
Setelah selesai melakukan olah raga paginya, Dav langsung menggendong sang istri kemudian ia berjalan menuju kamar mandi. Elena hanya pasrah, ia sudah merasa sangat lelah akibat ulah suami bucinnya itu.
Dav menurunkan sang istri ketika ia sudah tiba di dalam kamar mandi, ia tersenyum kemudian mengelus lembut wajah cantik sang istri yang terlihat lelah itu.
"Sayang, apa kamu sangat lelah?" Tanya Dav begitu lembut.
Elena mendengus kesal, pertanyaan suaminya itu sangat konyol sekali, tanpa di tanya pun seharusnya suami bucinnya itu sudah tahu, bahwa dirinya sangat kelelahan akibat ulahnya itu.
"Apa kamu tidak lihat? Tubuhku terasa remuk gara-gara kamu tadi." Jawab Elena sembari mencubit gemas hidung mancung suami bucinnya itu.
Dav terkekeh pelan, kemudian ia mengecup kening istri kesayangannya itu dengan mesra. "Maaf sayang, aku terlalu bersemangat tadi." Ucap Dav sembari membawa sang istri ke dslam pelukannya.
"Hmm, jangan di ulangin." Seru Elena sambil mengercutkan bibirnya membuat Dav merasa gemas.
"Iya, sayang. Aku tidak akan mengulanginya lagi." Jawab Dav sambil memperlihatkan senyuman manisnya. "Yasudah, sekarang kita mandi dulu ya, sayang. Biar aku yang memandikanmu, ok." Sambungnya masih dengan senyumannya yang manis se manis madu.
__ADS_1
"Baiklah, tapi kamu jangan melakukan itu lagi, ya." Ucap Elena membuat Dav terkekeh dengan pelan.
"Tidak akan, sayang. Kamu tenang saja, meskipun aku masih ingin melakukan itu, tapi aku tidak akan melakukannya sekarang." Jawab Dav tanpa mengubah nada suaranya yang begitu lembut dan halus.
Elena hanya mengangguk, kali ini ia mempercayai ucapan suami bucinnya itu. Sementara Dav, ia langsung bersemangat untuk memandikan istri kecil kesayangannya itu.
***
Waktu berlalu begitu cepat, honeymoon untuk pasangan penangtin baru itu pun telah usai, keduanya sudah kembali ke kotanya dengan wajah yang sangat amat cerah. Apalagi, Dav. Ia terlihat begitu bahagia luar biasa.
Berbeda dengan pasangan pengantin baru pulang honeymoon itu, wajah Sam nampak lesu, matanya seperti mata panda akibat kurangnya tidur karena harus menghandle semua pekerjaan bos bucinnya itu. Bosnya itu sama sekali tidak ingin di ganggu meksipun hanya saru detik saja. Berlebihan emang, tapi itulah Dav, si mafia bucin tingkat dewa.
Sam yang menyetir mobilpun sekilas melirik ke arah kaca spionnya, kemudian ia menjawab. "Semuanya baik-baik saja, bos. Jadi anda tidak perlu khawatir."
"Hmmm baguslah, kau memang dapat ku percaya." Ucap Dav sambil memeluk pinggang sang istri dari samping.
__ADS_1
"Aku mau tidur sebentar, kalau sudah tiba, bangunkan aku." Ucap Dav sembari menutup kedua bola matanya menyusul sang istri ke dalam mimpi indahnya.
Sam hanya mengangguk dengan tatapan mata lurus ke depan menatap jalanan ibu kota Jakarta.
***
Mansion Dav.
Mobil yang di kendarai oleh Sam pun sudah tiba di kediaman bosnya. Dengan sangat hati-hati, Sam pun memarkirkan mobil tersebut, kemudian ia mematikan mesin mobilnya, lalu turun dan segera membukakan pintu mobil untuk bosnya tersebut.
"Silahkan, bos." Ucap Sam setelah ia membuka pintu mobil itu. Dav yang sudah terbangun dari tidurnya pun hanya berdehem pelan, sementara sang istri, ia masih tertidur pulas di pangkuannya.
Dav tersenyum, ia tidak berniat untuk membangunkan istri tercintanya itu, ia keluar dari dalam mobilnya dengan menggendong sang istri. "Kau boleh pulang, Sam. Istirahatlah, besok kita akan pergi ke markas." Perintah Dav yang mendapat anggukkan kepala dari Sam.
"Kalau begitu saya permisi dulu, bos."Pamit Sam sebelum bosnya itu melangkahkan kedua kakinya memasuki mansionnya. Dav mengangguk, setelah itu, Dav pun melangkahkan kedua kakinya memasuki mansionnya.
__ADS_1
Sebelum Sam pergi, ia terlebih dahulu menurunkan koper milik pasangan suami istri itu, lalu menyuruh si pak satpam untuk menbawanya masuk. Setelah itu, Sam pun langsung bergegas melangkahkan kedua kakinya memasuku mobilnya. Sam langsung melajukan kendaraan roda empat menuju suatu tempat yang biasa ia datangi saat pekerjaannya selesai.
Bersambung.