
Lima belas menit, Sam sudah berada di lokasi di mana bosnya kini berada. Ia terkejut ketika melihat beberapa mayat dengan luka tembakkan yang tergeletak di jalanan yang sepi itu.
"Bos! Apa yang terjadi?" Tanya Sam cemas sambil menelisik sekelilingnya. "Anda tidak apa-apa kan bos?" Tanyanya khawatir.
"Apa kau pikir aku yang seorang bos mafia nomor satu akan kenapa-kenapa?" Ucap Dav sambil menatap Sam datar. "Sudahlah jangan banyak tanya, berikan aku kunci mobilnya sekarang."
"Biar saya antar anda bos."
"Tidak perlu! Kau tunggu di sini, sebentar lagi Lucas dan yang lainnya akan datang. Dan kau... Cari supir baru untukku, yang bisa bela diri, tidak pengecut seperti dia." Ucap Dav sambil menunjuk si pak supir yang masih terdiam di tempatnya dengan tubuh gemeteran.
"Baik, bos." Jawab Sam sambil melirik sekilas si pak supir itu. "Tapi bos... Apa anda tega meninggalkan saya sendirian di tempat seperti ini, lihatlah pepohonan yang rindang itu, mayat-mayat itu, bagaimana kalau mereka bangkit dan jadi zombie? Bukankah itu sangat mengerikan." Ucap Sam sambil mengusap tengkuknya yang terasa merinding.
"Kau pikir, kau sedang bermain flm, Sam? Dasar bodoh! Kalau mereka jadi zombie, mereka juga tidak akan menggigitmu, karena mereka tahu siapa dirimu."
"Bos jangan becanda! Bagaimana kalau di sini ada hantunya bos? Jalanan ini sangat menyeramkan, bahkan jalanan ini sering terjadi kecelakaan dulu, bagaimana... "
__ADS_1
"Berhenti berpikir yang aneh-aneh, Sam! Kau ini bukan anak kecil juga bukan seorang pengecut, untuk apa kau takut heh!"
"bukan begitu bos, saya hanya merasa ada yang sedang mengawasi kita, tapi...."
"Sudahlah kau diam saja." Sela Dav sambil memberikan tatapan horornya. Bagaimana pun juga, ia juga merasa sedang di awasi oleh sepasang mata. Namun ia sangat yakin jika yang mengawasinya bukanlah manusia, tetapi sosok mahluk halus penguasa jalanan itu, tapi Dav meyakinkan dirinya sendiri bahwa mahluk halus itu tidak pernah ada.
"Bos.... I,,, itu.... Ap,,, apa bos.... "Sam langsung bersembunyi di balik tubuh kekar bosnya. Sepertinya ia tadi melihat sesuatu yang aneh yang membuat bulu kuduknya berdiri seketika.
"Jangan menakutiku, bodoh! Menyingkirlah, kau hanya salah lihat." Ucap Dav sambil berusaha untuk tetap tenang, karena sebenarnya ia pun melihat sesuatu yang sangat mengerikan. "Astaga... Aku harus segera pergi dari jalanan sialan ini." Batin Dav sedikit takut. Meskipun dia mendapat julukan mafia berdarah dingin, tidak pernah takut dengan siapapun, tetapi kalau urusannya dengan mahluk halus, dia tetap saja merasa takut. Bagaimanapun juga dia seorang manusia, yang memiliki kelemahan.
"Booos..... A,,, apa anda, me,,, melihatnya... " Bisik Sam ketakutan.
"Masuk ke mobil." Perintah Dav sambil melangkahkan kakinya dengan cepat, kemudian ia masuk.
"Booos... Tunggu... "Sam segera melesat menuju mobilnya. Tanpa menunggu perintah dari sang bos, Sam langsung melajukan kendaraannya dengan sangat cepat, bayangan perempuan menyeramkan itu terus menghantui isi kepalanya begitu pun juga dengan Dav.
__ADS_1
Dav benar-benar tidak menyangka seumur hidupnya ia akan di pertemukan dengan mahluk mengerikan itu, selama ini Dav hanya dapat melihatnya dari televisi saja.
"Booos... Sepertinya ada yang ketinggalan." Ucap Sam sambil berusaha mengingat apa yang dia tinggalkan di tempat mengerikan itu.
"Aku juga merasa ada yang ketinggalan!" Jawab Dav sambil berpikir.
"Si pengecut itu masih di sana." Ucap Dav sambil menatap Sam.
"Astaga... Apa kita perlu balik lagi ke sana bos?"
"Kau saja yang balik ke sana."
"Tidak berani bos. "
"Sudahlah, sepertinya Lucas dan yang lainnya sudah tiba di tempat sialan itu." Ucap Dav sambil memijat pelipisnya. "Lebih cepat lagi bawa mobilnya, Sam." Perintah Dav sambil menatap tajam asistennya itu. Sam hanya mengangguk, kemudian ia pun segera menambah laju kecepatannya.
__ADS_1
Bersambung