Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Menggodanya


__ADS_3

Elena membuka pintu kamar mandi secara perlahan. Ia mencondongkan kepalanya keluar mencari tahu apakah Dav sudah tidur, atau belum.


"Ada apa baby? Kenapa kamu tidak keluar hmm."Tanya Dav dengan tiba_tiba membuat Elena tersentak kaget.


"Apa kamu ingin membuatku mati muda?"Dengus Elena setelah menutup kembali pintu kamar mandinya.


"Tentu tidak, sayang. Kalau kamu mati muda, lalu bagaimana dengan nasibku hmmm."Dav berjalan menuju pintu kamar mandi. Ia tahu jika Elena tidak membawa baju ganti tadi. "Sayang, buka pintunya."Pinta Dav lembut.


"Ma,, mau apa kamu? Aku tidak akan membukakan pintu untukmu."Jawab Elena gugup. Tiba_tiba saja pikirannya melayang ntah kemana.


"Jangan berpikiran negatif seperti itu, aku hanya ingin memberikan baju ganti untukmu, sayang. Bukankah kamu tadi tidak membawa baju gantimu."Ucap Dav tanpa mengubah nada suaranya yang begitu lembut.


"Si,, siapa yang berpikiran negatif? Aku, aku hanya bertanya saja."Elena menyahut sambil merasakan debaran yang tidak karuan. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Ia merasa malu karena sudah berpikiran yang tidak_tidak terhadap Dav."Sangat memalukan. Argh kenapa aku malah berpikir yang tidak_tidak, sih."Batin Elena sambil memukul pelan kepalanya.

__ADS_1


"Tentu saja kamu, sayang. Siapa lagi kalau bukan kamu."Dav terkekeh pelan, ia paling senang menggoda istri kecilnya itu.


"Aku? Aku tidak berpikiran negatif, memang pada dasarnya kamu itu mesum."Ucap Elena kesal.


Dav mengernyitkan keningnya bingung, rasanya ia tidak melakukan apa_apa kepada istri kecilnya itu. Lalu mengapa dia di panggil lagi dengan sebutan mesum? "Aku tidak melakukan sesuatu kepadamu, sayang. Mengapa kamu menyebutku mesum? Ah sudahlah, itu tidak penting untuk di bahas. Sekarang buka pintunya, aku tidak ingin kamu kedinginan, sayang." Ucap Dav lembut sambil menyenderkan tubuhnya di dinding dekat pintu kamar mandi.


Elena merasa ragu untuk membuka pintu kamar mandi itu, apalagi melihat kondisinya sekarang hanya terbalut handuk kecil yang melilit di tubuhnya. Bahkan paha mulusnya terekpos dengan sempurna, membuat dirinya semakin ragu untuk membuka pintu kamar mandi itu.


"Sayang, apa kamu akan terus berada di dalam kamar mandi?"Dav kembali bersuara, ia mulai kesal karena istri kecilnya itu tak kunjung membuka pintunya.


"Keluarlah, sayang. Aku tidak akan memberikannya jika kamu tidak keluar."


"Dav! Jangan becanda. Cepat berikan bajunya."Ucap Elena kesal.

__ADS_1


"Bajumu ada di atas ranjang, sayang. Kamu! Ambillah sendiri." Jawab Dav berbohong. Jelas_jelas baju Elena berada di tangannya.


Tanpa sadar, Elena langsung membuka pintu kamar mandi itu dengan lebar, lalu ia berdiri di hadapan Dav, tatapan matanya begitu tajam. "Kamu mempermainkan aku, ya."Ucap Elena dengan nafas yang tak teratur menahan rasa kesalnya. Sementara Dav hanya tersenyum sambil menatap lapar istri kecilnya itu. "Ke,, kenapa kamu malah tersenyum seperti itu? Apa kamu sudah puas membuatku kesal."Elena kembali berkata, ia masih tidak sadar dengan apa yang ia kenakan saat ini.


"Kamu sangat sexy, baby."Bisik Dav membuat Elena seketika tersadar. "Apa kamu sengaja ingin menggodaku, hmmm."Dav kembali berbisik, bisikannya membuat Elena semakin tidak karuan. Hawa panas menyelimuti tubuh Elena ketika Dav mulai mengelus pundaknya yang halus dan juga putih. Dav juga mulai mencium cuping telinga Elena, menggigitnya lembut, membuat Elena kembali merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya.


"A,, apa yang kamu lakukan?"Teriak Elena sambil mendorong tubuh Dav dengan sekuat tenaganya. "Aku,, aku lelah. Aku ingin istirahat."Ucapnya gugup sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. "Apa aku sudah gila. Mengapa aku..... Argh tidak_tidak. Aku tidak boleh begini. Ini sangat memalukan."Batin Elena berusaha untuk menormalkan isi pikirannya.


"Maafkan aku, sayang."Dav mencium kening Elena, jujur saja ia merasa bersalah karena dirinya hampir saja mengingkari janjinya terhadap Elena. "Ini baju gantimu, pakailah."Dav memberikan baju ganti untuk Elena.


"Kamu, kamu bilang baju gantiku ada di atas ranjang, kamu bohongin aku, ya? Ish seneng banget sih bikin aku kesel." Ucap Elena sambil mengambil baju gantinya.


Dav terkekeh pelan, ia kembali mencium kening istri kecilnya itu. "Aku hanya becanda sayang. Yasudah sekarang kamu pakai bajumu, sebelum aku benar_benar hilang kendali dan memangsamu saat ini juga." Ucapnya serius membuat Elena langsung berjalan cepat menuju ranjangnya. Sementara itu, Dav yang melihat tingkah Elena pun kembali menyunggingkan senyumannya. Kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi. "Ah sepertinya aku harus mendinginkan pikiranku dan juga menenangkan juniorku."Ucap Dav dalam hati. Sesuatu di bawah sana mulai memberontak meminta untuk di lepaskan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2