
Elena menatap Deon yang sedang berjalan ke arahnya. Malam ini Deon terlihat sangat tampan mengenakan kemeja berwarna putih dengan lengan di gulung sampai siku. "Kamu sangat cantik malam ini, Elen."Ucap Deon lembut membuat semburat merah di kedua pipi Elena. "Ayo kita pergi."Ajak Deon sambil menggenggam tangan Elena lembut.
"Kita mau kemana?" Tanya Elena penasaran.
"Rahasia."Jawab Deon membuat Elena mengercutkan bibirnya kesal. Deon terkekeh pelan, lalu mengusap pucuk kepala Elena lembut."Nanti juga kamu bakalan tahu, kok."Ucapnya sambil membawa Elena masuk ke dalam mobil miliknya.
Sebelum Elena masuk, ia menatap Alisha, lalu tersenyum."Kak, aku pergi dulu ya. Terima kasih karena sudah membantuku." Ucap Elena kepada Alisha.
"Jangan berterima kasih, kakak seneng lihat kamu bahagia."Alisha tersenyum sambil mengusap wajah Elena."Hati_hati di jalan, bilangin sama calon pacarmu jangan ngebut_ngebut bawa mobilnya."
"Siap, kak. Kalau begitu kita pergi dulu, kakak juga hati_hati ya."Jawab Elena.
Alisha menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, ia turut bahagia jika Elena bahagia dengan pilihannya. Alisha juga berharap bahwa Dav tidak mengetahui rencana Deon untuk mengungkapkan cintanya kepada Elena.
Deon mulai melajukan kendaraannya hati_hati, sesuai dengan perintah Alisha. Selain mengikuti perintah Alisha, Deon juga tidak ingin membahayakan nyawa gadis yang kini sedang duduk di sampingnya. Deon melirik sekilas ke arah Elena, ia tersenyum lalu kembali fokus dengan setir kemudinya.
"Aku akan selalu mendukungmu, Elena. Aku harap kamu bahagia bersamanya."Lirih Alisha sambil menatap mobil Deon yang sudah melaju dengan kecepatan sedang.
Alisha masuk ke dalam mobilnya, ntah mengapa perasaannya sedikit lega ketika ia mendengar cerita Elena tadi. Elena mengatakan jika dirinya sedang jatuh cinta dengan laki_laki yang akan mengungkapkan perasaannya malam ini. "Antar aku ke apartemen pak."Perintah Alisha kepada pak supir.
"Baik, non."Jawab pak supir tersebut mulai melajukan kendaraannya.
Alisha mengernyitkan keningnya ketika melihat sebuah mobil yang terus mengikutinya dari belakang. "Ngebut, pak."Perintah Alisha.
"Baik, non."Jawab pak supir mulai menambah kecepatannya. Alisha kembali menengok ke belakang, mobil itu masih saja mengikuti mobilnya.
"Siapa mereka? Kenapa mereka mengikuti mobilku?"Batin Alisha khawatir. Ia sangat takut jika mobil yang mengikutinya memiliki niat jahat kepada dirinya.
"Pak, kita kembali ke mansion kekasihku."Perintah Alisha sambil merogoh ponsel yang berada di dalam tas miliknya. Pak supir hanya menganggukkan kepalanya pelan, sementara Alisha langsung menghubungi Dav kekasihnya.
__ADS_1
Alisha menggigit bibir bawahnya, saat ini ia benar_benar sangat ketakutan. Alisha terus merapalkan doa agar mobil yang di tumpanginya segera tiba di mansion kekasihnya.
"Ada apa?"Tanya Dav terkesan dingin.
"Dav sepertinya ada orang yang ingin mencelakai ku."
"Maksudmu?"
"Ada mobil yang sedang mengikutiku, Dav. Aku sangat takut."
"Apakah kamu bersama Elena?"
"Tidak, Dav." Jawab Alisha keceplosan.
"Apa kamu bilang? Kalau kamu tidak bersama Elena, lalu kemana Elena pergi?"Geram Dav sambil mencengkram kuat setir kemudinya.
"Emm maksudku, Aku,, aku sedang bersama Elena."
"Dav, aku sedang dalam bahaya sekarang. Kenapa kamu malah menanyakan keberadaan Elena? Apakah kamu sama sekali tidak mengkhawatirkan ku?"
