
Elena menatap Sam dengan tajam, jelas_jelas dress itu sangat cocok untuk dirinya, tetapi mengapa Sam bilang jika dia salah membawakan pakaiannya? Apakah Sam sengaja membohonginya? Atau mungkin dress yang ia pegang saat ini memang bukan untuk dirinya, melainkan untuk kekasihnya Sam. Ya mungkin saja Sam salah membawa pakaiannya dan mungkin juga postur kekasih Sam sama dengan postur tubuhnya. Itulah pemikiran Elena saat ini.
"Jadi ini dress siapa? Apakah ini milik kekasihmu, uncle?"Tanya Elena menghilangkan rasa penasarannya.
"Bu...."
"Iya, sayang. Ucapan kamu memang benar. Dress ini milik kekasihnya. Jadi sekarang kamu berikan dress ini kepada Sam. Biar Sam bawakan lagi pakaian untukmu."Sela Dav membuat Sam melebarkan bola matanya sempurna. Bagaiamanapun juga, Sam adalah seorang jomblo sejati. Ia tidak rela bosnya itu menodai kejombloannya yang hampir bertahan selama lima belas tahun itu.
"Ish aku kan bertanya sama dia, kenapa kamu yang jawab."Ucap Elena sambil mencubit gemas lengan suaminya itu.
"Aku hanya mewakilinya, sayang. Kamu tidak tahu jika Sam itu sebenarnya sangat pemalu sekali. Ia tidak ingin orang_orang tahu bahwa dirinya sudah memiliki kekasih." Jawab Dav sambil memperlihatkan senyuman di bibir tipisnya. " Betulkan, Sam." Ucap Dav mengalihkan pandangannya kepada asistennya itu.
__ADS_1
"Dasar bos gak punya hati, seenaknya saja menyuruhku mengakui jika aku memiliki kekasih! Kekasih dari hongkong."Batin Sam kesal. Namun ia tidak dapat membantah ucapan bosnya itu. "Betul, bos."Jawab Sam dengan terpaksa juga sambil menampilkan senyuman kakunya yang membuat orang akan salah paham dan menganggapnya sebagai senyuman maut. Sangat mengerikan.
"Uncle, lebih baik tidak usah senyum deh."Ucap Elena merasa ngeri sendiri melihat senyuman maut yang di berikan oleh asisten suaminya itu.
"Memangnya kenapa, nona? Bukankah senyum itu sama dengan ibadah!" Sam mengerutkan keningnya bingung, jika orang lain selalu menyuruhnya untuk menampilkan senyumannya, tetapi Elena justru malah sebaliknya. "Apa mungkin nona Elena terpesona dengan senyumanku? Lalu dia tidak ingin membuat si bos cemburu. Makannya dia memintaku untuk tidak menampilkan senyumanku karena takut dia akan semakin terpesona oleh senyumanku."Sam membatin dengan rasa percaya dirinya yang tinggi setinggi monas di Jakarta. "Ah sepertinya benar...."
"Senyummu sangat amat menakutkan. Jadi sebaiknya tidak usah senyum daripada membuat orang lain ketakutan."Ucap Elena membuat Sam langsung terjatuh dari ketinggian monas. Sementara itu, Elena langsung melangkahkan kakinya pergi, sedangkan Dav, langsung meledakkan tawanya seketika membuat Sam langsung mendengus kesal. Kesal karena dirinya sudah terlalu percaya diri.
"Aku pinjam dulu."Teriak Elena sebelum masuk ke dalam kamar mandi. Dav hanya bisa pasrah, ia tidak mungkin memaksa Elena untuk mengembalikan dress sialan itu.
Dav kembali menatap Sam, terlihat jelas wajah Sam yang kesal karena ucapan istri kecilnya itu. "Jangan kesal seperti itu, Sam. Menurutku senyuman kamu itu tidak terlalu menakutkan, jadi tetaplah menyebarkan senyumanmu kepada orang_orang. Mengerti" Ucap Dav sambil menepuk pundak asistennya itu.
__ADS_1
"Mengerti, bos."Jawab Sam terpaksa. "Apa katanya tidak terlalu menakutkan? Itu artinya senyumanku memang menakutkan bukan? Ah dasar suami sama istri sama saja. Sama_sama tidak punya perasaan."Batin Sam sambil menghela nafasnya pelan.
"Kenapa kau menghela nafas? Apa aku salah bicara?"Tanya Dav bersidekap menatap tajam asistennya.
"Ah tidak, bos. Kalau begitu saya permisi dulu, bos."
"Hmmm.... Baiklah, masalah pekerjaan aku serahkan semuanya sama kamu. Inget! Dalam tiga hari jangan mengganggu waktuku bersama istriku. Mengerti." Tegas Dav tanpa melepaskan pandangannya dari sang asisten.
"Saya mengerti, bos." Jawab Sam sambil mengangguk pelan. "Kalau begitu saya permisi dulu, bos."Pamit Sam untuk kedua kalinya. Dav hanya menganggukkan kepalanya, lalu setelah itu Sam pun langsung bergegas melangkahkan kakinya pergi. Sementara itu, Dav kembali ke tempat tidurnya, ia menunggu istri kecilnya yang saat ini tengah berganti pakaian di dalam kamar mandi.
Bersambung.
__ADS_1