Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Penyerangan


__ADS_3

Dav melajukan kendaraannya dengan sangat cepat, secepat pembalap profesional yang sedang bertanding dengan para lawannya. Dav tidak menghiruakan si pak supir yang telihat gemetaran menahan rasa takut, apalagi jalanan ini adalah jalanan neraka yang sangat berbahaya di tambah dengan beberapa mobil yang mengikutinya dari belakang, seakan-akan mereka sedang mengantarkan Dav ke lubang kematian.


Beberapa mobil itu terus menerus mengejar mobil yang di lajukan oleh Dav, bahkan salah satu di antara mereka mulai melesatkan tembakkannya ke arah mobil Dav, namun sayangnya tembakkannya tidak tepat sasaran sehingga membuat para penjahat itu mendengus penuh amarah.


"Sialan.... Kita harus membunuhnya sekarang. Atau kita akan mati di tangan si bos iblis itu." Ucap salah satu penjahat yang sedang mengemudikan kendaraannya.


"Tenang saja, dia pasti tidak akan selamat, karena jalanan ini adalah jalanan yang paling berbahaya di kota ini. Kita hanya perlu membuat dia hilang kendali, maka dia akan mati dengan sendirinya."


"Dasar bodoh! Dia bukan orang sembarangan, lihatlah bagaimana dia membawa mobilnya, bahkan tembakkan yang kau lepaskan tadi pun sama sekali tidak dapat mengenai ujung mobilnya." Geram si penjahat itu sambil terus menambah kecepatan mobilnya. "Tembak terus! Ingat. Misi kali ini harus berhasil." Perintahnya dingin.


"Iya aku mengerti." Si penjahat itu mulai melepaskan tembakkannya lagi, namun sayangnya tembakkannya sama sekali tidak tepat sasaran karena Dav begitu lihai mengendarai mobilnya. Penjahat itu kembali melepaskan beberapa tembakkannya, ia juga mengintruksikan pada teman-temannya yang lain untuk menembak mobil yang ada di hadapannya itu.


Dav yang mendapat banyak serangan sedikit kesusahan, apalagi saat ini ia sama sekali tidak membawa pistol kesayangannya, sehingga membuat dirinya hanya dapat menghindari tanpa adanya perlawanan.


"Sial. Mereka terlalu banyak. Aku tidak mungkin menghubungi Lucas ataupun Sam. Satu-satunya cara adalah memutar mobil balik ini." Ucap Dav hati. Dav mulai memutar balik mobilnya, satu tembakkan tepat mengenai kaca mobil belakang, namun itu tidak membuat Dav khawatir ataupun takut sama sekali, Dav justru menyunggingkan seringai liciknya, ia mulai melajukan kendaraannya dengan tidak stabil dengan kecepatan yang sangat cepat membuat si para penjahat kesusahan mengontrol mobilnya sendiri.


"Sialan... Dia sengaja ingin membuat kita mati semua di sini." Geram si penjahat sambil berusaha untuk menghindari mobil Dav yang seperti kesetanan itu.


"Kenapa tidak kita tabrak saja, bukankah itu akan..."


"Dasar bodoh! Meskipun kita menabrak mobilnya, tapi posisi kita sangat tidak menguntungkan, bukannya dia yang mati, tapi justru kita yang akan mati."


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Kita harus.... "


"Awas.... "

__ADS_1


"Aaaaaaagrhhh... Sialan.... Dasar iblis.. "Teriak si penjahat ketika mobilnya di tabrak oleh Dav dengan kecepatan yang sangat amat cepat membuat mobil si penjahat itu terbalik hingga mengenai tiang listrik.


Dav kembali menyeringai, satu mobil sudah ia kalahkan sekarang tinggal dua mobil yang tersisa. "Sekarang giliran kalian." Ucapnya dingin.


Doooor.....


Belakang mobil Dav terkena tembakkan, Dav tertawa, tawanya begitu menyeramkan, bahkan si pak supir itu sampai meringkuk ketakutan. "Ingin membunuhku! Tidak semudah itu." Ucap Dav kembali memutar mobilnya lalu melajukannya ke arah dua mobil penjahat itu.


