Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Mau mandi bareng


__ADS_3

Keesokan harinya...


Waktu menunjukkan pukul 07.20 pagi. Elena mulai membuka kedua bola matanya secara perlahan ketika cahaya matahari mulai menembus celah jendela kamarnya dan mengenai wajah cantiknya. "Astaga... Jam berapa sekarang?" Tanya Elena sambil melirik jam di dinding kamarnya. "Jam tujuh lewat dua puluh satu menit? Aish ini semua gara-gara si mesum ini, aku jadi bangun kesiangan." Ucapnya sambil menyingkirkan tangan suaminya dari perut ratanya.


"Diamlah sayang! Aku masih ngantuk." Ucap Dav tanpa mau membuka kedua bola matanya.


Elena menghela nafasnya pelan, kemudian ia berkata. "Sayang! Ini sudah jam setengah delapan, bangunlah, nanti kamu bisa telat, loh."


"Sayang, hari ini aku tidak ke kantor, jadi biarkan aku tidur sebentar lagi, ok." Ucap Dav dengan suara seraknya.


"Kenapa? Bukankah hari ini tidak libur? " Tanya Elena sambil menatap wajah suaminya yang masih saja menutup kedua bola matanya.


"Aku kecapean sayang gara-gara semalam kita bertempur sampai subuh hmm." Jawab Dav membuat Elena mendengus kesal.

__ADS_1


"Salahmu sendiri yang tidak mau berhenti, bahkan tubuhku terasa remuk karena perbuatanmu." Ucap Elena mulai kesal ketika mengingat pertempurannya semalam yang menghabiskan waktu hingga beberapa jam, bahkan saat Elena bilang mengantuk pun, Dav terus saja tidak mau berhenti. Sangat menyebalkan. Pikir Elena.


"Biar dede bayinya cepet jadi sayang." Jawab Dav tanpa rasa bersalahnya karena sudah membuat sang istri kewalahan semalaman.


"Ck... Ngeles aja kayak bajaj," Elena kembali menyingkirkan tangan suaminya, namun suaminya itu justru malah mengeratkan pelukannya. "Sayang lepaskan! Aku mau mandi." Pinta Elena manja.


"Sebentar lagi sayang, temani aku sepuluh menit lagi, ok." Ucap Dav sambil mengecup pipi istrinya.


Elena menghela nafasnya panjang, tatapan matanya masih tertuju pada wajah tampan suaminya itu yang masih enggan untuk membuka kedua bola matanya. Elena mengulurkan tangannya menyentuh wajah sang suami, kemudian ia mengelusnya dengan lembut. "Baiklah, sepuluh menit, tidak lebih. Ok." Ucapnya lembut dan menggoda.


Sepuluh menit kemudian...


"Sudah sepuluh menit, sayang. Lepaskan aku, aku mau mandi." Pinta Elena sambil berusaha untuk menjauhkan tubuhnya dari sang suami.

__ADS_1


Dav langsung melepaskan istrinya dari pelukannya, kemudian ia bangkit dari tempat tidurnya, lalu ia menggendong tubuh sang istri. "Baiklah, ayo kita mandi sayang." Ajaknya sambil memberikan senyuman manisnya.


"Apa yang kamu lakukan? Aku mau mandi sendiri. Turunkan aku." Ucap Elena sambil memukul pelan dada bidang suaminya itu.


"Tapi aku mau mandi bareng hmmm." Jawab Dav sambil melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi.


"Aku tidak mau, kamu pasti mau melakukannya lagi." Ucap Elena sambil menatap kesal suaminya itu.


Dav terkekeh pelan, sepertinya insting istrinya itu benar-benar tajam, buktinya istrinya bisa menebak niatnya dengan sangat mudah. Dav menurunkan istrinya ketika ia sudah tiba di dalam kamar mandi, tak lupa ia juga langsung mengunci pintu kamar mandi itu. Dav menatap istrinya yang terlihat kesal, kemudian ia berkata dengan lembut. "Olah raga pagi itu sangat menyehatkan sayang, jadi sebelum mandi kita olah raga dulu ya."


"Dasar mesuuuummm... Aku tidak mau melakukannya lagi, tubuhku masih sakit gara-gara kamu." Dengus Elena sambil melangkah mundur ke belakang, sementara itu, kedua tangannya ia pakai untuk menutupi bagian sensitifnya.


"Sayang, untuk apa di tutupi, bukankah aku sudah melihat semuanya hmm." Dav berjalan mendekati istri kesayangannya itu, suaranya sudah terdengar berat menandakan bahwa gairahnya sudah menyelimuti dirinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2