
Waktu menunjukkan pukul 06.25 pagi, akibat dari pertempurannya semalam, Dav masih saja memejamkan kedua bola matanya. Sementara Elena, ia sudah membuka kedua bola matanya secara perlahan.
Elena tersenyum ketika melihat wajah suaminya yang begitu dekat dengan dirinya, bahkan hidung keduanya hampir bersentuhan. "Jika kamu tidur seperti ini, kamu terlihat jauh lebih tampan di bandingkan ketika kamu sedang mengoceh." Ucap Elena sambil mengelus lembut wajah suaminya.
Elena mulai mengecup kening suaminya, lalu berkata. "Selamat pagi suamiku tersayang. Sepertinya pagi ini, kamu harus mandi sendiri lagi ya, karena aku tidak ingin mengganggu tidur nyenyakmu sayang." Ucapnya lalu menyingkirkan tangan suaminya secara perlahan.
Baru saja Elena bangkit dari tempat tidurnya, namun tiba-tiba saja Dav menarik tangannya membuat Elena langsung terjatuh kembali ke dalam pelukannya. "Mau ingkar janji hmm." Ucap Dav dengan suara serak khas bangun tidurnya. "Tidak semudah itu istriku." Bisiknya membuat wajah Elena memerah.
"Sa,, sayang! Kamu sudah bangun?" Tanya Elena gugup.
"Menurutmu, apakah suamimu ini akan melupakan janji istrinya hmm." Ucap Dav sambil mengecup leher istri kesayangannya.
"Ish nyebelin!! Yasudah kalau gitu ayo kita mandi, ini sudah siang, loh."
"Sebentar lagi sayang, lima menit lagi ya." Pinta Dav manja tanpa mau mrmbuka kedua bola matanya.
__ADS_1
"Nanti kamu bisa telat loh sayang." Ucap Elena sambil mencubit gemas idung mancung suaminya.
"Gak apa-apa sayang, sekali-kali telat demi istriku tercinta ini." Jawab Dav membuat Elena menghembuskan nafasnya panjang.
"Baiklah terserah kamu aja, tapi hanya lima menit ya, tidak lebih. Mengerti." Ucap Elena tidak ingin berdebat lagi dengan suaminya.
Dav tersenyum bahagia, ia semakin menempelkan tubuh polosnya dengan sang istri. "Iya istriku yang bawel." Jawabnya lembut.
"Ish mana ada aku bawel, aku kan hanya mengingatkanmu saja supaya tidak lupa." Ucap Elena sedikit kesal.
Elena kembali mencubit gemas hidung mancung suaminya. "Ish sama aja."
Dav terkekeh pelan, tangannya mulai mengelus lembut perut rata milik istrinya. "Sayang.... Aku mau lagi." Bisik Dav ketika si juniornya sudah mulai berdiri tegak seperti tiang listrik.
"Ma,,, mau apa?" Tanya Elena gugup, padahal dirinya sudah dapat menebak ucapan suaminya itu, "apakah dia ingin melakukannya lagi? Arghh bagaimana ini?" Teriak Elena dalam hati sambil berusaha untuk menormalkan detak jantungnya yang berpacu dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Pura-pura tidak tahu hmmm." Dav kembali berbisik, bisikannya begitu menggoda, bahkan seluruh tubuh Elena sudah mulai memanas. "Tentu saja melakukan hal seperti semalam sayang." Bisiknya lagi di iringi dengan hembusan nafasnya yang hangat, juga gigitan kecil di cuping telinga sang istri yang sensitif.
"Sayang, ini sudah lima menit, lebih baik kita mandi." Ucap Elena mencoba untuk mengalihkan pembicaraannya.
"Sayang! Jangan mengalihkan pembicaraan, bukankah aku mau... " Dav menjeda ucapannya, ia mulai menjauhkan tubuhnya dari sang istri membuat sang istri merasa lega. "Baiklah ayo kita mandi sayang." Ajaknya dengan senyuman yang menyimpan sebuah arti.
Elena mengangguk pelan, jujur saja ia merasa sedikit aneh karena suaminya itu sangat mudah melepaskan dirinya, namun Elena tidak mau ambil pusing, ia segera bangkit dari tempat tidurnya, kemudian menurunkan kedua kakinya secara perlahan.
"Sayang, biar aku bantu kamu pergi ke kamar mandi." Ucap Dav sambil meraih tubuh sang istri, lalu menggendongnya dan membawanya pergi ke kamar mandi.
"Ish... Aku bisa jalan sendiri sayang. Turunkan aku." Pinta Elena sambil memukul pelan dada bidang suaminya.
"Diamlah sayang, kamu sudah membangunkan juniorku hmm." Ucap Dav sambil terus berjalan menuju kamar mandi, sementara itu Elena langsung terdiam wajahnya kembali memerah, bahkan lebih merah dari sebelumnya.
Bersambung.
__ADS_1