
Dav mengusap wajahnya kasar, ntah apa yang membawa Alisha datang ke tempatnya itu, yang jelas Alisha tidak akan memiliki niat baik. Ia pasti merencanakan sesuatu yang buruk, namun hal buruk apa yang akan dilakukan oleh Alisha? bahkan Dav sendiri tidak tahu, yang jelas, ia harus mewaspadai Alisha, ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada istrinya untuk yang kedua kalinya.
Dav meraih merogoh ponsel yang berada di dalam saku celananya, ia segera mencari kontak Sam dan langsung menghubunginya.
"Sam, aku ingin kau menyelidiki Alisha." Perintah Dav membuat Sam sedikit bingung, karena tiba-tiba saja bosnya itu memerintah dirinya untuk menyelidiki Alisha.
"Baik, bos. Saya akan menyuruh seseorang untuk menyelidikinya. Ada lagi, bos?" Tanya Sam sopan.
"Selain itu, suruh seseorang untuk terus mengawasinya. Mengerti." Perintah Dav dingin.
"Saya mengerti, bos." Jawab Sam cepat.
Setelah itu, Dav pun langsung memutuskan sambungannya, ia menaruh ponselnya di atas meja kerjanya. "Apa pun yang kau rencanakan, aku tidak akan membiarkanmu berhasil, Alisha. Sebaiknya kau simpan rencana jahatmu itu, sebelum aku benar-benar membuatmu menyesal." Ucap dav seolah-olah ia tahu jika Alisha tengah merencanakan hal jahat untuk istri tercintanya.
Setelah berkecamuk dengan pikirannya, akhirnya Dav pun mulai meraih berkas-berkas yang belum sempat ia periksa tadi. Ia mulai memeriksa berkas-berkas itu dengan serius.
***
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Elena sudah berada di lantai bawah, saat ini ia sedang menikmati jus favoritnya sambil menonton drama dan menungu sang suami menyelesaikan pekerjaannya.
"Non, makan malamnya sudah siap." Ucap si bibi membuat Elena langsung menoleh ke arahnya.
"Baik, bi. Terima kasih, bi." Jawab Elena seperti biasanya selalu menampilkan senyuman manisnya. "Bibi sudah makan belum?" Tanya Elena sambil menatap si bibi.
"Sudah non tadi." Jawab si bibi membuat Elena menghela nafasnya pelan. "Kalau begitu saya permisi dulu, non." Pamit si bibi yang mendapat anggukkan kepala dari Elena. Setelah itu, si bibi pun segera melangkahkan kedua kakinya pergi menuju tempat istirahat para pelayan yang ada di mansion Dav.
Setelah kepergian si bibi Elena pun beranjak dari tempat duduknya, ia memutuskan untuk pergi ke ruang kerja suaminya.
Perlahan, Elena mulai melangkahkan kedua kakinya menghampiri suami, langkah kakinya tidak menimbulkan suara sedikitpun membuat Dav tidak menyadari kehadiran istri tercintanya itu.
"Sayang! Apakah kerjaanmu masih belum selesai?" Tanya Elena sambil memeluk sang suami dari belakang membuat Dav sedikti terkejut namun terlihat sangat bahagia karena mendapat pelukan dadakkan dari istri kesayangannya itu.
"Kamu mengagetkanku, sayang." Ucap Dav lembut, sambil mengecup tangan sang istri yang berada tepat di wajahnya. "Sebentar lagi selesai, sayang."
"Hmm kenapa lama sekali? Aku sudah lapar." Ucap Elena dengan manja membuat si mafia bucin itu gemas.
__ADS_1
"Kenapa tidak makan duluan, sayang?" Dav membawa sang istri untuk duduk si pangkuannya. "Jadi kamu tidak akan kelaparan seperti ini." Sambung Dav sambil mengelus wajah cantik sang istri dengan lembut penuh kasih sayang.
"Mau makan bareng sama kamu, sayang." Elena menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita makan, aku tidak ingin istriku yang manis ini semakin kelaparan nanti." Ucap Dav sambil mencubit gemas hidung mancung istrinya.
"Nanti saja sayang, selesaikan dulu pekerjaanmu baru kita makan malam, ya."
"NO! Baby. Prioritasku adalah kamu, jadi sebaiknya kita pergi makan malam dulu, karena aku tidak ingin membuat istriku semakin kelaparan. Mengerti." Ucap Dav sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir manis sang istri.
"Emm baiklah, ayo." Jawab Elena sambil memperlihatkan senyuman manisnya.
Elena berniat untuk bangkit dari pangkuan suaminya, namun niatnya terhenti saat Dav sudah mengangkat tubuhnya dengan tiba-tiba. "Sayang! Kakiku sudah tidak sakit lagi, aku bisa jalan sendiri, turunkan aku, ya." Ucap Elena sambil menatap sang suami dari bawah.
"Oh! Tapi aku akan tetap menggendongmu sampai ruang makan. Jadi, diamlah sayang. Jangan sampai aku memakanmu di sini dan membuatmu kelaparan. Mengerti." Tegas Dav sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya. Elena hanya pasrah, ia tidak lagi mengeluarkan suaranya membuat Dav tersenyum senang.
Bersambung.
__ADS_1