Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Tahun Depan!


__ADS_3

Setelah tiba di kediamannya, Dav langsung membawa sang istri ke tempat tidur. Perlahan ia membaringkan sang istri di atas tempat tidur berukuran besar itu. Lalu setelah itu, ia pun mengecup kening sang istri mesra. "Istirahat sayang. Aku pergi ke bawah dulu." Ucapnya kembali memberikan kecupan mesranya di kening sang istri. Entah sang istri kecapean, atau memang ia menjadi kebo, ia sama sekali tidak terbangun sedikitpun, bahkan tidurnya malah semakin nyenyak saja membuat Dav tersenyum geli.


Dav meraih selimut tebal, lalu menyelimuti tubuh sang istri, setelah itu, ia pun bangkit dari tempat tidur itu, lalu berjalan menuju pintu kamarnya. Dengan hati-hati, Dav meraih knop pintu tersebut, dan memutarnya hingga pintu itu terbuka lebar. Dav melangkah keluar, tak lupa ia juga menutup kembali pintu kamarnya, lalu berjalan menuruni anak tangga.


Di lantai bawah, Sam masih menunggu dirinya dengan tenang dan santuy. Ia terlihat sangat tidak sabar untuk membicarakan sesuatu kepada bos bucinnya tersebut, karena saat di perjalanan tadi, ia sama sekali tidak di beri kesempatan untuk membuka suaranya oleh Dav. Alasannya, karena Dav tidak ingin tidur nyenyak sang istri terganggu.


Dav perlahan berjalan menghampiri asistennya tersebut, kemudian ia duduk dengan kaki di silangkan serta tangan bersidekap menatap datar asistennya.


"Katakan! Apa yang ingin kamu katakan kepadaku, Sam!" Serunya membuat si jomblo itu sedikit terkejut.


"Selalu mengagetkanku." Batin Sam seraya menoleh ke arah sang bos.


"Begini bos. Ini tentang nona Elena...."


"Ada apa dengan istriku?" Tanya Dav menyela ucapan Sam yang belum selesai.


"Bos sepertinya istri anda hamil." Ucap Sam sedikit ragu.


Dav terdiam sejenak, ia menatap Sam dengan tatapan mata penuh selidik membuat Sam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Kau tahu darimana? Apakah kau seorang dokter? Atau jangan-jangan kau...."


"Astaga, bos. Jangan salah paham dulu. Saya mengatakan ini karena tingkah nona Elena tidak seperti biasanya, bos. Coba anda bawa nona Elena ke rumah sakit, atau anda panggil dokter pribadi anda untuk memeriksa nona Elena." Sela Sam dengan cepat.


"Kau,,,, berani menyela ucapanku! Apa kau sudah tidak mau bonus akhir bulanmu lagi hah!" Seru Dav seraya memberikan tatapan matanya yang tajam kepada si jomblo itu.


"Bukan seperti bos. Tapi, saya merasa nona Elena memang benar-benar hamil bos. Apakah anda tidak ingin istri anda hamil dan melahirkan anak-anak yang sangat lucu?" Ucap Sam membuat Dav terdiam sejenak, sembari membayangkan istrinya hamil dan melahirkan putra-putri untuk dirinya. Ah dengan membayangkannya saja sudah membuat Dav bahagia, apalagi kenyataannya.


Dav tersenyum sendirian, tangannya mulai menyanggah dagunya, tatapan matanya terus menatap Sam, namun pikirannya melayang jauh entah kemana.


"Astaga... Kenapa dia malah senyum-senyum seperti itu? Apakah yang aku ucapkan membuat dia berubah jadi gila? Ya Tuhan... Kenapa tatapan matanya menggelikan sekali?" Teriak Sam dalam hati. Sam jadi merasa takut di tatap sang bos seperti itu, padahal ia tidak tahu jika bosnya tersebut sedang membayangkan hal yang sangat membahagiakan bersama istri tercintanya, dan kebetulan tatapan sang bos mengarah pada dirinya, sehingga membuat Sam menjadi salah paham dan ketakutan.


"B,,,,bos... Anda masih waraskan?" Tanya Sam sedikit gugup.


"Booos.... Anda baik-baik saja kan? Anda tidak berubah jadi gila kan?" Tanya Sam sedikit mengencangkan volume suaranya, namun tetap saja bos bucinnya itu tidak menghiraukannya.


"BOS... ANDA MASIH WARASKAN. APA PERLU SAYA MEMANGGIL DOKTER UNTUK MEMERIKSA ANDA SEKARANG." Sam kembali bersuara, kali ini ia benar-benar meninggikan volume suaranya membuat Dav langsung tersadar dan menatap Sam dengan tatapan membunuhnya.


"APA KAU SUDAH GILA, SAM. KENAPA KAU BERTERIAK KEPADAKU, HAH! APA KAU SUDAH TIDAK MENGINGINKAN NYAWAMU LAGI!" Seru Dav membuat Sam tersenyum senang, karena akhirnya bosnya itu kembali seperti semula.

__ADS_1


"Syukurlah anda sudah balik lagi seperti biasanya, bos. Saya berpikir anda mulai gila, karena daritadi senyam-senyum sendirian." Ucap Sam kembali duduk di atas sofa dengan santai kayak di pantai.


Dav mendengus kesal, bisa-bisanya si jomblo satu itu duduk dan berbicara dengan santuy seperti itu. Padahal si jomblo itu sudah membuat dirinya terkejut sekaligus marah. Dasar kutukupret.


"Sialan!!! Kau benar-benar membuatku marah, Sam. Bulan ini bonusmu hangus." Ucap Dav tegas.


"Tidak apa-apa, bos. Yang penting anda sudah balik lagi seperti biasanya." Jawab Sam sambil memperlihatkan senyuman kakunya yang membuat Dav semakin kesal.


"KAUUU!!!"


"Jangan marah-marah lagi, bos. Lebih baik kita kembali ke pembahasan yang tadi. Menurut saya, anda harus membawa nona Elena ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan, bos. Siapa tahu ucapan saya benar." Ucap Sam sedikit meredakan amarah bos bucinnya tersebut.


"Tidak perlu ke rumah sakit, panggilkan saja dokter pribadiku, suruh dia datang ke kediamanku. Mengerti." Sahut Dav kembali bersidekap menatap asistennya datar.


"Mengerti, bos. Kapan saya harus menghubungi dokter pribadi anda, bos?"


"Tahun depan!"


"Tidak kelamaan, bos?" Tanya Sam polos membuat Dav ingin menampolnya dengan palu.

__ADS_1


"Ya! Sekaranglah Sam. Kau itu kenapa menjadi bodoh sekali." Dengus Dav membuat Sam sedikit kesal. Jelas-jelas bosnya yang menyuruhnya tahun depan, tapi kenapa juga bosnya yang marah-marah. Apakah pertanyaannya barusan ada yang salah? Dasar bos aneh bin ngeselin. Pikir Sam.


Bersambung.


__ADS_2