"Alisha, jangan membuatku mengulang pertanyaanku." Dav menghela nafasnya kasar, bukannya ia tidak mengkhawatirkan Alisha, tetapi Dav sangat yakin jika mobil yang mengikuti kekasihnya itu adalah mobil orang suruhannya.
"Kenapa kamu hanya memikirkan Elena, Dav?"Air mata Alisha mulai terjatuh membasahi wajah cantiknya. Sungguh ia tidak menyangka jika kekasih yang di cintainya itu sama sekali tidak mengkhawatirkan keselamatannya. "Aku ini kekasihmu, Dav. Apa kamu tidak memiliki rasa khawatir sedikitpun terhadapku?"
"Alisha, jangan nangis. Aku bukannya tidak mengkhawatirkanmu, tapi aku sangat yakin jika mobil yang mengikutimu adalah mobil orang suruhan ku. Jadi kamu tidak perlu takut, mereka tidak akan menyakitimu." Ucap Dav berusaha menenangkan Alisha. "Sekarang kamu katakan di mana Elena?"
"Apa sebegitu pentingnya kah Elena di dalam hatimu, Dav?" Bukannya memberitahukan keberadaan Elena, Alisha justru menanyakan seberapa penting Elena di dalam hati kekasihnya.
"Dia sangat penting bagiku, Alisha."Jawab Dav membuat Alisha kembali meneteskan air matanya. "Maafkan aku karena sudah melukai perasaanmu, Alisha."Sambung Dav dengan nada suara bersalahnya.
__ADS_1
"Apa, apa kamu mencintainya, Dav?"Tanya Alisha tetap berusaha tegar walau hatinya terasa sangat sakit. "Katakan kalau kamu tidak mencintainya, Dav. Aku mohon, Dav."Batin Alisha menjerit.
"Ya, aku sangat mencintainya, Alisha. Maafkan aku karena sudah melukaimu." Jawab Dav membuat Alisha langsung terdiam.
Hancur, itulah yang di rasakan Alisha saat ini. Alisha benar_benar tidak menyangka jika Dav akan menyakitinya hingga seperti ini. Alisha menggenggam ponselnya erat, tangan satunya terkepal dengan kuat guna menahan rasa sakit sekaligus marah yang datang secara bersamaan. "Dav, kamu sangat jahat. Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku, Dav? Kenapa? Kenapa, Dav? Aku sangat tulus mencintaimu, Dav. Tapi apa yang aku dapatkan sekarang? Hanya rasa sakit." Ucap Alisha di iringi dengan Isak tangisnya membuat Dav merasa bersalah.
"Maafkan aku, Alisha. Tapi aku juga tidak dapat menghentikan perasaanku terhadap Elena. Aku..."
"Stop... Jangan kamu teruskan lagi, Dav."Teriak Alisha membuat si pak supir terkejut.
"Alisha.. Mari kita akhiri hubungan kita. Aku tidak ingin membuatmu semakin sakit..."
"Sampai kapanpun, aku tidak akan mengakhiri hubungan kita, Dav. Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu, Dav. Aku mohon mengertilah."
"Alisha, orang yang aku cintai saat ini adalah Elena. Jadi mari kita akhiri hubungan kita sampai di sini."
"Tidak, tidak, Dav. Aku tidak mau."Teriak Alisha kembali mengejutkan si pak supir.
"Jangan keras kepala, Alisha. Kita sudahi hubungan kita, aku harap kamu bisa mendapatkan laki_laki yang jauh lebih baik daripada aku."
"Aku tidak mau, Dav. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku, Dav." Mohon Alisha merendahkan dirinya hanya karena cinta seorang Dav.
"Itu tidak mungkin. Karena hatiku hanya milik Elena."Jawab Dav membuat Alisha tertawa hambar.
"Tetapi Elena tidak mencintaimu, Dav. Hanya aku yang mencintaimu."
"Aku akan membuatnya mencintaiku."
"Apa kamu tahu jika Elena sudah memiliki seseorang yang di cintainya? Aku sangat yakin sebentar lagi mereka akan resmi menjadi pasangan kekasih." Ucap Alisha membuat Dav langsung tersulut emosi.
__ADS_1
Bersambung.