
Beberapa menit kemudian, telpon yang berada di atas meja kerja Dav pun berbunyi. Dav segera berdiri, lalu berjalan menuju meja kerjanya. Dengan segera Dav pun meraih gagang telpon itu dan menempelkan di telinganya.
"Selamat siang, pak. Pesanan anda sudah datang." Ucap si penelpon yang tak lain adalah resepsionis di perusahaan itu.
"Baiklah, suruh ob antarkan ke ruanganku, sekarang." Perintah Dav selalu bernada dingin.
Setelah itu Dav pun menaruh kembali gagang telpon di tempatnya, ia kembali berjalan menuju sofa, lalu duduk di tempatnya tadi.
"Sayang, ikan bakarnya sudah tiba, sebentar lagi ob akan mengantarnya kemari." Ucap Dav sembari mengelus lembut wajah cantik sang istri.
Elena mengangguk, sungguh ia tidak sabar untuk memakan ikan bakar tersebut, bahkan dengan membayangkannya saja, Elena sudah ngiler, apalagi memakannya langsung.
"Sam, kamu habiskan semuanya. Aku sudah kenyang." Perintah Dav yang mendapat anggukkan pasrah dari Sam. Meskipun Sam lapar, ia juga tidak mungkin menghabiskan tiga puluh tusuk sisa sate itu, namun, karena ia tidak ingin mendapat omelan dari sang bos, ia pun hanya dapat pasrah dan berusaha untuk memasukan sate-sate itu ke dalam perutnya.
Beberapa menit kemudian, pintu ruangan Dav pun di ketuk oleh seseorang.
"Masuk." Perintah Dav sambil menyandarkan kepala sang istri di dada bidangnya.
__ADS_1
Seseorang yang mengetuk pintu itu masuk ke dalam ruangannya, ia segera berjalan menghampiri dengan sebuah bingkisan di tangannya.
"Permisi, pak. Ini pesanan anda." Ucap orang itu yang tak lain adalah ob di perusahaan tersebut.
"Taruh di atas meja." Perintah Dav selalu bernada dingin jika ia sedang berbicara atau pun memerintah orang lain. Ob itu mengangguk, ia pun mulai menaruh bingkisan itu, lalu menatanya di atas piring yang sudah ia bawa.
Setelah selesai, ob tersebut langsung berpamitan kepada Dav, Elena dan juga Sam. Ketiga manusia itu hanya menganggukkan kepalanya secara bersamaan, lalu setelah itu ob tersebut langsung berbalik dan melangkahkan kedua kakinya meninggalkan ruangan sang bos.
"Sayang, ayo di makan." Ajak Dav yang mendapat anggukkan kepala dari Elena.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Elena pun mulai menyantap ikan bakar yang terlihat sangat lezat itu. Rasa ikan bakar itu sangat pas di lidah Elena, ia benar-benar sangat menikmati ikan bakar tersebut membuat Dav tersenyum puas sekaligus bahagia.
"Ini sangat enak, sayang. Kamu jangan minta ya, ini semua biar aku yang habiskan." Sahut Elena membuat Dav terkekeh pelan.
"Iya, aku tidak akan minta, kok. Jadi, kamu makannya pelan-pelan, ya. Jangan terburu-buru seperti itu." Ucap Dav seraya mengelap lembut sudut bibir Elena dengan ibu jarinya.
"Iya, aku akan pelan-pelan, sayang." Jawab Elena sebelum ia kembali menyantap ikan bakarnya. Sam si jomblo sejati itu hanya dapat menghela nafasnya sembari berdoa agar sate yang ia makan segera habis dan dia bisa meninggalkan ruangan yang penuh dengan keromantisan itu.
__ADS_1
"Astaga.... Sate, sate... Cepatlah habis, aku sudah tidak kuat berlama-lama di dalam ruangan ini." Batin Sam sambil mengunyah satenya.
Melihat istrinya yang fokus dengan ikan bakarnya, Dav pun memutuskan untuk memeriksa kembali berkas-berkasnya, sementara sang asisten, masih saja mengunyah sate di mulutnya.
***
Waktu menunjukkan pukul empat sore. Dav mulai merapikan pakaiannya, ia menatap sang istri yang kini sedang tertidur lelap di atas sofa. Dav tersenyum, kemudian ia berjalan menghampiri istrinya.
Dav perlahan jongkok, ia mengecup kening sanf istri mesra. "Dasar kebo, abis makan langsung tidur." Ucapnya seraya mengelus lembut wajah cantik sang istri.
Setelah mengatakan hal itu, Dav langsung mengangkat tubuh Elena, lalu ia pun berjalan menuju pintu ruangannya. Dengan hati-hati, Dav membuka pintu tersebut, kemudian ia pun bergegas keluar meninggalkan ruangan itu.
"Anda mau pulang, bos?" Tanya Sam saat berpapasan dengan bos bucinnya itu.
"Sssst... Jangan keras-keras, nanti istriku bangun." Bisik Dav seraya memberikan tatapan matanya yang tajam kepada Sam.
"Cepat antar aku pulang, sekarang." Perintah Dav yang mendapat anggukkan kepala dari Sam. Setelah itu Dav pun kembali melangkahkan kedua kakinya, begitu pun juga dengan Sam yang mengekori di belakangnya.
__ADS_1
Bersambung.