Door... Door.... Door....


Para penjahat itu terus menerus melepaskan tembakkannya, hingga akhirnya dua tembakkan yang mereka lepaskan tepat mengenai ban mobil Dav, membuat mode iblis dalam diri Dav seketika menyelimuti dirinya.


"Brengsek!" Seketika mobil Dav berhenti, dengan amarah yang membara Dav pun turun dari mobilnya, begitupun juga dengan para penjahat itu. Mereka tersenyum puas. Mereka berpikir mereka dapat membunuh Dav dengan mudah, karena Dav sama sekali tidak membawa senjata tajam mau pisau.


Dooor...


Secepat kilat Dav berlari ke arah penjahat itu, kemudian ia menendang perut dan merampas pistol penjahat tersebut, Dav menyeringai, kemudian ia menembak mati si penjahat yang sudah tersungkur di bawah.


"Bagaimana ini! Dia sangat menakutkan, lebih baik kita kabur saja."


"Tidak bisa! Kita harus membunuhnya sekarang."


"Bodoh! Apa kau pikir dengan kemampuannya itu kita bisa membunuhnya hah! Lihatlah teman-teman kita yang sudah mati di tangannya. Apa kau ingin mati juga?"


"Argh... Sialan. Dia benar-benar seperti iblis."


"Sebaiknya kita.... "

__ADS_1


"Ingin kabur! Tidak semudah itu." Ucap Dav dingin dengan aura membunuhnya yang kuat membuat kedua penjahat itu ketakutan. "Ckk... Dasar pengecut! Sebelum memutuskan menjadi pembunuh, seharusnya kalian siapkan mental kalian terlebih dahulu dan cari tahu siapa orang yang akan kalian bunuh." Dav mengangkat pistolnya, lalu mengarahkannya ke arah dua penjahat itu. "Pergilah ke neraka."


Doooor....


"Aaaaarghhhh... "


Satu tembakkan melesat tepat mengenai kepala salah satu penjahat itu membuatnya tersungkur dan meregang nyawanya di tempat.


"Aaah am,,, ampuni aku.... Tolong jangan bunuh aku, aku masih memiliki keluarga, putriku sangat kecil dia masih membutuhkanku,tuan...." Ucap si penjahat sambil bersujud memohon ampunan kepada Dav si mafia berdarah dingin itu.


"Oh! Apa aku harus mengampunimu?" Tanya Dav dingin.


"Tu,,, tuan.... Jika tuan mengampuni saya, saya pasti akan menuruti semua perintah tuan."


"Oh! Sayangnya aku tidak membutuhkannya. Jadi sebaiknya kau pergi ke neraka saja." Ucap Dav kemudian melepaskan satu tembakkannya di kaki kanan si penjahat itu.


"Aaaarghhhh... Mohonn ampuni aku tuan, jika tu,, tuan.. Mengampuniku, aku,,,aku akan memberitahukan siapa yang menyuruhku untuk membunuh tuaaan..."


Dav menyeringai, kemudian ia kembali melepaskan tembakkannya di lengan si penjahat itu.


Doooor....


"Aaaaarghhhh.." Si penjahat itu kembali berteriak kesakitan, manusia yang ada di hadapannya itu seperti iblis, tak punya perasaan sama sekali.


"Aku tebak, kau adalah orang yang di suruh Alex untuk membunuhku bukan." Ucap Dav dingin, membuat si penjahat itu terkejut, namun tetap menganggukkan kepalanya. Dav tertawa, tawanya begitu menakutkan membuat si penjahat itu ketakutan. "Sudah ku duga, dialah orangnya." Batin Dav sambil mengepalkan satu tangannya kuat. "Katakan padanya, jika ingin membunuhku, hadapi aku sendiri, jangan mengirim para sampah seperti kalian." Ucap Dav dingin lalu pergi meninggalkan si penjahat itu begitu saja.


Penjahat itu menghela nafasnya lega, ia merasa beruntung karena setidaknya nyawanya selamat. Sementara itu, Dav langsung merogoh ponselnya, kemudian ia segera menghubungi Sam, dan memintanya untuk mengantarkan mobil ke tempatnya saat ini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2