Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Malu


__ADS_3

Dav menrunkan istrinya ketika mereka tiba di ruang makan, dengan seulas senyuman Dav pun berkata. "Duduklah sayang, malam ini kamu harus makan yang banyak, ya. Agar kamu kuat karena.... "Dav sengaja menjeda ucapannya membuat Elena sedikit mengangkat kedua alisnya membuat Dav mendekatkan wajahnya dan berbisik. "Karena malam ini kita akan melewati malam yang panjang dan penuh gairah. Dan.... "


"Stop! Aku sudah tahu. Jadi sebaiknya kita makan dulu, karena perutku sudah lapar." Sela Elena sambil mendorong pelan tubuh suaminya itu.


Dav terkekeh pelan, "Baiklah, sepertinya aku juga harus makan yang banyak, biar aku..... "


"SAYAAANG!!!" Elena menatap kesal suaminya, sepertinya otak suaminya itu harus di bersihkan, agar tidak memikirkan hal yang berhubungan dengan ranjang melulu.


"Iya, sayang. Aku hanya becanda saja, jangan marah ya." Ucap Dav langsung duduk di kursinya. "Oh iya sayang, minggu besok kita akan pergi berbulan madu, jadi kamu siapkan baju-baju yang akan kita bawa nanti. Ok." Dav kembali berucap sambil menatap istrinya yang tengah sibuk mengambil nasi dan beberapa lauk untuk dirinya.


"Minggu besok? Kenapa mendadak sekali?" Tanya Elena sambil meletakan makanan yang sudah ia ambil di hadapan suaminya.

__ADS_1


"Tidak dadakkan sayang. Karena aku sudah meminta Sam untuk mencari tempat bulan madu kita dari jauh-jauh hari. Jadi! Minggu besok kita pergi semuanya sudah di atur. Mengerti." Ucap Dav sambil mengelus puncak kepala istri tercintanya itu.


"Memangnya kita akan pergi bulan madu kemana?"


"Rahasia." Jawab Dav membuat Elena mendengus kesal. "Nanti kamu juga bakalan tahu, sayang. Biar jadi kejutan untukmu." Imbuh Dav kembali mengusap lembut kepala sang istri.


"Hmm baiklah, aku sangat menantikan kejutanmu untukku. Yasudah sekarang kita makan dulu, nanti lanjut lagi ngobrolnya." Ucap Elena sambil memperlihatkan senyuman manisnya. Dav hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan, setelah itu, keduanya pun mulai makan dengan tenang.


Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, Dav dan juga Elena sudah berada di dalam kamarnya. Saat ini Elena sedang menatap sang suami yang terlihat sangat fokus dengan layar laptop yang ada di hadapannya.


"Jangan menatapku terus, sayang. Nanti aku gak bisa konsentrasi sama pekerjaanku." Ucap Dav yang sadar akan tatapan istri tercintanya itu.

__ADS_1


Elena tersenyum, ia mengecup pipi kanan sang suami, membuat sang suami langsung menoleh ke arahnya. "Biarkan saja, siapa suruh kamu mengabaikanku hmm." Jawab Elena sambil memeluk tubuh suaminya dari samping.


"Bukannya begitu, sayang..." Dav menghela nafasnya panjang, kemudian ia mengecup kening istrinya mesra. "Ada beberapa email dari klien pentingku yang harus aku cek sekarang. Sebentar lagi selesai kok." Sambung Dav kembali memberikan kecupan mesranya di kening sang istri.


"Hmm baiklah, kalau begitu kita tidak jadi melakukan itu, ya." Bisik Elena membuat Dav tertawa pelan. Astaga rasanya Dav ingin sekali melihat wajah lugu istrinya itu, namun sayangnya, sang istri menelusupkan wajahnya di dada bidang sang suami. Ah kenapa juga dia membahas masalah ranjang duluan? Bukankah itu sangat memalukan baginya? Astaga,,, kenapa pikiran Elena mulai tercemari hal-hal yang berbau ranjang? Ini pasti virus yang di sebarkan oleh suami mesumnya itu.


"Melakukan apa sayang?" Dav mengangkat wajah cantik istrinya, ia menatap lekat wajah yang terlihat memerah itu.


"Jangan di bahas lagi, aku jadi malu." Ucap Elena sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. "Ya Tuhan... Ini sangat memalukan sekali. Bisa-bisanya aku berkata seperti itu. Argh... Sangat menyebalkan." Teriak Elena dalam hati.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2