Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Selamat tinggal Elena


__ADS_3

Beberapa tembakkan melesat ke arah Deon. Deon yang menerima serangan dari anak buah Dav pun langsung menggerakkan tubuhnya dengan lincah menghindari tembakkan-tembakkan tersebut. Dav tersenyum ia akui jika Deon adalah musuhnya yang paling kuat juga sangat hebat bela diri, namun jika di bandingkan dengan dirinya, kehebatan Deon sangatlah jauh.


Dooor... Door... Door...


Beberapa tembakkan kembali melesat ke arah Deon. "Arghhh sial." Deon mengerang kesakitan ketika satu tembakkan tepat mengenai lengan kanannya, susah payah ia menarik pelatuk pistolnya, lalu melesatkan tembakkannya ke arah Dav. Namun sepertinya ia kalah cepat, sebelum tembakkan itu mendarat di tubuh Dav, Dav sudah melepaskan tembakkannya ke arah dirinya.


Door...


"Aaaaargh.... " Deon kembali mengerang kesakitan, pistolnya jatuh ke bawah, harapan untuk hidup bersama Elena kini sudah sirna. Untuk bertemu dengannya pun sudah tidak mungkin lagi.


"Ucapkan selamat tinggal pada duniamu." Ucap Dav kembali melepaskan tembakkannya tepat mengenai dada kanan Deon. Seketika tubuh Deon ambruk, darah segar mengalir di dadanya. "Inilah akibatnya kalau kau berani mengusik istriku." Dav menatap Deon dengan dingin. Ia kembali memasukkan pistolnya ke dalam saku jasnya.


"Selamat tinggal, Elena. Di kehidupan selanjutnya aku pasti akan mendapatkanmu." Batin Deon sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


"Lucas! Kirimkan mayatnya ke kediaman Gerald." Perintah Dav dingin. Lucas hanya menganggukkan kepalanya, sementara itu, Dav langsung berjalan melangkahkan kedua kakinya menuju mobil.


"Salahkan dirimu yang memiliki takdir mengerikan." Ucap Lucas sambil menatap iba kepada laki-laki muda yang kini sudah berpisah dengan rohnya. "Angkat dia, bawa ke mobil." Perintah Lucas kepada anak buahnya.


"Baik, bos." Jawab anak buahnya, kemudian mereka langsung melaksankan perintahnya dengan cepat.


***


"Dimana istriku?" Tanya Dav sambil menatap Sam datar.


"Malam ini kita menginap di hotel, cari hotel dekat sini. Mengerti." Perintah Dav sebelum ia masuk ke dalam mobilnya. Sam hanya menganggukkan kepalanya, kemudian ia melangkahkan kedua kakinya memutari mobilnya, lalu masuk dan duduk di kursi kemudinya.


Dav langsung memeluk tubuh istrinya, ia menciumi seluruh bagian wajah sang istri tanpa memperdulikan sang asisten yang baru saja duduk di kursi kemudinya. "Sayang! Maafkan aku, karena aku datang terlambat." Ucap Dav tanpa melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Elena mengelus punggung suaminya, sambil berkata. "Tidak apa-apa sayang, kamu tidak perlu meminta maaf, seharusnya aku yang meminta maaf karena sudah pergi tanpa izin darimu."


Dav melepaskan pelukannya, ia menatap lekat wajah cantik sang istri. "Jangan ulangi lagi ya, sayang. Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Kamu tahu betapa khawatirnya aku ketika mengetahui kamu di culik? Rasanya duniaku berhenti berputar saat itu juga." Dav menghela nafas beratnya, ia kembali mendaratkan kecupannya di kening istri kesayangannya. "Tapi syukurlah semuanya kini sudah berlalu, kamu sekarang sudah aman, tidak akan ada lagi yang berani mengambilmu dariku." Ucap Dav dengan senyuman manis yanh terukir dari sudut bibirnya.


Elena tersenyum, ia memeluk kembali tubuh suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami. "Maaf, karena sudah membuatmu khawatir, aku janji, aku tidak akan lagi mengulang kesalahanku ini." Lirih Elena.


"Aku sudah memaafkanmu sayang, jadi kamu tidak perlu meminta maaf lagi." Ucap Dav sambil mengelus lembut pucuk kepala sang istri.


"Ssssh... " Elena mendesis pelan ketika ia merasakan sakit di tepalak kakinya.


Dav langsung melepaskan pelukannya, ia menatap sang istri cemas. "Ada apa sayang? Apakah ada yang terluka?" Tanya Dav khawatir.


"Sepertinya tadi aku tidak sengaja menginjak sesuatu dan membuat telapak kaki kananku sedikit sakit."

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi sayang? Coba aku lihat lukanya." Ucap Dav sambil mengangkat kaki istrinya dan meletakkannya di atas pangkuannya. "Kenapa kamu sangat ceroboh sekali?" Dav menatap kesal istrinya, luka di telapak kaki kanan sang istri lumayan besar, semakin membuat dirinya merasa bersalah karena tidak bisa melindungi istri tercintanya itu. Dav mengambil kotak P3K berukuran kecil yang berada di dekat kursi penumpang. Dav mulai mengobati luka Elena dengan hati-hati.


Bersambung.


__ADS_2