Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
menuruti keinginannya


__ADS_3

"Aku,, aku hanya becanda, sayang. Jadi jangan menanggapinya dengan serius, ok." Elena semakin gugup, ia sudah tidak dapat mundur lagi, karena tubuhnya sudah menyentuh dinding kamarnya. "Bagaimana ini? Apakah dia benar_benar akan memakaikanku baju? Oh Tuhan.... Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Teriak Elena dalam hati.


"Tapi aku serius, sayang. Aku tidak pernah becanda dengan ucapanku." Dav sudah berdiri dengan jarak yang begitu dekat dengan istri kecilnya. Tangannya mulai menyentuh bahu mulus sang istri mengelusnya dengan lembut, lalu mengecupnya penuh perasaan membuat detak jantung Elena berpacu dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari sebelumnya. "Sangat wangi, aku sangat menyukainya, sayang." Bisikan itu mampu membuat Elena terpaku di tempatnya, hembusan nafas hangat sang suami membuat seluruh tubuh Elena bergetar.


Dav mulai meraih handuk kecil itu, ia mulai membukanya secara perlahan, namun gerakan tangannya terhenti ketika tangan lembut sang istri mengelus wajah tampannya. "Jika kamu melakukannya, maka kamu sendiri yang akan menderita. Pikirkan itu baik_baik, sayang."Bisik Elena sambil menatap dalam kedua bola mata suaminya itu.


"Aku tahu, sayang." Dav mengecup sekilas bibir manis sang istri, tangannya mulai menyentuh leher jenjang nan putih itu mengelusnya dengan lembut menciptakan sensasi luar biasa bagi Elena. "Sepertinya aku harus segera mendinginkan kepalaku dulu. Kamu.... Selamat kali ini." Ucapnya lalu mengecup singkat kening istri tercintanya itu.


Dav segera membawa kakinya menuju kamar mandi, baru saja dia menyentuh bahu mulus sang istri, sesuatu di bawah sana sudah menggila, apalagi jika dia melihat seluruh tubuh istrinya. Dapat di pastikan dia akan lebih menderita dari sebelumnya. "Sial. Ternyata tidak mudah untuk mengendalikan si junior ini, padahal tadi sudah yakin bisa menahannya, tapi ternyata aku salah." Gerutu Dav sambil mengusap wajahnya kasar. Langkah kakinya semakin cepat membuat Elena menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Sepertinya dia sudah tidak tahan lagi. Apa dia akan me.... Astaga Elena, sejak kapan pikiranmu menjadi kotor seperti ini? Sebaiknya aku segera memakai pakaianku sebelum dia selesai dengan aktifitasnya." Ucap Elena lalu berjalan menuju lemari pakaiannya.


***


"Sayang, kenapa kamu memakai dress itu?" Tanya Dav tidak suka ketika melihat istrinya mengenakan mini dress berwarna hitam.


"Memangnya kenapa? Apa ada masalah?"


"Kenapa harus ganti, bukankah kamu bilang sangat cantik?"

__ADS_1


"Tapi aku tidak suka jika ada laki_laki lain yang menikmati kecantikanmu ini. Ganti, ya." Ucap Dav sambil mengelus wajah cantik Elena.


Elena menghela nafasnya panjang, sifat posesif suaminya itu terlalu berlebihan. Bukankah Elena akan pergi bersamanya? Tidak mungkin juga ada laki_laki yang berani menatapnya, toh di samping Elena ada seekor harimau yang siap menerkam siapa saja yang berani menatap miliknya.


"Jadi baju apa yang harus aku kenakan?" Tanya Elena yang tidak ingin berdebat dengan suaminya itu.


Dav tersenyum, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya. "Sebentar aku ambilkan dulu bajunya."Ucapnya lalu melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian Elena. Elena hanya dapat menghela nafasnya pelan, sepertinya ia sudah mulai menuruti permintaan si mafia bucin itu.


"Sayang, pakai baju ini."Ucap Dav sambil memberikan sepasang baju dan celana jeans kepada istrinya.

__ADS_1


"Hmm baiklah, sesuai dengan ke inginanmu." Sahut Elena sambil menerima pakaian yang di pilihkan oleh suaminya itu.


Bersambung.


__ADS_2