Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Maunya Ikan Bakar


__ADS_3

Menunggu pesanannya hingga satu jam, membuat Elena kembali menghampiri suaminya. Elena berdiri dan menatap kesal sang suami, sementara sang suami yang menyadari tatapan mata dari sang istri pun seketika menoleh, lalu tersenyum.


"Kenapa, sayang?" Tanya Dav selalu lembut dan halus.


Elena menghela nafasnya kasar, ia bersidekap dengan mata yang masih menatap suaminya kesal.


"Sayang, aku laper. Kenapa Sate nya belum datang juga? Aku sudah nunggu selama satu jam loh, sayang. Kamu mau bikin aku mati kelaperan ya?!" Seru Elena dengan nada suaranya yang ketus membuat Dav seketika mengernyitkan keningnya bingung. Biasanya sang istri tidak pernah berkata ketus seperti itu, sang istri selalu sabar dan selalu berkata lembut kepada dirinya. Namun mengapa akhir-akhir ini sang istri menjadi tidak sabaran dan cepat marah? Apakah sang istri sedang PMS?


Dav lalu beranjak dari kursi kebesarannya, tangannya mengelus lembut pucuk kepala sang istri tak lupa ia juga memberikan kecupan mesranya di kening sang istri. "Sebentar lagi, sayang. Kamu sabar ya." Ucap Dav tanpa mengubah nada bicaranya yang lembut dan halus


"Hmm, kalau begitu pesenin aku makanan yang lain aja, aku udah gak mau makan sate, kelamaan." Seru Elena masih bernada ketus.


Dav tersenyum, ia kembali mengelus pucuk sang istri lembut. "Yasudah, kamu mau makan apa, sayang? Biar aku pesankan."


"Ikan bakar yang ada di perempatan, dekat tukang bakso malang. Sama minumannya lemon tea." Ucap Elena sambil memperlihatkan senyumannya yang manis. Untung saja kali ini permintaan sang istri sangat mudah, membuat Dav dapat bernafas dengan lega.


"Baiklah, sayang. Kamu duduk lagi ya, biar aku minta Sam untuk memesannya sekarang. Ah sepertinya aku juga mulai lapar." Dav mengecup kening istri tercintanya, lalu membawa sang istri kembali untuk duduk di atas sofa yang berada di dalam ruangannya.


Elena menurut, ia pun duduk sembari menatap suaminya. "Temani aku duduk." Pintanya manja membuat Dav sangat gemas.

__ADS_1


"Baiklah, nanti aku temani kamu ya, sekarang aku mau minta Sam untuk pesan ikan bakar untukmu, ok." Jawab Dav selalu saja lembut.


Elena hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Sementara itu, Dav kembali berjalan menuju meja kerjanya, untuk mengambil ponsel miliknya.


Dav segera menghubungi Sam, ia kembali memerintahkan Sam untuk memesan makanan yang di minta istrinya tadi.


"Sam, pesankan aku ikan bakar, sama lemon tea dua yang berada di perempatan jalan, dekat bakso malang. Sekarang." Perintahnya dengan tegas.


"Tapi, bos. Sate yang di pesan oleh anda tadi sudah tiba di lobi...."


"Bawa saja sate nya kemari, lalu pesankan lagi ikan bakar seperti yang bilang, jangan pake lama." Sela Dav membuat Sam seketika menghela nafasnya kasar.


"Sayang, sate nya sudah datang, sebentar lagi Sam akan membawanya kemari." Ucap Dav setelah ia duduk di samping sang istri.


"Hmm tapi aku tetap mau makan ikan bakar sayang." Sahut Elena manja.


"Iya, sayang. Ikan bakarnya sedang di pesan, jadi, sabar ya." Ucap Dav sembari memberikan ciuman mesranya di kening sang istri. Elena hanya mengangguk pelan, sementara Dav, ia mulai memeriksa berkasnya.


Beberapa menit kemudian, pintu ruangan Dav pun di ketuk oleh seseorang.

__ADS_1


"Masuk." Perintah Dav datar.


Sam yang mengetuk pintu ruangan bosnya pun masuk sambil membawa sate yang di inginkan oleh istri bosnya tadi. Sam berjalan menghampiri bosnya, kemudian ia menaruh sate itu di atas meja.


"Ini bos satenya." Ucap Sam pelan.


"Hmmm. Kau boleh keluar." Sahut Dav sekilas melirik ke arah Sam. Sam mengangguk, ia pun berniat untuk melangkahkan kedua kakinya, namun, niatnya terhenti ketika ia mendengar ucapan Elena.


"Sayang, buat siapa satenya? Aku kan pengen makan ikan bakar." Ucap Elena manja.


"Aku tahu sayang. Ikan bakarnya sedang di pesan, kamu cobain satenya dulu ya, tadi kan kamu bilang lapar." Jawab dav lembut seraya mengelus wajah cantik istrinya.


"Tapi, aku udah gak mau makan sate sayang, kamu saja yang makan. Atau kasih saja sama unle Sam." Ucap Elena kesal.


"Ok. Baiklah, satenya aku yang makan sama Sam. Jangan kesal lagi, ya. Sebentar lagi ikan bakarnya akan di antar." Sahut Dav masih dengan nada suaranya yang sangat lembut dan halus. Elena mengangguk pelan, sementara Dav, ia langsung menatap Sam dan berkata. "Makan dulu satenya. Aku juga akan makan."


Sam mengangguk, ia pun duduk lalu setelah itu, Dav dan juga Sam pun mulai menyantap sate itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2