
Dav berjalan menuruni anak tangga, senyumannya masih menghiasi wajah tampannya membuat para pelayan menatapnya heran karena tidak biasanya tuannya itu tersenyum_senyum sendirian seperti orang gila.
Dav duduk di atas sofa, ia mulai mengeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi Sam sang asisten kepercayaannya. "Sam, kau atur ulang pertemuanku dengan perusahaan Ditran. Karena sepertinya hari ini aku tidak akan pergi ke kantor."Perintah Dav datar.
"Baik, bos. Tapi bagaimana kalau tuan Ditran menolaknya, bukankah ini adalah kali keduanya kita mengundur pertemuan kita dengan perusahaan Ditran?"Tanya Sam hati_hati.
"Kalau dia menolak, batalkan saja kerja sama kita dengan perusahaannya Mengerti."Tegas Dav membuat Sam harus menghela nafasnya kasar di seberang telpon sana.
"Mengerti, bos."Jawab Sam tidak ingin membuat sang bos marah.
"Bagaimana dengan persiapan pernikahanku? Apakah sudah selesai?"Tanya Dav membuat Sam kembali menghela nafasnya kasar. Pertanyaan bosnya itu sangatlah konyol.
"Belum, bos. Baru semalam...."
__ADS_1
"Baiklah, waktunya tinggal dua hari lagi. Aku mau dalam dua hari semuanya sudah selesai. Mengerti." Sela Dav dengan tegas.
"Mengerti, bos. Anda tenang saja, saya jamin semuanya akan selesai dalam dua hari."Jawab Sam percaya diri.
"Baguslah, aku serahkan semuanya kepadamu, Sam. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun. Mengerti." Tegas Dav sambil meraih secangkir kopi yang baru saja si bibi buatkan untuk dirinya.
"Mengerti, bos."
"Kembalilah bekerja."Setelah mengucapkan hal itu, Dav langsung memutuskan sambungannya secara sepihak. Ia kembali menaruh ponselnya ke dalam saku celananya. Kemudian ia mulai menikmati secangkir kopi itu sambil menunggu calon istrinya.
Ponsel Dav bergetar membuat Dav segera menaruh kopinya di atas meja. Dav merogoh kembali ponselnya, di layar ponselnya tertera nama Lucas, seseorang yang sangat di percaya Dav dalam dunia hitamnya.
Dav segera menggeser tombol berwarna hijau, ia menempelkan ponselnya ke telinga. "Ada kabar apa, Lucas?"Tanya Dav tanpa basa basi.
__ADS_1
"Bos, kami sudah melenyapkan seluruh anggota Black Devil juga Gost Tiger. Tapi kami masih belum bisa melenyapkan geng Wolf King. Karena mereka sudah kabur ke luar negeri. Tapi anda tenang saja, bos. Saya sudah mengirim beberapa anggota kita untuk mengejarnya. Jadi dapat di pastikan mereka akan musnah dalam bebarapa hari."Lapor Lucas dengan rasa percaya diri seperti biasanya.
"Baiklah, kau bereskan semuanya. Untuk Gerald, kau hanya perlu memantaunya. Biar aku yang membereskannya. Mengerti."Perintah Dav tegas.
"Mengerti, bos."
"Bagaimana dengan penyelidikanmu mengenai putra bungsunya? Apakah sudah ada hasil?"Tanya Dav yang penasaran dengan putra bungsu keluarga Gerald. Karena sampai saat ini ia masih tidak dapat menemukan keberadaannya. Bahkan dirinya sudah meminta Sam untuk menyelidikinya, namun hingga sekarang masih belum dapat menemukannya.
"Soal itu, sepertinya, Gerald memiliki seseorang yang kuat untuk menutupi keberadaan putra bungsunya itu, bos. Karena sampai sekarang saya pun masih belum bisa menemukan keberadaannya."
"Seseorang yang sangat kuat? Hmm bisa jadi."Dav menghela nafasnya kasar, ia kembali meraih secangkir kopinya kemudian meneguknya hingga tak tersisa. "Gerald, ternyata kau memiliki bekingan yang kuat juga hingga membuat anak buahku tidak dapat menemukan putra bungsumu itu. Ah sepertinya putramu sangat berharga, sampai_sampai kau tidak mengenalkannya kepada dunia. Baiklah, mari kita lihat sejauh mana kau bisa menyembunyikan putra bungsumu itu."Batin Dav dengan seringai yang menyeramkan.
"Lanjutkan penyelidikannya, aku mau secepatnya kau temukan keberadaan putra bungsunya itu. Mengerti." Perintah Dav tegas. Setelah mengatakan hal itu, Dav langsung menggeser tombol berwarna merah, ia kembali menaruh ponselnya ke dalam saku celananya.
__ADS_1
"Aku harus membalas kematian orang tua Elena, melenyapkan keluarga Gerald hingga tak tersisa satu pun yang hidup di dunia ini." Batin Dav kembali teringat kejadian mengerikan yang di alami oleh keluarga Sentra yang membuat gadis yang sangat di cintainya menjadi yatim piatu.
Bersambung.