Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Amarah Dav


__ADS_3

Elena menghela nafasnya kasar sebelum ia memasuki mansion milik Dav. Ia terlihat sedikit gugup, perasaannya sedikit khawatir dan juga takut. Takut jika Dav mengetahui rencana nya bersama Alisha.


"Semoga saja, uncle Dav tidak mengetahui rencana ku."Gumamnya sambil menatap pintu masuk mansion itu. Elena mulai melangkahkan kakinya pelan, ntah mengapa ia memiliki firasat buruk. Namun ia memastikan bahwa itu hanyalah firasatnya saja.


"Nona, Elena. Baru pulang?"Sambut si bibi ramah sambil mempersilahkan Elena untuk masuk.


"Iya, bi."Elena menjawab lembut. Ia kembali melangkahkan kakinya menuju anak tangga.


"Baru pulang."Suara dingin Dav masuk ke gendang telinga Elena. Seketika Elena menghentikan langkah kakinya, lalu berbalik dan menatap Dav.


"I, iya."Jawabnya berusaha untuk tetap tenang.


"Bertemu dengan siapa sampai kamu pulang selarut ini?"Tanya Dav dingin sambil berjalan mendekati Elena. Tatapan matanya begitu tajam, membuat Elena perlahan mundur ke belakang.


"Kan, aku sudah bilang. Aku bertemu dengan temanku."


"Siapa temanmu?"

__ADS_1


"Sindy. Ya Sindy. Uncle kenal dia kan?"Jawab Elena tetap berusaha untuk tenang.


"Sampai selarut ini?"


"Ini masih sore uncle. Ini baru jam tujuh malam."


"Itu artinya sudah larut, Elena. Kamu pergi dari jam berapa hah?"Dav mencengkram lengan Elena kuat, ntah mengapa rasa cemburu tiba_tiba datang menghantui dirinya. Padahal ia sudah mendapat kabar dari anak buahnya, bahwa Elena bertemu dengan seorang perempuan bukan seorang laki_laki. Dav juga meminta anak buahnya untuk merekamnya. Namun anak buahnya belum mengirimkan video Elena bersama perempuan tersebut dan itu membuat Dav marah dan juga cemburu.


"Astaga, uncle. Jam tujuh itu tidak larut sama sekali, aku hanya keluar selama tiga jam. Kamu terlalu berlebihan." Kesal Elena sambil menatap Dav tajam."Lepaskan tanganku, aku mau pergi ke kamar."Pinta Elena sambil berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Dav.


"Turun setelah makan malam sudah siap."Dav melepaskan cengkraman tangannya, kemudian ia berbalik dan berjalan menuju pintu depan. Sementara Elena langsung berjalan menaiki anak tangga satu persatu.


***


Dav membanting ponsel anak buahnya yang sedang memperlihatkan sebuah video Elena dan juga Alisha. Ucapan Elena yang ia dengar dari rekaman itu, menyulut api dalam diri Dav. Dav terlihat begitu marah, bahkan wajah tampannya terlihat begitu menakutkan. Tidak ada yang berani menatapnya, bahkan kepala pelayan yang sudah sering melihat bosnya marah pun merasa sangat takut. Karena kemarahan bosnya kali ini jauh lebih menakutkan di bandingkan dengan sebelumnya.


"Ingin pergi dari hidupku? Tidak semudah itu Elena."Gumamnya sambil merogoh ponsel yang berada di dalam saku celananya.

__ADS_1


"Atur pernikahanku dengan Elena secepatnya. Kalau bisa tiga hari."Perintahnya kepada Sam.


Sam begitu terkejut, ia sangat yakin pendengarannya masih sangat normal. Bukankah bosnya itu sudah menyuruhnya untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Elena dalam waktu tiga Minggu? Lalu mengapa sekarang menjadi tiga hari. Sungguh membuat Sam pusing seketika.


"Apa kau dengar, Sam?"Dav meninggikan volume suaranya membuat Sam sedikit kaget sekaligus kesal.


"Dengar, bos."Jawab Sam cepat. "Tapi bos, bukankah anda sudah menyuruh saya untuk mempersiapkan pernikahan anda dengan nona Elena dalam waktu tiga Minggu? Lalu mengapa sekarang menjadi tiga hari, bos?"Tanya Sam sedikit penasaran.


"Lakukan saja perintahku, Sam. Kau tidak perlu tahu alasanku. Mengerti."Tegas Dav.


"Baik, bos. Saya mengerti."


"Aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun, Sam. Aku ingin kau atur semuanya dengan baik. Jika dalam tiga hari semuanya belum siap, maka aku akan memberimu hukuman. Mengerti."


"Mengerti, bos."Jawab Sam cepat, meskipun dalam hati sangat amat kesal dengan perintah bosnya itu, namun ia tidak bisa berbuat apa_apa selain menuruti perintah sang bos. "Apakah bisa dalam tiga hari semuanya selesai? Argh kenapa punya bos begini amat ya." Sam membatin di seberang telpon sana.


"Satu lagi, carikan aku butik terbaik di kota ini. Besok aku akan membawa Elena fetting baju pengantin. Mengerti."Dav kembali membuat Sam mengerang frustasi. Namun Sam hanya bisa menuruti perintah sang bos tanpa bisa menolaknya.

__ADS_1


Dav lansgung memutuskan sambungannya secara sepihak, Dav kembali menaruh ponselnya ke dalam saku celananya. "Kamu harus mendapat hukuman dariku, gadis nakal."Batin Dav sambil melangkahkan kakinya menuju anak tangga.


Bersambung.


__ADS_2