Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Membuka hatiku


__ADS_3

"Aku sangat mencintaimu, Elen. Bukalah hatimu untukku."Bisik Dav setelah ia melepaskan pagutannya. Nafasnya terasa begitu hangat di permukaan wajah Elena yang kini terlihat memerah seperti kepiting rebus. Detak jantung Elena semakin berpacu dengan sangat cepat, ia tidak berani menatap wajah Dav yang begitu dekat dengan wajahnya.


Dav menangkup wajah Elena, ia menempelkan kening keduanya dengan sorot mata yang tak pernah lepas dari wajah cantik itu. "Elen, apa kamu tidak mendengar ucapanku?"Tanya Dav ketika dirinya tidak mendapat jawaban apa pun dari Elena. "Tatap mataku, Elen. Jawablah pertanyaanku tadi."Sambung Dav memaksa Elena untuk menatap dirinya.


"I, iya...."Satu kata keluar dari mulut manis Elena.


"Iya apa sayang?"Tanya Dav membelai lembut wajah Elena yang semakin merona.


"Terlalu dekat, membuat detak jantungku tidak sehat. Argh..... Kenapa aku jadi seperti ini."Batin Elena dengan mata terpejam tidak mampu berlama_lama menatap wajah Dav yang terlihat begitu tampan saat ini.


"Untuk apa kamu memejamkan matamu, baby? Apa kamu ingin aku menciummu lagi?"Bisik Dav sengaja menggoda Elena yang terlihat sangat menggemaskan. "Aku tidak keberatan jika kamu menginginkan...."

__ADS_1


"Stop!!! Menjauhlah dariku, Dav. Ini terlalu dekat."Sela Elena sambil berusaha mendorong tubuh Dav yang semakin menempel dengan dirinya.


"Memangnya kenapa, baby?" Bukannya menjauh, Dav semakin merapatkan tubuhnya dengan Elena. "Aku ingin seperti ini dengan calon istriku sendiri, hmm."Bisiknya membuat bulu kuduk Elena meremang seketika. Ntah mengapa, Dav berubah seperti orang mesum. Sangat menyebalkan. Pikir Elena.


"Ini tidak lucu, Dav."Kesal Elena menatap nyalang Dav yang selalu saja memeprrlihatkan senyumannya. "Lepaskan aku, bukankah kamu bilang siang ini kita akan melakukan fitting baju pengantin?"Ucap Elena berusaha untuk tetap lepas dari dekapan Dav.


"Belum waktunya kita pergi, sebaiknya kita tetap seperti ini, karena kamu belum menjawab pertanyaanku tadi." Dav kembali menyentuh wajah Elena, mengusapnya lembut, lalu menciumnya mesra, membuat Elena semakin gugup juga merasakan perasaan yang sama ketika dirinya jatuh cinta kepada Deon.


"Aku tidak mendengarnya." Dav terus menggoda Elena, ia sangat senang ketika melihat wajah cantik Elena yang memerah karena dirinya. "Katakan sekali lagi, baru aku akan melepaskan mu."Sambungnya membuat Elena mendengus kesal.


"Baiklah, mulai sekarang aku akan mencoba untuk membuka hatiku untukmu. Puas."Ucap Elena sambil menatap lekat Dav.

__ADS_1


Dav tersenyum, ia kembali mengecup kening Elena lembut. "Terima kasih, sayang." Dav memeluk tubuh Elena begitu erat, ia benar_benar merasa sangat bahagia karena Elena sudah mau membuka hatinya untuk dirinya. "I love you, honey."Bisik Dav di telinga Elena, membuat Elena kembali merasakan detak jantungnya yang berpacu dengan sangat cepat. "Aku benar_benar bahagia karena akhirnya kamu mau membuka hatimu untukku. Aku berjanji, aku akan membahagiakanmu seumur hidupku. Karena aku sangat_sangat mencintaimu, Elen." Ucap Dav sambil melepaskan pelukannya.


"Aku akan pegang janjimu, tapi jika suatu saat nanti kamu melukaiku, maka aku akan meninggalkanmu."


"Aku tidak mungkin melukaimu, karena kamu adalah perempuan yang paling berharga di dalam hidupku. Mengerti."Ucap Dav tegas. Elena hanya tersenyum, ntah mengapa perasaannya semakin tidak karuan. "Yasudah kalau begitu, kamu bersiap_siaplah, sayang. Sebentar lagi kita akan pergi."Sambung Dav sambil mengusap pucuk kepala Elena lembut.


"Baiklah, aku akan bersiap_siap dulu. Kamu tunggulah di bawah."


"Jangan dandan terlalu cantik, aku tidak suka jika ada laki_laki yang menatapmu di luaran sana. Mengerti."Tegas Dav sebelum ia beranjak dari tempat tidur Elena.


"Ok, seperti yang kamu inginkan."Jawab Elena sedikit kesal. Dav tersenyum, lalu ia berjalan keluar dengan raut wajah yang terlihat begitu bahagia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2