
"Hilangin otak mesummu itu sayang, apa kamu tidak kasihan sama aku hah!"Elena menatap kesal suaminya, kini tubuh keduanya sudah menempel aeperti perangko.
"Otak mesumku gak bisa hilang kalau lagi sama kamu sayang." Bisik Daa sambil memberikan kedipan mata nakalnya. "Kamu juga tidak kasihan sama aku? Lihatlah ini." Dav menunjuk sesuatu yang sudah berdiri tegak sedari tadi membuat wajah Elena seketika memerah seperti tomat. Suaminya itu benar-benar minta di palu.
"Dasar mesuuummm, nyebelin, ngeselin... "Ucap Elena sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya membuat Dav terkekeh dengan pelan.
"Tapi sukakan?" Bisik Dav sengaja menggigit cuping telinga istrinya yang sensitif itu.
"Tidak... Nyebelin banget sih." Ucap Elena tanpa melepaskan tangannya dari wajah cantiknya itu.
"Bohong! Jelas-jelas semalam..... " Ucapan Dav terhenti ketika istri kecilnya itu menutup mulutnya dengan cepat.
"Jangan di teruskan lagi, ok." Ucap Elena kesal. Elena sangat tahu jika suaminya itu pasti akan mengeluarkan kata-kata vulgar yang akan membuatnya malu.
"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai olah raga paginya sebelum siang." Dav langsung membawa tubuh istrinya ke dalam bathup. Sementara itu Elena hanya dapat menghela nafasnya kasar, tidak ada gunanya lagi ia berdebat atau pun menolak ucapan suami mesumnya itu, toh ujung-ujungnya ia akan tetap kalah juga.
Dav mulai melakukan aksinya seperti semalam, meskipun awalnya Elena merasa kesal dan juga tidak mau melakukannya, tetapi nyatanya sekarang ia justru malah menikmati setiap gerakkan yang di lakukan oleh suami mesumnya itu.
__ADS_1
***
Setelah keduanya selesai melakukan olah raga paginya, keduanya pun keluar dari dalam kamar mandinya. Dav menggendong tubuh sang istri yang terlihat sangat kelelahan akibat ulahnya, sementara dirinya terlihat segar bugar, raut wajahnya terlihat sangat bahagia seperti habis memakan vitamin s.
Dav meletakkan tubuh sang istri di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati, kemudian ia mengecup kening istrinya mesra. "Kamu tunggu di sini, ya. Aku ambilkan pakaianmu dulu." Ucapnya lembut sambil mengukir senyuman manisnya. Elena hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu setelah itu, Dav pun berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju walk in closet.
Elena meraih ponselnya ketika ia mendengar nada dering yang menandakan adanya panggilan masuk dari seseorang. Elena tersenyum ketika melihat nama Sindy di layar ponselnya.
"Iya, Sin?" Ucap Elena setelah ia menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya di telinganya.
"Elen, sebentar lagi aku sampai di mansion suamimu, kamu sudah bilangkan sama para bawahan suamimu, kalau aku ini sahabatmu? Aku tidak ingin ya di introgasi sama mereka karena... "
"Baguslah kalau gitu. Hmm yasudah aku matikan dulu ya, bye-bye." Setelah mengatakan hal itu, Sindy pun langsung memutuskan sambungannya secara sepihak. Elena hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan kemudian ia pun menaruh kembali ponselnya di atas nakas.
"Siapa yang menelponmu sayang?" Tanya Dav dengan tiba-tiba membuat Elena sedikit terkejut.
"Sindy sayang, dia bilang sebentar lagi dia akan sampai." Jawab Elena sambil mengambil pakaian yang di berikan oleh suaminya itu.
__ADS_1
"Yasudah kamu pakai dulu pakaiannya sayang, nanti aku bantu keringkan rambutmu, ok."
"Aku bisa sendiri sayang, kamu turunlah ke bawah, sarapan dulu, kamu pasti sangat capekkan?" Ucap Elena sambil memakai pakaiannya.
"Aku tidak pernah capek sayang, kalau kamu mau, kita bisa me.... "
"Tidak mau. Tubuhku sudah sangat lelah, bahkan kakiku terasa lemas karena perbuatanmu." Ucap Elena menyela ucapan suami mesumnya itu. "Apa dia sudah berubah menjadi seorang maniak mesum? Kenapa dia tidak lelah sama sekali, padalah tadi..... Argh sudahlah, untuk apa aku mengingatnya, sangat menyebalkan." Gerutu Elena dalam hati.
"Sayang! Tidak baik loh ngatain suami sendiri hmm."
"Ish siapa yang ngatain kamu."
"Tentu saja kamu sayang. Memangnya ada orang yang berani ngatain aku selain kamu?" Ucap Dav sambil mengeringkan rambut sang istri dengan hair dryer.
"Nyebelin, bahkan aku ngatain kamu dalam hati pun, kamu dapat menebaknya."
Dav terkekeh pelan, ia sangat suka jika melihat istrinya mengercutkan bibir manisnya itu. Bagi Dav itu sangat menggemaskan.
__ADS_1
Bersambung.