menakutkan.


"Kau tidak berhak mengaturku, aku mencintai Elena, begitupun juga dengan Elena. Sebaiknya kau tidak ikut campur dalam urusan pribadi kami berdua. Kau hanya unclenya. Kau bukan orangtuanya."Jawab Deon tak kalah dinginnya.


"Brengsek... Lepaskan dia sialan."Deon langsung tersulut emosinya. Ia menarik tangan Dav berusaha untuk melepaskan Dav yang sudah berani mencium gadis pujaan hatinya.


Dav bergeming. Ia semakin memperdalam ciumannya membuat Elena seketika menjatuhkan air matanya. Hingga beberapa detik kemudian, barulah Dav melepaskan pagutannya. "Elena milikku, selamanya akan menjadi milikku. Kau tidak di izinkan untuk mendekatinya. Atau kau akan menerima akibatnya."Ucap Dav dingin. "Ayo kita pulang, Elen."Ajak Dav kepada Elena tanpa rasa bersalahnya karena sudah merebut paksa ciuman pertama Elena.

__ADS_1


"Aku membencimu, aku tidak ingin pulang denganmu."Teriak Elena dengan lelehan air mata yang membanjiri wajah cantiknya. Bagaimana mungkin Dav yang selama ini sudah ia anggap sebagai unclenya sendiri, melakukan hal yang tidak seharusnya Dav lakukan kepadanya. Apalagi Dav saat ini adalah kekasih Alisha yang sudah ia anggap sebegai kakaknya sendiri. Benar_benar keterlaluan.


"Mau tidak mau kau harus pulang denganku. Mengerti."Tegas Dav sambil menatap tajam Elena. "Pulang dengan kedua kakimu sendiri, atau aku akan membawamu secara paksa?"


"Dia tidak mau pulang bersamamu, sialan. Jadi jangan pernah memaksanya."Ucap Deon membuat Dav langsung menatapnya penuh amarah.


"Kalian.... Bereskan dia."Perintah Dav kepada para anak buahnya. Dav tentunya tidak akan melakukan tindakan di luar batasan, Dav hanya ingin membuat Elena takut dan langsung mengikuti perintahnya.


"Baik, bos."


"Jangan... Aku mohon jangan sakiti Deon, Deon tidak bersalah." Mohon Elena takut jika Dav melakukan hal yang di luar batasnya.


"Apa kau sangat mengkhawatirkannya?"Geram Dav sambil mencengkram dagu Elena membuat Elena menatap langsung wajah Dav yang terlihat begitu menakutkan. Elena langsung menutup kedua bola matanya, tatapan mata Dav begitu menakutkan sehingga membuat Elena tak berani menatapnya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Dav langsung menggendong tubuh Elena, membuat Elena terkejut. "Menurut lah, karena jika kamu menurut semuanya akan baik_baik saja, gadis pembangkang."Dav langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Deon beserta anak buahnya.


Bersambung.


__ADS_2