Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Ciuman panas


__ADS_3

Elena membolakan kedua bola matanya dengan sempurna, ia merasa sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu. Namun Elena juga tidak dapat menolaknya, justru ia menikamti ciuman panas yang di lakukan oleh suaminya itu. Bahkan Elena mulai membalasnya, meskipun ciumannya terasa kaku, tetapi bagi si mafia bucin itu adalah hal langka. Karena ini juga kali pertamanya Elena berinisiatif membalas ciumannya.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka mengakhiri ciuman panasnya, keduanya saling menghirup oxsygen banyak-banyak. Dav tersenyum, ia kembali mengelus wajah cantik istrinya. "Sepertinya kamu harus banyak belajar, sayang." Ucapnya dengan nafas tak beraturan.


"Maksudmu belajar apa?" Tanya Elena tidak mengerti.


"Belajar ciuman dariku."Bisik Dav membuat wajah Elena memerah seperti tomat. "Tapi aku sangat menyukai ciumanmu barusan. Aku tidak akan pernah melupakannya."Dav kembali berbisik, ibu jarinya mulai mengusap kembali bibir manis milik istrinya itu.


"Ish mesum nyebelin." Elena mengalihkan pandangannya ke arah lain, jujur saja ia merasa sangat malu sekali.


"Aku di sini, sayang. Kenapa malah menatap ke arah lain?" Dav menangkup wajah Elena, membuatnya kembali berhadapan langsung dengan dirinya. "Malu hmmm."Bisiknya di iringi dengan hembusan nafas hangatnya.


"Si,, siapa yang malu." Ucap Elena sedikit gugup. "Jangan menggodaku terus, nanti kamu sendiri yang akan menderita." Sambung Elena membuat Dav terkekeh pelan. Ada benarnya juga yang di ucapkan oleh istrinya barusan, karena saat ini pun Dav sudah merasakan sesak di bagian bawahnya. "Turunkan aku, sayang."Pinta Elena manja. Wajahnya yang cantik terlihat sangat menggemaskan di mata si mafia bucin itu.

__ADS_1


"Tidak, sayang. Kamu tetap duduk manis di atas pangkuanku, dan jangan bergerak. Mengerti." Ucap Dav sambil mencubit gemas hidung mancung istrinya itu.


"Ish nyebelin..."


"Tapi sukakan?"


"Nggak."


"Bohong."


"I love you." Bisik Dav, lalu mencium kening istrinya mesra. "Selamanya aku cinta kamu. Hanya kamulah satu-satunya yang ada di dalam hatiku, kamu adalah harta paling berharga dalam hidupku. Jangan pernah tinggalkan aku, sayang." Ucap Dav tulus dari dalam hatinya. "Katakan bahwa kamu juga mencintaiku, Elen."


"Aku....."

__ADS_1


"Tuan, di depan ada seseorang yang ingin bertemu dengan an.....da......" Kepala pelayan itu sepertinya sudah mengganggu keromantisan pasangan suami itu, Elena yang mendengar suara kepala pelayan itu pun seketika langsung berdiri dengan tegak. Elena merasa sangat malu, padahal ia hanya duduk di pangkuan suaminya saja dan tidak sedang melakukan sesuatu yang aneh. Namun tetap saja ia merasa malu.


Wajah kepala pelayan itu terlihat pucat ketika melihat Dav menatapnya tajam. "Ah maafkan saya, tuan... Saya,, saya tidak bermaksud..."


"Siapa yang ingin bertemu denganku? Apakah dia sudah bosan hidup?"Sela Dav membuat si kepala pelayan meneguk salivanya dengan kasar.


"Sebaiknya kamu temui dia dulu, jangan membuat orang ketakutan seperti itu." Ucap Elena sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Sayang, aku hanya merasa kesal saja karena dia sudah mengganggu kita."


"Waktu kita masih banyak, jadi kamu tidak perlu kesal seperti itu, sayang."Ucap Elena sambil mencubit gemas hidung mancung suaminya itu. "Lebih baik sekarang kamu temui orang itu dulu, siapa tahu ada hal penting yang ingin dia sampaikan sama kamu."


"Baiklah karena istriku berkata seperti itu, maka aku akan menemuinya." Ucap Dav sambil mengelus wajah cantik istrinya. "Nanti kita lanjutkan lagi yang tadi, ya." Bisiknya membuat wajah cantik Elena merona seketika.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2