Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Kelahiran baby Elleiana( Happy Ending)


__ADS_3

Rumah sakit.


Ruang Bersalin.


Wajah Dav terlihat sangat khawatir menyaksikan persalinan sang istri. Apalagi ketika melihat sang istri yang meringis kesakitan, tentu saja hal itu membuat Dav semakin khawatir. Beberapa kali Dav mengecup kening sang istri berusaha untuk memberikan kehangatan dan ketenangan kepada sang istri, namun tetap saja sang istri meringis ketika perutnya terasa nyeri.


"Bertahanlah sayang, sebentar lagi anak kita akan keluar." Ucap Dav seraya menggenggam erat tangan sang istri. Cakaran dari sang istri sama sekali ia tidak perdulikan meskipun terasa sedikit perih, cakaran itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang rasakan oleh istrinya tersebut.


"Dok, kenapa bayinya tidak keluar juga. Kasihan istri saya, dok." Keluh Dav kepada dokter kandungan itu.


"Belum saatnya pak. Bersabarlah, ini baru pembukaan ke tujuh." Ucap sang dokter membuat Dav mengernyitkan keningnya tidak mengerti.


"Apa itu dok, kenapa harus ada pembukaan segala? Apakah tidak bisa langsung melahirkan saja. Kasihan istri saya sudah kesakitan sedari tadi." Oceh Dav membuat dokter itu sedikit pusing menghadapinya.


"Pak, jika anda merasa kasihan terhadap istri anda, sebaiknya anda tunggu saja di luar." Saran dokter itu sambil menatap Dav.


"Dokter ngusir saya? Kalau saya keluar siapa yang akan mendampingi istri saya? Lagian kalau saya keluar apakah bayinya akan langsung keluar juga?" Tanya Dav sambil memberikan tatapan matanya yang tajam kepada dokter itu.


"Bukannya mengusir, pak. Tapi..."


"Dokter sudahlah, anda tidak perlu menanggapi suami saya. Biarkan saja." Sela Elena dengan nada suaranya yang lemah.

__ADS_1


"Sayang, kalau kamu masih mau tetap di sini menemaniku, sebaiknya kamu diam saja ok. Karena kalau kamu terus mengoceh itu akan membuatku pusing." Ucap Elena kepada Dav.


"Maaf sayang, aku terlalu mengkhawatirkanmu. Aku janji, aku tidak akan mengoceh lagi, ok." Sahut Dav seraya mengusap pucuk kepala istri tercintanya itu. Elena hanya tersenyum tipis, Elena sangat mengerti jika sang suami bersikap seperti itu karena terlalu mengkhawatirkan dirinya. Namun, ketika ia mendengar setiap ocehan yang di keluarkan dari mulut sang suami, membuat dirinya merasa semkin pusing.


***


Suara tangis bayi terdengar begitu menggema di telinga orang-orang yang berada di dalam ruang persalinan itu. Elena terlihat sangat pucat, tenaganya sudah terkuras habis demi sang buah hati agar keluar secara normal.


Bahagia yang luar biasa di rasakan oleh Dav, suami bucinnya Elena. Akhirnya baby mungil yang di tunggu-tunggu selama ini, hadir dengan keadaan sehat walafiat. Bahkan suara tangis bayi itu terdengar sangat kencang.


"Sayang, bayi kita sudah lahir." Ucap Dav sembari melayangkan kecupannya di kening sang istri.


"Iya, sayang." Sahut Elena masih lemah.


Elena dan juga Dav hanya menganggukkan kepalanya pelan, tak lupa dengan senyuman keduanya yang selalu melekat di wajahnya.


"Mohon maaf pak, biar saya periksa dulu keadaan bu Elena." Ucap sang dokter seraya menghampiri Elena yang masih terbaring lemah di atas brankar.


Dav hanya mengangguk, ia pun mulai menyingkir dan membiarkan dokter itu untuk memeriksa sang istri.


Dokter itu mulai memeriksa Elena, bahkan ia pun menjahit area sensitif Elena membuat Dav langsung membulatkan kedua matanya sempurna.

__ADS_1


"Dok, anda mau apain istri saya?" Tanya Dav seraya berdiri di dekat si dokter kandungan itu.


"Saya akan menjahit bagian mis v bu Elena, pak." Sahut si dokter ramah.


"Kenapa harus di jahit, dok? Itu pasti akan sangat menyakitkan untuk istri saya." Protes Dav sambil menatap tajam dokter tersebut.


"Sebaiknya bapak tunggu di luar saja, ya. Biarpun saya menjelaskan kepada bapak, bapak pasti tidak akan mengerti." Ucap dokter itu sedikit kesal.


"Tidak, saya akan tetap di sini." Sahut Dav sambil bersidekap menatap dokter kandungan itu.


"Baiklah, terserah bapak saja." Ucap si dokter kemudian ia melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda gara-gara si bucin tersebut.


Dav kini terdiam dengan mulut tertutup sambil menatap sang istri yang terlihat sangat kesakitan akibat jahitan yang di lakukan oleh dokter kandungan tersebut.


"Tahan ya, sayang." Ucap Dav kembali berjalan menghampiri sang istri dan memberikan kecupan di kening sang istri. Elena hanya berdehem saja, rasa ngilu di bagian area sensitifnya membuat Elena ingin menangis sekencang-kencangnya. Mungkin itu karena dirinya yang baru pertama kali melahirkan dan merasakan sakit yang luar biasa itu.


***


Setelah kelahiran putri cantik yang di beri nama Elleiana Daviena William's, kehidupan rumah tangga Dav dan juga Elena kini semakin bertambhah harmonis dan semakin romantis. Dav yang berperan sebagai ayah serta suami, benar-benar menjaga dua wanita itu dengan sepenuh hatinya. Bahkan tak jarang Dav menghabiskan waktunya bersama istri serta putri kecilnya tersebut.


Elena benar-benar di perlakukan seperti ratu oleh suami bucinnya tersebut, begitupun juga dengan putrinya yang masih bayi itu, bahkan hampir setiap bulan Dav akan membawa mereka liburan ke luar negeri. Bahkan Dav pun membangun sebuah rumah mewah, di pulau terpencil untuk ia berikan kepada putrinya kelak. Dan pulau itupun ia beri nama, pulau EDWIL'S.

__ADS_1


*TAMAT*


Terima kasih buat kalian yang setia menunggu cerita ini hingga selesai, mohon maaf jika endingnya tidak sesuai dengan yang kalian harapkan๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2