Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Drama romantis


__ADS_3

Mansion.


Sam memarkirkan mobilnya dengan sangat hati-hati, kemudian ia mematikan mesinnya, lalu membuka pintu mobilnya dan menurunkan kedua kakinya di atas bumi. Akhirnya ia dapat bernafas lega karena penderitaannya hari ini sudah berakhir.


Dengan raut wajah yang ceria, Sam pun berjalan menuju pintu bagian belakang. Sam langsung membukakan pintu mobil untuk bosnya, lalu ia mempersilahkan sang bos untuk turun.


"Silahkan, bos." Ucapnya penuh semangat.


"Sssst... Jangan keras-keras, Sam. Kau tidak lihat, kalau istriku sedang tidur." Tutur Dav dengan sangat pelan. Karena ia tidak ingin membangunkan tidur nyenyak sang istri.


"Maafkan saya, bos." Sesal Sam pelan.


Dav hanya mendengus, kemudian ia pun segera turun dan menggendong istri tercintanya itu. "Bawa berkas-berkas itu ke ruang kerjaku, setelah itu kau boleh pulang." Perintah Dav sebelum ia melangkahkan kedua kakinya memasuki mansionnya.

__ADS_1


Sam hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu setelah itu ia pun segera mengambil berkas-berkas tadi, kemudian ia pun segera berjalan membawa kakinya memasuki mansion bosnya tersebut.


"Selamat datang, tuan." Sambut si kepala pelayan membuat Dav langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap tajam si kepala pelayan itu.


"Apa kau tidak bisa mengecilkan volume suaramu? Kau tidak lihat jika istriku.... " Ucapan Dav tercekat di tenggorokan ketika ia mendengar suara istri tercintanya.


"Emm kita sudah sampai? Kenapa kamu tidak membangunkanku?" Tanya Elena dengan suara khas bangun tidurnya.


"Iya, sayang. Aku memang sengaja tidak membangunkanmu, karena aku tidak ingin mengganggu tidur nyenyakmu. Tapi sekarang kamu malah bangun hmm." Ucap Dav dengan nada bicara yang terdengar sangat lembut, sangat berbeda jauh saat tadi dia berbicara kepada kepala pelayannya itu.


"NO! Baby. Aku tidak akan menurunkanmu di sini, aku akan menggendongmu sampai kamar kita, jadi sebaiknya kamu diam dan menurut pada suami tampanmu ini. Mengerti." Ucap Dav dengan tegas.


"Baiklah, aku mengerti dan aku akan menuruti ucapan suamiku yang tampan ini." Jawab Elena sambil mencubit gemas hidung mancung suaminya itu. "Ayo jalan, sayang. Istrimu ini ingin segera tidur di kasur yang empuk dan nyaman." Ucap Elena yang mendapat kekehan pelan dari suaminya.

__ADS_1


"Baiklah, baby. Aku juga sudah tidak sabar untuk tidur di samping istriku yang cantik seperti bidadari ini." Jawab Dav membuat Elena tertawa pelan. Suaminya ini semakin hari semakin pintar menggombal saja.


Dav kembali melangkahkan kedua kakinya menuju anak tangga meninggalkan tiga pelayan dan juga kepala pelayan yang menyaksikan drama romantis mereka seperti biasanya.


"Sudah selesai dramanya. Kalian bubarlah." Perintah kepala pelayan itu.


"Hmm padahal masih pengen lihat, tapi malah Bersambung. Gak seru banget sih." Ucap salah satu pelayan sambil berjalan melangkahkan kakinya menuju tempat para pelayan itu beristirahat.


"Jangan berlebihan. Setiap hari juga selalu melihat drama mereka. Ah aku jadi ingin memiliki suami seperti tuan Dav. Pasti aku akan sangat bahagia." Sahut teman si pelayan itu sambil mulai berkhayal memiliki suami seperti tuannya.


"Mimpi! Suami seperti tuan Dav itu sangat langka. Hanya ada satu di antara sepuluh ribu laki-laki di dunia ini."


"Bermimpi itu tidak ada larangannya, jadi bermimpilah setinggi langit, siapa tahu mimpimu bakalan jadi kenyataan." Ucap teman si pelayan itu membuat teman lainnya tertawa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2