Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Penjahat berwajah tampan


__ADS_3

"Apa kau sudah bosan hidup? Kenapa pagi_pagi begini kau sudah menggangguku, heh?" Ucap Dav dengan nada terdengar begitu dingin. Membuat si penelpon meneguk salivanya kasar. "Katakan! Ada apa kau menelponku? Jika bukan hal penting, bersiap_siaplah kau ku kirim ke Afrika."Sambung Dav kembali membuat si penelpon meneguk salivanya kasar.


"Maafkan saya, bos. Karena saya sudah mengganggu tidur anda. Tetapi memang ada hal penting yang harus saya sampaikan kepada anda."Ucap si penelpon yang tak lain adalah Lucas kaki tangan Dav.


"Hal penting apa sehingga kau mengangguku pagi_pagi begini."  Tanya Dav sambil berjalan menuju jendela.


"Ini tentang putra bungsu tuan Gerald, bos. Saya sudah menemukan petunjuk tentangnya." Lucas menghela nafasnya pelan, kemudian ia kembali membuka mulutnya. "Saya sudah meringkus seseorang yang sedang mencari tahu tentang anda, bos. Dia juga berniat untuk menyebar luaskan fakta bahwa anda adalah pemimpin geng mafia. Dia berhubungan dengan salah satu anggota Gerald, dan dapat saya pastikan, jika yang berhubungan dengannya adalah putra bungsu Gerald. Karena menurut penyelidikan saya, saat ini tidak ada pergerakkan dari tuan Gerald, dan saya sudah menyelidiki tuan Deril, dia pun sama sekali tidak berhubungan dengan orang itu, bos."


"Apa kau yakin, jika orang yang kau tangkap itu memiliki hubungan dengan putra bungsu Gerald?"

__ADS_1


"Sangat yakin, bos. Dia sendiri yang bilang jika dirinya di suruh oleh anggota keluarga Gerald. Dan dia bilang, orang yang menyuruhnya itu salah satu pemimpin geng mafia juga, bos. Namun keberadaannya sangat misterius."


"Baiklah, kau terus selidiki dan cari tahu keberadaannya. Sepertinya, dia sudah tahu jika aku adalah musuh orangtuanya. Baguslah, jadi kita tidak perlu repot_repot lagi."Ucap Dav dengan seringai yang sangat menyeramkan. "Apa dia tidak menyebutkan namanya?"Tanya Dav datar. Sambil berjalan menuju tempat tidur.


"Tidak, bos. Dia hanya bilang keluarga Gerald saja, bos."


"Baiklah, lakukan kembali penyelidikannya, dalam dua hari aku mau kau sudah dapat menemukan keberadaannya. Mengerti." Perintah Dav dingin membuat Lucas seketika menghela nafasnya kasar. Lucas tidak yakin jika dirinya dapat menemukan keberadaan putra bungsu Gerald itu. Namun ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukannya.


"Sehebat apapun dia, tetap tidak akan bisa mengalahkanku."Dav kembali bergumam pelan, seringai itu selalu saja menghiasi wajah tampannya membuat seorang wanita bergidik ngeri melihatnya.

__ADS_1


Wanita itu adalah Elena, Elena baru saja keluar dari kamar mandinya, ia menatap Dav penuh tanda tanya juga sedikit ngeri melihatnya. "Senyuman apa itu? Apakah dia sedang merencanakan sesuatu?"Elena bertanya_tanya dalam hatinya. Ia sangat penasaran dengan apa yang ada dalam pikiran suaminya itu.


Langkah kaki Elena terhenti tepat di hadapan Dav. "Ada apa denganmu? Apa kamu sedang merencanakan sesuatu yang jahat?"Tanya Elena tanpa basa basi.


Seringai di wajah tampan Dav seketika menghilang ketika ia mendengar suara datar milik istrinya. Dav langsung mendongak menatap sang istri. "Sayang, apakah wajahku seperti seorang penjahat?"Dav mendengus, namun suaranya masih terdengar begitu lembut.


"Sekarang banyak penjahat berwajah tampan. Mungkin saja kamu salah satu di antara mereka."Ucap Elena sambil menatap suaminya datar.


"Kalau aku penjahat, aku pasti sudah memperkosamu sedari dulu, terus aku menjualmu ke club malam. Atau aku memberikanmu kepada harimau dan menjadikanmu sebagai santapan mereka." Jawab Dav membuat bulu kuduk Elena meremang seketika.

__ADS_1


Dav berdiri ia mendekati Elena lalu memeluknya. "Aku memang sedang merencanakan sesuatu yang jahat Elen, dan aku memang seorang penjahat. Tapi aku tidak mungkin mengatakannya kepadamu. Aku takut kamu akan membenciku. Jujur saja dalam hidup ini, hal yang paling aku takutkan adalah, kamu Elen."Batin Dav sambil mengelus punggung Elena lembut.


Bersambung.


__ADS_2