Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Pergilah dari kehidupan Dav


__ADS_3

Cafe Star


Elena sudah tiba di cafe tempat ia bertemu dengan Alisha. Elena segera melangkahkan kakinya memasuki cafe tersebut. Elena menelisik seluruh penjuru cafe itu, ia mencari keberadaan Alisha, namun Alisha sama sekali tidak nampak di dalam cafe itu.


Elena menghela nafasnya kasar, ia kembali melangkahkan kakinya menuju tempat duduk yang berada di pojokkan. Setelah tiba, Elena langsung menarik kursi tersebut, kemudian ia duduk."Sepertinya, kak Alisha masih di jalan."Gumamnya sambil sesekali melirik ke arah pintu masuk cafe tersebut.


"Mau pesen apa, nona?"Seorang waiters datang menghampiri Elena.


"Jus alpukat satu."


"Ada lagi, nona?"


"Itu aja."Jawab Elena sambil memperlihatkan senyuman di wajah cantiknya.


"Baiklah. Silahkan di tunggu sebentar, ya."Ucap waiters itu sedikit membungkuk. Elena hanya mengangguk pelan, lalu setelah itu, waiters tersebut pun pergi melangkahkan kakinya.


Elena merogoh benda pipih yang berada di dalam tas kecil miliknya. Ia berniat untuk menghubungi Alisha, namun niatnya terhenti ketika ia mendengar suara perempuan yang sangat di kenalinya. "Elena. Maaf aku terlambat."Ucap perempuan itu yang tak lain adalah Alisha. "Sudah lama menunggu?"Tanya Alisha sambil menarik kursi yang berhadapan langsung dengan Elena.

__ADS_1


"Tidak, kok. Aku baru saja sampai."Jawab Elena memperlihatkan senyuman manisnya.


"Kamu sudah pesan minuman?"


"Sudah, kak."


"Kalau begitu aku pesan minuman dulu."Ucap Alisha sambil melambaikan tangannya memanggil sang waiters. Setelah waiters itu tiba di hadapannya, Alisha langsung memesan minuman favoritnya.


"Kak Alisha mau ngomong apa? Sepertinya penting banget, ya!"Elena mulai membuka suaranya ketika waiters itu pergi melangkahkan kakinya."


"Kenapa kak Alisha menanyakan soal perasaanku terhadap uncle Dav? Bukankah kak Alisha tahu, jika laki_laki yang aku cintai adalah Deon!"Jawab Elena sambil memperhatikan raut wajah Alisha. "Kak, aku tidak mungkin mencintai uncle, Dav. Dia sudah aku anggap sebagai uncle ku sendiri."


"Tapi, Dav sangat mencintaimu, Elen. Dia rela memutuskan hubungan kita yang sudah terjalin selama lima tahun, hanya demi kamu."Ucapan Alisha terjeda ketika sang waiters datang mengantar minumannya. "Aku yakin kalau kamu mendengar apa yang di ucapkan oleh Dav tadi pagi."Sambung Alisha menatap Elena dalam.


"Tapi, aku tidak mencintainya, kak. Aku hanya mencintai Deon. Kakak tahu itu."Tegas Elena.


"Kalau begitu bisakah kamu pergi dari kehidupan Dav?"Ucap Alisha membuat Elena seketika terdiam. Alisha masih menatap Elena, ia ingin melihat bagaimana reaksi Elena ketika dirinya meminta Elena untuk pergi dari kehidupan Dav.

__ADS_1


"Jika itu akan membuat kak Alisha bahagia. Aku akan pergi dari kehidupannya."Jawab Elena membuat seulas senyuman manis di wajah cantik Alisha.


"Benarkah? Apa aku bisa memegang ucapanmu?"


"Iya. Tapi aku tidak yakin jika uncle Dav tidak akan menemukan keberadaan ku dalam waktu satu hari."


"Biar aku yang urus semuanya. Kamu cukup tepati janjimu. Aku yakin, Dav tidak akan menemukanmu."


"Baiklah. Aku akan menuruti ucapan kakak."


"Terima kasih Elen."Kini ucapan Alisha kembali seperti biasanya. Halus dan lembut. Alisha sangat bahagia karena rencananya untuk memisahkan Elena dengan Dav berjalan dengan sangat lancar. Bahkan gadis yang ada di hadapannya itu terlihat biasa saja ketika dirinya meminta gadis itu untuk meninggalkan Dav. Alisha pikir, Elena akan menolak permintaannya, tetapi siapa sangka, Elena langsung setuju begitu saja.


"Kakak tidak perlu berterima kasih, karena kebahagiaan kak Alisha adalah kebahagiaanku juga."Jawab Elena tulus. Elena sangat senang ketika melihat perubahan sikap Alisha terhadapnya. "Semoga keputusanku ini tepat. Semoga kak Alisha dapat bersatu kembali dengan uncle Dav."Batin Elena.


Setelah membahas masalah kepergian Elena dari kehidupan Dav, Alisha pun kembali membahas masalah hubungan Elena dengan Deon. Mereka berdua terlihat sangat asyik, sampai_sampai mereka tidak menyadari ada satu pasang telinga yang tengah merekam semua percakapan mereka berdua, sambil mengarahkan ponselnya untuk merekam semua percakapan mereka berdua.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2