Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Penyerangan


__ADS_3

"Kenapa kamu diam saja, Deon? Apakah ada yang salah dengan pertanyaanku barusan?" Elena kembali bersuara, ia semakin yakin jika Deon memang memiliki rahasia yang sama seperti suaminya.


Deon mengusap wajahnya kasar, lalu ia menyunggingkan senyumannya sambil menatap lekat wajah cantik Elena. "Kenapa kamu bertanya seperti itu, sayang? Bukankah kamu mengenalku sedari dulu? Apakah menurutmu aku memiliki rahasia seperti suamimu, sayang?" Deon berbalik nanya, kata sayang yang ia lontarkan membuat Elena merasa muak.


"Berhenti memanggilku sayang, aku bukan siapa-siapa kamu. Jangan membuatku benci denganmu, Deon." Sentak Elena sambil menatap Deon dengan nyalang. "Dav.. Cepatlah datang, aku tidak ingin berlama-lama di sini, Deon sudah berubah, aku sangat takut, Dav." Batin Elena sambil menekuk kedua kakinya menenggelamkan wajahnya di bawah sana.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku, Elena. Mau tidak mau, kamu harus mendengar kata sayangku ini." Tegas Deon sambil mengepalkan kedua tangannya kuat. "Sa.... " Ucapan Deon terhenti ketika mendengar alarm berbahaya di Villanya. "Apakah secepat itu dia menemukan keberadaanku." Batin Deon sambil berjalan menuju jendela, untuk melihat keadaan di halaman Villanya.


"Suara apa itu? Kenapa suaranya sangat nyaring sekali?" Batin Elena bertanya-tanya sendiri.


"Sepertinya kita harus segera pergi dari tempat ini sayang," Deon kembali melangkahkan kedua kakinya menghampiri Elena, ia tidak menyangka jika Dav akan menemukan keberadaannya secepat itu. Padahal Villa Flowers adalah Villa yang paling aman untuk dirinya bersembunyi dari para musuhnya.

__ADS_1


"Pergi? Pergi kemana? Aku tidak mau pergi bersamamu, tolong lepaskan aku Deon."


"Mau tidak mau, kamu harus mau." Tegas Deon sambil mengangkat tubuh Elena dengan tiba-tiba membuat Elena terkejut dan langsung memberontak.


"Turunkan aku, Deon. Aku tidak ingin pergi bersamamu... " Elena terus memukul dada bidang milik Deon dengan sekuat tenaganya, bahkan kakinya terus ia gerakkan berharap agar dirinya jatuh dan dapat melarikan diri dari Deon.


Deon tidak menggubrisnya, ia terus berjalan melangkahkan kedua kakinya keluar dari kamar tersebut. Di depan kamarnya terdapat beberapa penjaga dengan tubuh kekar juga wajah sangar, mereka semua membungkuk memberi hormat kepada Deon. "Kalian tetap diam di depan kamar ini, buat seolah-olah aku berada di sini. Mengerti." Perintah Deon dengan dingin.


"Deon turunkan aku, aku mohon... "


"Diamlah, atau aku akan melakukan hal yang akan membuatmu menyesal seumur hidupmu, Elena." Bisik Deon membuat bulu kuduk Elena meremang seketika. "Good girls." Ucap Deon dengan senyuman manis yang terukir dari sudut bibirnya. Deon mempercepat langkah kakinya menuju pintu belakang Villanya. Dia juga sudah memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan sebuah mobil untuk dirinya pergi meninggalkan Villa tersebut.

__ADS_1


***


Aksi tembak menembak di lakukan oleh puluhan anggota geng Strongest Demon juga geng mafia nomor dua yaitu Black Killer. Kedua kelompok itu sangatlah kuat, tidak heran jika kedua kelompok itu menjadi nomor satu, dan dua, geng mafia terkuat di negaranya.


Dav menerobos masuk ke dalam Villa tersebut, para penjaga yang bertugas untuk menjaga pintu depan sudah ia kalahkan. Lucas dan juga Sam tengah menyerang beberapa penjaga yang berniat untuk menghalangi bosnya tersebut, mereka terlihat begitu lihai dalam gerakkannya sehingga membuat para penjaga bertubuh kekar itu kewalahan dan akhirnya mati tertembak.


Dor... Dor... Dor....


Suara tembakkan itu terus bergema, sudah banyak korban nyawa akibat pertumpahan darah antar kedua geng mafia tersebut. Bahkan ada beberapa anggota mafia dari geng Strongest Demon yang mati tertembak, dan ada pula yang terluka parah karena pertempuran tersebut. Black Killer bukanlah lawan sembarangan, meskipun mereka geng mafia nomor dua, tetapi mereka sangatlah kuat.


Villa Flowers ini terletak sangat jauh dari kota ataupun perkampungan, jadi jika ada sesuatu yang terjadi, maka tidak akan ada satu orang pun yang mengetahuinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2