
Elena berjalan menuruni anak tangganya, ia melihat Dav sedang duduk sambil menggulung lengan kemeja putihnya sampai siku membuat dirinya terlihat semakin tampan di mata Elena.
"Astaga, apa yang aku pikirkan? Kenapa aku merasa dia terlihat sangat tampan hari ini?"Batin Elena sambil berjalan menghampiri Dav.
Dav yang menyadari kehadiran Elena pun seketika mendongak, lalu tersenyum."Sudah selesai?"Dav menatap Elena yang terlihat sangat cantik menggunakan sedikit make up di wajahnya. "Kamu sangat cantik sekali. Bukankah aku sudah bilang, jangan dandan. Aku tidak suka jika ..."
"Aku seperti ini biar kamu tidak malu, Dav. Bukankah aku pergi bersamamu?"Sela Elena sambil menatap lekat wajah tampan Dav. "Kalau ada laki_laki yang menatapku, kamu bisa mencongkel kedua bola matanya hmm."Sambungnya membuat Dav seketika bangun dari tempat duduknya.
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan, aku pasti akan melakukannya."Ucap Dav sambil menarik pinggang Elena membawanya ke dalam pelukannya.
"Aku hanya becanda, jangan di anggap serius, Dav."Jawab Elena sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
Dav menangkup wajah Elena, menatap kedua bolanya dalam."Tapi aku serius baby, aku akan mencongkel mata setiap laki_laki yang menatapmu. Aku akan menggantung kedua bola matanya di atas pohon."Ucap Dav membuat bulu kuduk Elena meremang seketika.
__ADS_1
"Kalau kamu melakukan itu, aku tidak akan jadi menikah denganmu, aku tidak mau memiliki suami yang sangat amat posesif terhadapku dan juga begitu kejam, hmm..."Elena menatap Dav, ucapannya barusan benar_benar serius sehingga membuat Dav langsung terdiam seketika.
"Jika Elena tahu aku adalah seorang bos mafia, apakah dia akan takut kepadaku? Apakah dia akan meninggalkanku?"Batin Dav dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah cantik Elena. Tiba_tiba saja perasaan takutnya muncul, takut jika Elena tahu tentang rahasia dirinya.
"Kenapa diam saja?"Elena melambaikan tangannya di hadapan Dav. "Apa aku salah bicara? Kenapa dia mendadak jadi diam seperti ini? Aku kan hanya becanda saja. Apakah dia menganggapnya dengan serius?"Batin Elena bertanya_tanya. "Aku hanya becanda, Dav. Aku sangat yakin kalau kamu tidak mungkin melakukan hal itu, kamu adalah orang yang paling baik di dunia ini, kamu bukanlah orang yang kejam, jika kamu orang yang kejam, mungkin saja lima tahun lalu, kamu tidak akan membawaku ke tempatmu, kamu juga tidak mungkin merawatku hingga sebesar ini." Ucap Elena di iringi dengan senyuman manis di wajah cantiknya membuat Dav seketika berubah seperti sedia kala.
"Kamu berbicara seperti ini, membuatku ingin sekali memakanmu sekarang."Bisik Dav membuat wajah cantik Elena merah seperti tomat. "Aku memang bukan orang yang kejam, baby. Tapi aku orang yang tidak punya belas kasih terhadap orang_orang yang akan mengganggu milikku, terutama kamu. Mengerti." Dav kembali berbisik di telinga Elena, aura mesumnya semakin Elena rasanya ketika Dav sengaja menghembuskan nafas hangatnya di daun telinga Elena.
"Biarkan saja, bukankah kita ini calon pengantin baru? Untuk apa kamu pedulikan mereka, hmm." Dav mengusap lembut wajah cantik Elena yang semakin memerah, perlakuan manis Dav benar_benar membuat detak jantung Elena tidak sehat. "Aku ingin menciummu, baby."Bisik Dav membuat Elena membulatkan kedua bola matanya terkejut. Elena tidak menyangka jika Dav akan mengatakan hal itu.
"Ti......" Sebelum Elena menjawab ucapannya, Dav sudah mendarakan ciumannya di bibir manis milik Elena. Elena semakin terkejut, ia berusaha untuk melepaskan ciumannya, namun sayang sekali, ia tidak berhasil. Ciuman Dav semakin dalam, lidahnya berusaha untuk menerobos masuk ke dalam rongga mulut Elena.
Salah satu pelayan yang melihat adegan itu pun seketika membekap mulutnya. Ia sangat terkejut jika majikannya sedang melakukan hal yang seharusnya ia tidak lihat. Sementara itu, Elena yang melihat pelayan itu pun merasa sangat malu, ia merutuki Dav yang sama sekali tidak berniat untuk melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Argh.... Sangat memalukan sekali. Dasar mesum gak tahu tempat..."Batin Elena kesal dan juga malu.
Dav melepaskan pagutannya setelah di rasa oksigennya terkuras habis. Dav menatap wajah Elena yang terlihat memerah, menangkupnya lalu berkata dengan nada yang begitu lembut. "Kenapa wajahmu sangat merah sayang? Haruskah aku...."
"Ini semua gara_gara kamu. Dasar mesum...."Sela Elena kesal. Nafasnya terengah_engah karena ulah Dav tadi.
"Aku hanya menciummu sebentar, itu tidak dapat di artikan dengan kata mesum, baby. Jika aku mesum, mungkin aku sudah membawamu ke atas ranjang ku sekarang."Bisik Dav sengaja menggoda Elena yang terlihat semakin menggemaskan.
"Mesuuummmm.... Ngeselin banget, sih."Elena mendorong tubuh Dav, kemudian ia berjalan. "Bukankah kita harus pergi sekarang?"Ucap Elena sambil melangkahkan kakinya pergi. "Bisa gila aku lama_lama, argh kenapa dia semakin mesum seperti ini, sih."Gerutu Elena dalam hati.
"Tunggu aku, baby."Dav langsung mengejar Elena, ia menarik tangan Elena dan menggenggamnya lembut. "Jalan bareng, sayang." Ucapnya lembut. Elena hanya memutar kedua bola matanya malas. Ia hanya pasrah tangannya di genggam oleh Dav. "Sepertinya aku harus memberitahukan Elena tentang jati diriku yang sesungguhnya. Tunggu sampai Elena benar_benar jatuh cinta kepadaku, baru aku akan memberitahukannya."Batin Dav sambil terus berjalan menuju tempat parkiran mobilnya.
Bersambung.
__ADS_1