Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Malam Pertama


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Dav langsung menggendong istrinya dan membawa ke dalam kamar. Dav terus melangkahkan kakinya menaiki anak tangga. Ia tidak memperdulikan ucapan sang istri yang memintanya untuk di turunkan. "Sayang turunkan aku, aku bisa jalan sendiri." Elena kembali berucap sambil memukul pelan dada bidang suaminya.


"Iya sayang. Aku pasti akan menurunkanmu, tapi nanti di atas ranjang. Jadi sebaiknya kamu diam, jangan sampai kita terjatuh dari atas tangga ini. Mengerti sayang." Ucap Dav seketika membuat Elena terdiam lalu mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Dav tersenyum ia semakin mempercepat langkah kakinya, ingin segera membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur.


Dav sudah berada di depan pintu kamarnya, ia menatap wajah istrinya lalu berkata dengan nada terdengar sangat lembut. "Buka pintunya sayang."


Elena mengangguk, kemudian tangannya meraih handle pintu lalu memutarnya secara perlahan hingga membuat pintu itu terbuka. Dav langsung melangkah masuk ke dalam kamarnya, tak lupa ia meminta sang istri untuk menutup pintunya lalu menguncinya dari dalam. Setelah pintunya di kunci, Dav kembali melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.


Setelah ia sampai di sisi tempat tidur, dengan hati-hati Dav membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Kemudian ia menatap lekat wajah cantik sang istri yang terlihat gugup. "Apa kamu gugup sayang?" Tanyanya sambil merapikan anak rambut yang menghalangi pemandangan indah di bawahnya.


"Emm... Sedikit." Jawab Elena pelan sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Tentu saja aku sangat gugup, ini adalah malam pertama bagi kita untuk melakukannya. Bagaimana mungkin aku tidak gugup." Batin Elena sambil berusaha untuk menormalkan detak jantungnya yang mulai tak beraturan.


"Jangan gugup sayang, rilexkan pikiranmu, dan lihat aku." