Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Menikahlah denganku


__ADS_3

Alisha membalikkan tubuhnya, ia segera pergi membawa kakinya keluar dari mansion mantan kekasihnya itu. Alisha pergi dengan membawa luka dan juga kebencian, Alisha tidak akan pernah membiarkan Dav bahagia bersama Elena.


"Kenapa? Kenapa harus kamu, Elena. Kenapa harus kamu yang di cintai oleh, Dav? Kenapa harus kamu yang menjadi orang ketiga di antara hubunganku dengan Dav."Batin Alisha sambil mempercepat langkah kakinya.


Elena masih berdiri mematung di tangga, ucapan Alisha seperti pisau belati yang menusuk jantungnya. Sangat menyakitkan. "Kenapa, kak Alisha membenciku? Bukankah aku tidak melakukan kesalahan apa pun? Seharusnya kak Alisha membenci uncle, karena uncle sudah mengkhianati cintanya."Ucap Elena sambil menatap Dav yang berjalan ke arahnya.


"Ini memang salahku, Elen. Salahku karena mencintaimu."Dav membawa Elena ke dalam pelukannya, mengusap lembut punggung Elena, berusaha untuk membuat Elena tenang. Elena hanya tersenyum kecut, ia sendiri tidak dapat menyalahkan Dav, karena cinta selalu datang dengan tiba_tiba. Tetapi, ia tetap saja tidak bisa menerima kenyataan jika yang di cintai oleh Dav adalah dirinya.


"Iya, ini memang salahmu, Dav. Salahmu karena mencintaiku. Salahmu karena kamu tidak mampu setia pada satu cinta."Lirih Elena. "Sebaiknya, kamu melupakanku, Dav. Aku tidak ingin membuat kak Alisha semakin membenciku. Kak Alisha sudah aku anggap sebagai kakakku sendiri. Aku tidak ingin kehilangan kak Alisha."

__ADS_1


"Elen, lihat aku."Dav melepaskan pelukannya, tangannya menangkup wajah cantik Elena. Megelusnya lembut penuh kasih sayang. "Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu, Elen." Ucap Dav penuh kelembutan. Tatapan matanya mampu membuat detak jantung Elena berpacu dengan sangat cepat, tidak seperti biasanya. Tidak ada kebohongan dari tatapan mata itu, yang ada hanyalah kejujuran.


"Menikahlah denganku, aku pasti akan membuatmu bahagia." Dav kembali berucap tanpa melepaskan pandangannya dari wajah cantik Elena.


"Bagaimana kalau aku tidak mau?"Tanya Elena sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Aku akan memaksamu."Jawab Dav enteng.


"Apa syaratnya?" Tanya Dav lembut.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh menyentuhku sebelum aku jatuh cinta kepadamu."Ucap Elena sambil meraih tangan Dav yang terus menerus mengelus wajahnya."Dalam tiga bulan, jika aku tidak dapat mencintaimu, maka lepaskan aku, biarkan aku memilih pasanganku sendiri. Bagaimana?"Sambung Elena.


"Baiklah, aku setuju."Jawab Dav cepat membuat Elena menautkan kedua alisnya. Ia tak percaya jika Dav akan menerima syaratnya dengan mudah."Karena aku sangat yakin, sebentar lagi kamu akan jatuh cinta kepadaku, Elen."Batin Dav bahagia. Ia tentu saja bahagia, sebentar lagi, Elena akan menjadi miliknya. Meskipun Elena mengajukan syarat yang menyebalkan, meskipun nanti tebakannya salah, tentu saja Dav tidak akan melepaskan Elena. Dav akan membuat Elena menjadi miliknya seumur hidup.


"Secepat itu, kamu menyetujui persyaratan ku?"Tanya Elena tidak percaya.


"Hmm. Apa kamu ingin aku menolak persyaratanmu?"Dav kembali mengelus lembut wajah cantik Elena. "Atau kamu ingin merubah persyaratannya, baby?"Bisik Dav di telinga Elena. "Atau.. kamu ingin aku menyentuhmu seperti pasangan suami istri normal lainnya?"Dav terus menggoda Elena, ia sangat senang jika Elenanya itu terlihat gugup. Sangat menggemaskan. Pikirnya.


"Ti, tidak...."Elena mendorong tubuh Dav, ia berlari menaiki anak tangganya satu persatu. "Argh menyebalkan. Kenapa jantungku jadi deg_degan seperti ini? Padahal biasanya jantungku akan baik_baik saja, walaupun dia ...."Ingatan Elena kembali ke saat Dav mencium paksa dirinya. Seketika wajah Elena memerah, detak jantungnya semakin berdetak dengan sangat cepat."Ciuman itu? Argh kenapa aku malah mengingatnya, sih."Elena kembali membatin sambil mempercepat langkah kakinya. Sementara Dav hanya menatap kepergiannya dengan seulas senyuman di wajahnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2