Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Melepaskannya dengan mudah


__ADS_3

Setelah selesai menggganti pakaiannya, Elena langsung menghampiri suaminya. Terlihat suaminya itu sedang memainkan ponselnya dengan serius sehingga ia tidak menyadari akan kehadiran sang istri yang sudah berdiri di hadapannya.


"Apa kamu sedang sibuk?"Tanya Elena penasaran.


Dav yang mendengar suara istrinya pun seketika menghentikan aktifitasnya dari benda pipih itu, ia mendongak menatap sang istri lekat. "Benar dugaanku, dia sangat cantik memakai gaun ini. Ini semua salah si Samson."Batin Dav kesal karena melihat penampilan istrinya yang sangat cantik.


Elena melambaikan tangannya di hadapan wajah suaminya. "Dav... Kenapa malah melamun?" Tanyanya membuat Dav kembali ke alam sadaranya.


"Tidak apa_apa, sayang. Aku hanya terpesona oleh kecantikanmu saja."Ucap Dav lembut membuat wajah cantik Elena merona seketika. "Dress itu sangat cocok untukmu, sangat cantik. Aku jadi tidak rela membiarkanmu pergi keluar hmm."Sambung Dav sambil berdiri mendekati sang istri.


"Jangan berlebihan. Aku keluar bersamamu, jadi aku jamin gak akan ada laki_laki yang berani melirikku. Bukankah mereka tahu siapa kamu hmm."


"Tetap saja aku tidak rela."Bisik Dav sambil memeluk pinggang ramping sang istri. "Apa sebaiknya kita menginap lagi di sini. Sepertinya itu bukan...."


"Tidak bisa, Dav. Besok aku harus pergi kuliah." Jawab Elena cepat.

__ADS_1


"Baby, apa kamu lupa kita baru saja menikah? Aku tidak mengizinkanmu pergi kemanapun termasuk ke kampus. Mengerti." Tegas Dav tanpa melepaskan pelukannya.


Elena menghela nafasnya pelan, ia memang lupa kalau sekarang dirinya adalah seorang istri. "Jangan menghela nafas seperti itu, sayang. Aku tidak suka."Bisik Dav sambil menciumi ceruk leher milik istrinya.


"Kamu juga jangan seperti ini, Dav."Lirih Elena berusaha untuk menjauhkan dirinya dari suaminya.


"Memangnya kenapa, sayang? Aku suka seperti ini hmmm."Sahut Dav dengan suara yang terdengar berat.


"Tapi aku sangat tidak nyaman, Dav. Jadi berhentilah." Ucap Elena pelan. Ia memang merasa tidak nyaman dengan kelakukan suaminya itu. Perasaannya kembali kacau, gelenyar aneh mulai merasuki tubuh Elena. "Kita harus segera pergi dari sini." Elena tetap berusaha untuk melepaskan diri dari suaminya itu.


***


Mansion.


Seorang perempuan cantik tengah duduk manis di atas sofa ruang tamu sambil menikmati jus favoritnya. Perempuan itu terlihat sangat tidak sabar menantikan kedatangan pemilik mansion yang ia datangi saat ini.

__ADS_1


Sementara itu, para pelayan yang sangat mengenal perempuan itu pun hanya saling melempar pandangannya satu sama lain. Mereka berpikir mungkin saja perempuan itu datang untuk memberikan selamat kepada tuannya, atau lebih tepatnya mantan kekasih perempuan cantik itu.


"Kasihan ya nona Alisha, dia harus kehilangan tuan Dav dan harus menerima tuan Dav sebagai suami perempuan lain."Ucap salah satu pelayan yang mulai menggosipkan Alisha. Ya perempuan cantik yang tengah duduk manis di atas sofa itu adalah Alisha, mantan kekasih Dav.


"Menurutmu, kenapa tuan Dav memutuskan hubungannya dengan nona Alisha dan menikahi nona Elena? Apakah nona Elena itu seorang perebut kekasih orang lain?"


"Hus.. Jangan sembarangan kalau bicara. Menurutku nona Elena itu tidak seperti yang kamu ucapkan. Jelas_jelas kita semua tahu, jika tuan Dav lah yang mengekang nona Elena, dan juga tuan Dav lah yang memaksa nona Elena untuk menikah dengannya. Dan aku pikir hubungan tuan dengan nona Alisha berakhir itu karena kesalahan nona Alisha sendiri." Jelas salah satu pelayan yang memang sudah lama bekerja di mansion itu.


"Tapi tetap saja aku merasa kasihan sama nona Alisha. Dia itu perempuan baik, harusnya tuan menikahi nona Alisha bukan nona Elena. Lagian umur tuan Dav dengan nona Elena sangat berbeda jauh, dan menurutku mereka itu tidak cocok." Ucap si pelayan yang memang mendukung percintaan Dav dengan Alisha.


"Memangnya nona Elena bukan perempuan baik? Menurutku perbedaan umur bukanlah masalah besar, dan menurutku mereka adalah pasangan yang sangat serasi, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing_masing. Kalau kamu masih ingin bekerja di sini, lebih baik kamu jaga ucapanmu, jangan sampai terdengar oleh tuan Dav." Tegas si pelayan yang sudah lama bekerja di mansion itu.


"Kalian jangan bergosip di sini. Cepat kerjakan pekerjaan kalian." Ucap kepala pelayan yang mendengar pertengkaran mereka berdua. Kedua pelayan itu pun segera pergi, mereka sangat terkejut karena obrolan mereka di dengar oleh kepala pelayan itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2