Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Sudah melupakannya


__ADS_3

Elena langsung beranjak dari tempar tidurnya, ia berniat untuk pergi ke kamar mandi, namun ia ingat jika di dalam kamar itu, tidak ada sepotong pun baju miliknya. "Aku ingin mandi, emm tolong minta si bibi untuk membawakan bajuku ke sini." Ucap Elena sedikit salah tingkah karena suaminya itu tidak melepaskan pandangannya dari tubuhnya yang sexy.


"Oh, aku pikir kamu akan memintaku untuk memandikanmu hmm." Goda Dav membuat wajah Elena merona.


"Dasar otak mesum..." Dengus Elena sembari melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Mesum sama istri sendiri itu tidak masalah, sayang. Yang penting jangan sama perempuan lain." Ucap Dav setengah berteriak ketika melihat istrinya sudah memasuki kamar mandi. "Astaga.... Kapan aku bisa memakannya? Argh padahal aku sudah membayangkannya semalam, tapi malah gagal. Sangat menyebalkan." Gerutu Dav sambil mengusap wajahnya kasar. "Sebaiknya aku mandi di kamar sebelah saja, daripada nanti aku tersiksa lagi seperti semalam, sangat tidak lucu sekali."Ucapnya ketika bayangan indah tubuh istrinya yang polos telah merasuki otak kecilnya.


"****.... Sepertinya aku harus segera mendinginkan otak mesumku ini. Sebelum juniorku mengamuk lagi seperti semalam. Bisa gila aku." Ucapnya lagi sambil menghela nafasnya yang panjang.


Dav mulai bangkit dari tempat tidurnya, ia kemudian berjalan menuju pintu kamarnya, lalu keluar berjalan menuju kamar yang di tempati oleh Elena dulu. Namun sebelum ia masuk ke dalam kamar itu, ia terlebih dahulu memanggil si bibi memintanya untuk menaruh semua pakaian milik istri kecilnya ke dalam lemari kamarnya. Setelah selesai memberi perintah barulah ia masuk dan berjalan menuju pintu kamar mandi.


***


Elena sudah duduk manis di kursi meja makan. Ia sama sekali belum menyentuh sarapannya, sehingga membuat si bibi yang melihatnya langsung datang menghampirinya.


"Ada apa, non? Kenapa sarapannya tidak di makan?"Tanya si bibi khawatir juga penasaran.


"Tidak apa_apa, bi. Aku sedang menunggu suamiku, bi." Jawab Elena membuat si bibi tersenyum lebar ketika kata suamiku keluar dari mulut manis istri tuannya itu.

__ADS_1


"Yasudah kalau begitu, bibi permisi dulu ya, non." Pamit si bibi yang mendapat anggukkan kepala dari Elena. Setelah itu, si bibi pun langsung pergi membawa kakinya menuju dapur.


Elena meraih ponselnya yang bergetar menandakan adanya pesan masuk. Dan ternyata pesan itu datang dari sahabatnya Sindy. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Elena pun langsung membaca isi pesan itu.


Sindy


Deon sudah tahu tentang pernikahanmu. Dia seperti orang gila mengintrogasiku, karena ingin tahu alasan kamu menikah dengan unclemu.


Elena menghela nafasnya panjang, sudah ia duga Deon pasti mengetahui pernikahannya, secara pernikahannya di adakan secara dadakkan juga di siarkan langsung melalui salah satu stasiun televisi. Namun ntah mengapa perasaan Elena menjadi lebih lega ketika mengetahui bahwa Deon sudah tahu bahwa dirinya sudah memiliki seorang suami.


"Sepertinya perasaanku terhadap Deon sudah menghilang."Ucapnya dalam hati. Kemudian Elena pun membalas pesan yang di kirim oleh Sindy sahabatnya itu.


"Ekhmmm kirim pesan sama siapa, sayang?"Suara lembut suaminya masuk ke dalam telinga Elena.


"Oh. Dia kirim pesan apa sama kamu?" Tanya Dav masih dengan nadanya yang begitu lembut.


"Hanya memberitahuku, jika Deon sudah mengetahui pernikahan kita." Jawab Elena jujur.


"Lalu apa pendapatmu?" Tanya Dav sambil mengelus lembut pucuk kepala istrinya.

__ADS_1


"Maksudmu?" Elena berbalik nanya, ia mengernyitkan keningnya bingung juga tidak mengerti dengan pertanyaan suaminya itu.


"Bagaimana perasaanmu ketika dia mengetahui bahwa kamu sudah menikah denganku?"


"Biasa saja." Jawab Elena membuat hati Dav bersorak gembira.


"Benarkah?"


"Ya. Benar. Justru aku merasa sangat lega sekarang setidaknya dia akan menyerah dan mencari perempuan lain yang jauh lebih baik dariku." Ucap Elena kembali membuat hati Dav tenang juga merasa sangat bahagia karena Elenanya itu sudah benar_benar melupakan cinta pertamanya itu.


"Dav berjongkok, tangannya meraih kedua tangan Elena lalu mengecupnya lembut. "Apakah kamu sudah dapat melupakannya, sayang?" Tanya Dav yang mendapat anggukkan kepala dari istrinya. "Terima kasih, sayang." Dav langsung memeluk tubuh istrinya menghujaninya dengan kecupan hangat di seluruh wajah istrinya. Para pelayan yang menyaksikan drama romantis itu pun saling menyunggingkan senyumannya.


"Mmm sebaiknya kita sarapan dulu." Ucap Elena yang merasa malu karena menjadi tontonan para pelayan di kediamannya.


Dav lansung melepaskan pelukannya, kemudian ia mengecup kening istrinya mesra. "Maafkan aku, karena aku terlalu bahagia, aku jadi melupakan sarapanmu, sayang." Ucapnya merasa bersalah karena sudah melupakan isi perut istri tercintanya.


"Kamu tidak perlu meminta maaf, aku mengerti perasaanmu, Dav."


"Sayang! Kamu selalu melupakan panggilanmu hmm." Seru Dav sambil mencubit gemaa hidung mancung milik istrinya itu.

__ADS_1


"Baiklah suamiku, mari kita sarapan dulu." Ucap Elena sambil terkekeh pelan. Dav menyunggingkan senyumannya, ia kembali mengecup kening istrinya dengan mesra, setelah itu mereka pun memulai sarapannya dengan tenang.


Bersambung


__ADS_2