Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Berkembang biak


__ADS_3

"Terima kasih sayang." Dav berdiri kemudian ia memeluk tubuh istrinya, mengecup pucuk kepala istrinya berkali-kali, menumpahkan rasa bahagia yang luar biasa itu. "Meskipun aku bukan orang baik, tapi percayalah sayang, aku tidak akan pernah menyakitimu dan aku akan selalu melindungimu dari para penjahat di luaran sana. Aku akan mengorbankan segalanya untukmu, bahkan mengorbankan nyawa pun aku bersedia." Sambungnya terdengar tulus dan juga sangat lembut.


"Aku percaya sama kamu." Ucap Elena sambil mengelus punggung suaminya dengan lembut. "Selama ini kamu sudah melindungiku dengan baik, kamu tidak perlu mengorbankan nyawamu hanya untukku."


Dav melepaskan pelukannya, ia menatap dalam kedua bola istrinya kemudian tangannya mulai mengelus lembut wajah cantik itu. "Nyawaku adalah nyawamu, jika aku tidak bisa melindungimu, untuk apa aku hidup di dunia ini?" Dav memberikan kecupan hangat penuh cinta di kening istrinya. "Jadi mengorbankan nyawaku demi melindungimu, bukanlah hal yang sulit untuk kulakukan sayang." Ucap Dav tanpa melepaskan pandangannya dari wajah cantik istrinya.


"Hmm aku jadi mengerti sekarang, kenapa selama ini kamu selalu melarangku pergi sendirian, dan kenapa kamu selalu menyimpan pengawal di sisiku, itu semua ternyata demi keselamatanku." Elena terkekeh pelan, ia menghela nafasnya panjang kemudian ia kembali berkata. "Aku pikir selama ini kamu hanya ingin mengekang ku saja, ternyata aku salah. Maafkan aku karena aku tidak menyadarinya sedari awal. Maaf sudah membuatmu khawatir." Ucap Elena tulus.


"Ini semua bukan salahmu sayang, ini semua karena aku yang tidak berani mengungkapkan jati diriku yang sesungguhnya kepadamu."


"Baiklah berhenti untuk saling menyalahkan, ok." Ucap Elena sambil mengusap lembut wajah suaminya.

__ADS_1


Dav terkekeh pelan, ia mengacak rambut istrinya dengan gemas. "Baiklah sayang. Tapi... " Dav menjeda ucapannya membuat Elena bingung juga sangat penasaran.


"Tapi apa sayang?" Tanya Elena sambil menatap suaminya.


"Tapi,,,, Jika suatu saat nanti aku pergi, kamu jangan menangisi kepergianku ya, kamu harus tersenyum manis seperti biasanya."


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Aku tidak suka mendengarnya." Ucap Elena merasakan sesak dalam dadanya.


"Sayang, kamu tahu sendiri dunia mafia itu kejam, banyak musuh-musuhku yang menginginkan nyawaku, aku juga bukanlah malaikat yang setiap kali musuhku menyerang aku akan selamat. Apalagi sekarang...."


"Jangan menangis sayang, aku hanya berucap sembarangan saja. Jangan di pikirin ya." Ucap Dav merasa bersalah karena sudah membuat istrinya bersedih dan menangis. "Yasudah sekarang kita masuk yuk, sepertinya sore ini akan turun hujan." Dav menatap langit yang mulai di penuhi oleh awan hitam, menandakan bahwa hujan sebentar lagi akan turun membasahi bumi.

__ADS_1


"Janji, tidak akan bicara seperti itu lagi." Elena mengangkat jari kelingkingnya seperti anak kecil, bahkan raut wajahnya pun terlihat begitu menggemaskan.


"Iya janji sayang." Dav menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking sang istri, membuat istrinya tersenyum.


"Ayo kita masuk sayang, sepertinya cuaca seperti ini sangat cocok untuk berkembang biak." Ucap Dav dengan kedipan mata nakalnya membuat wajah cantik Elena memerah seketika. Elena langsung melayangkan cubitannya di perut sispack suaminya.


"Ish... Dasar mesuuuuummmm nyebelin." Teriak Elena sambil berlalu dari hadapan suami mesumnya itu.


Dav tertawa, ia pun segera menyusul istrinya masuk ke dalam kamarnya. "Sayang, tunggu aku." Panggilnya lembut. Elena tidak menggubrisnya ia terus berjalan menuju tempat tidurnya.


"Baiklah sepertinya kamu sudah tidak sabar untuk berkembang biak hmm." Dav mempercepat langkah kakinya, ia mulai melepaskan jasnya lalu melemparnya ke dasar lantai. "Ah aku jadi bersemangat nih, lihatlah sayang, juniorku saja sudah mulai berdiri tegak." Dav terus berbicara dan melangkahkan kedua kakinya sambil melepaskan kemeja putihnya, lalu ia kembali membuangnya ke lantai.

__ADS_1


"Sayang.... Kamu mau ngapain buka baju hah? I,,,, ini masih sore sayang, aku,, aku sedang tidak ingin berkembang biak, ok." Wajah Elena semakin memerah, bahkan detak jantungnya sudah berpacu dengan sangat cepat.


Bersambung.


__ADS_2