
Dav tersenyum, lalu mengecup lembut kening sang istri. "Terima kasih, sayang." Ucapnya yang mendapat deheman pelan juga anggukkan kepala dari istrinya. "Berarti malam ini kita bisa melakukannya kan?"Bisik Dav seketika membuat Elena melebarkan kedua bola matanya sempurna. Suami mesumnya itu selalu saja membahas tentang masalah intim yang membuat bulu kuduk Elena meremang seketika.
"Tidak." Tegas Elena lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Kenapa tidak, sayang? Bukankah kamu sudah memanggilku dengan sebutan suami?" Dav juga bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan mengejar istri kecilnya. "Itu artinya kamu sudah menerimaku bukan?" Sambung Dav membuat Elena harus menghela nafasnya kasar.
Elena menghentikan langkah kakinya, ia berbalik dan menatap suaminya itu. Apa kamu lupa dengan persyatanku!"
Dav mengusap wajahnya kasar, ia memang tidak lupa dengan persyaratan yang di ajukan oleh Elena sebelum mereka menikah. Tetapi jujur saja Dav selalu merasa bergairah saat bersama istri kecilnya itu. "Aku ingat, sayang. Tapi apa boleh persyaratannya di ganti dengan yang lain?"
"Tidak bisa." Tegas Elena kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tangga. "Dasar mesum, baru satu hari menikah, yang di bahas hanya masalah ranjang saja. Sangat menyebalkan."Gerutu Elena sambil mempercepat langkah kakinya.
__ADS_1
"Sayang tunggu aku." Dav berjalan cepat mengejar istrinya. Sementara itu, para pelayan yang menyaksikan drama mereka pun hanya dapat tersenyum.
***
Dooor....
Suara tembakkan terdengar begitu nyaring di dalam ruang bawah tanah. Terlihat seorang laki_laki berwajah tampan namun sangat menakutkan tengah berdiri dengan sebuah pistol yang berada di tangannya. Di hadapannya terdapat beberapa laki_laki bertubuh kekar juga sangat menyeramkan.
Laki_laki tampan itu terlihat sangat murka, bahkan aura membunuhnya dapat di rasakan oleh orang_orang yang berada di dalam ruangan itu. "Pengkhianat! Kau berani mengkhianati bosmu. Maka kau tanggung sendiri akibatnya." Desis laki_laki itu kepada salah satu anggotanya yang sudah tersungkur di bawah akibat tembakkan yang ia berikan tadi.
"Ck membunuhmu itu sudah hukuman ringan untukmu yang seorang pengkhianat." Laki_laki tampan itu berjalan sambil menodongkan pistolnya.
__ADS_1
"Jadi, katakkan! Siapa yang menyuruhmu."
"Tuan, tuan Alex. Ya dia yang menyuruhku tuan."
"Alex? Siapa dia?" Tanya Lucas sambil mengernyitkan keningnya penasaran. Apalagi orang yang bernama Alex itu dapat menundukkan salah satu anggotanya, tentunya dia bukan orang sembarangan.
"Dia putra bungsu tuan Gerald. Saya terpaksa menuruti perintahnya, karena keluarga saya ada di tangannya, tuan. Saya tidak tahu harus berbuat apa selain menuruti perintahnya dan mengkhianati bos besar."
"Oh jadi putra bungsu Gerald bernama Alex. Hmm baguslah aku hanya perlu menyelidiki namanya saja. Dengan begitu aku akan lebih mudah untuk menemukan keberadaannya." Batin Laki_laki tampan itu yang tak lain adalah Lucas. "Aku akan memberimu satu kali kesempatan dan aku akan menyelamatkan keluargamu dari dia. Tapi kau harus berpura_pura menjadi pengikutnya dan berikan aku beberapa bukti tentangnya. Bagaimana?"
"Terima kasih tuan. Saya akan melakukan apapun asalkan anda mengampuni saya."
__ADS_1
"Ck... Kau beruntung, karena si bos sedang menikmati harinya yang indah bersama istri kesayangannya. Kalau sampai dia berada di sini. Dia pasti akan merobek mulutmu, lalu memotong kaki tanganmu, dan memenggal kepalamu." Ucap Lucas membuat si pengkhianat itu langsung bergetar ketakutan. "Alex! Sepertinya itu nama dia dalam dunia hitam."Gumam Lucas sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.
Bersambung.