
Dav melepaskan pelukannya, ia menatap Elena lekat. "Sayang, apa yang akan kamu lakukan jika aku beneran seorang penjahat?"Tanya Dav tiba_tiba membuat Elena mengerutkan keningnya.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Aku tadi hanya becanda saja. Kamu tidak perlu menanggapinya dengan serius." Ucap Elena sedikit merasa bersalah karena sudah menuduh suaminya sebagai penjahat berwajah tampan. "Lagian melihat wajahmu yang tampan ini, sangat tidak mungkin jika kamu seorang penjahat." Sambung Elena sedikit melembutkan suaranya.
Dav tersenyum, ia mengelus lembut wajah cantik Elena. "Aku hanya bertanya saja, sayang. Aku tahu kok, kalau kamu tadi hanya becanda, tetapi aku ingin mendengar pendapatmu bagaimana jika aku memang beneran seorang penjahat? Apakah kamu akan meninggalkanku? Apakah kamu akan membenciku?"Tanya Dav menatap dalam kedua bola mata Elena. Pertanyaannya memang murni dari hati kecilnya. Ia ingin tahu reaksi Elena dan juga pendapat istri kecilnya itu.
Elena terkekeh pelan, ia merasa sedikit lucu dengan pertanyaan suaminya itu. "Pertanyaan yang konyol."Ucap Elena sambil berjalan menuju sisi ranjang. "Kalau kamu beneran seorang penjahat, maka aku akan membuatmu menjadi seseorang yang baik. Aku tidak akan meninggalkanmu, ataupun membencimu, karena seorang penjahat berawal dari orang yang baik. Orang yang tersakiti, juga orang yang mungkin memiliki dendam yang mendalam terhadap seseorang." Sambung Elena sambil menatap suaminya lekat.
"Aku tidak menyangka jika kamu akan berkata seperti itu." Dav duduk di samping Elena, ucapan Elena barusan dapat membuat hatinya tenang. "Kenapa kamu berpikiran jika seorang penjahat itu berawal dari seseeorang yang baik dan seseorang yang tersakiti?" Tanya Dav lembut sambil menggenggam kedua tangan mulus Elena.
__ADS_1
"Karena kak Alisha juga seperti itu, Dav. Dulu dia adalah orang yang paling baik padaku setelah kamu, tetapi sekarang, dia sudah berubah, dia bukan lagi seseorang yang baik, hatinya yang kamu sakiti, sudah membuatnya menjadi perempuan yang jahat. Bahkan dia tega menyebutku wanita ******. Itu sangat menyakitkan bagiku, Dav. Dan sekarang aku sudah menjadi istrimu, aku tidak tahu apa yang akan kak Alisha lakukan kepadaku."Batin Elena kembali teringat akan kata_kata yang di ucapkan oleh Alisha kepadanya.
"Sayang, kenapa kamu malah diam hmm?" Dav kembali mengeluarkan suaranya, tangannya menyentuh pucuk kepala Elena, lalu mengusapnya penuh kasih sayang. "Jika kamu tidak ingin menjawab pertanyaanku, tidak apa_apa, sayang. Aku tidak akan memaksamu."Sambungnya sambil memperlihatkan senyuman manis di bibinya yang tipis.
Elena tersenyum, ntah mengapa perasaannya sedikit tenang ketika melihat Dav yang penuh pengertian dan perhatian itu, bahkan rasa takut jika Alisha melakukan sesuatu kepada dirinya pun sedikit berkurang. "Aku lapar."Ucap Elena manja membuat Dav terkekeh pelan. Wajah yang di tampilkan oleh Elena saat ini, begitu menggemaskan di mata si mafia bucin itu.
"Maafkan aku, sayang. Aku sampai lupa kalau kita belum sarapan."Dav mencium kening Elena lembut, ia menatap jam di dinding ternyata sudah menunjukkan pukul tujuh tiga puluh. "Sebentar ya, aku panggilkan pelayan di sini untuk membawakan sarapan untuk kita."
"Ok baiklah, ayo kita pergi."
__ADS_1
"Ish... Kamu belum cuci mukamu, Dav. Terus lihat piyamaku! Masa aku keluar dengan piyama ini, sih."Ucap Elena sambil mengercutkan bibirnya kesal.
Dav tersenyum, ia kembali mengelus pucuk kepala Elena dengan lembut. Ia sendiri lupa tidak meminta Sam untuk membawakan baju gantinya dengan Elena. Ia hanya meminta Sam untuk membawakan piyamanya saja. "Makannya kita sarapan di sini saja, ya. Nanti aku minta Sam untuk membawakan baju gantimu ke sini."
"Yasudahlah. Terserah kamu saja." Jawab Elena dengan helaan nafasnya yang panjang. "Yasudah kamu mandi dulu sana."
"Mau mandi bareng."Bisik Dav yang mendapat pelototan tajam dari Elena. "Aku hanya becanda, sayang. Untuk apa kamu melotot seperti itu."Ucap Dav sambil beranjak dari tempat tidurnya. "Tapi jika kamu mau, aku tidak akan menolaknya, sayang."
"Daaaaaaaaaav........."Teriak Elena membuat si mafia bucin itu langsung melesat menuju kamar mandi. "Dasar mesum nyebelin."Gerutu Elena sambil menatap suaminya yang sudah menghilanh di balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
Bersambung.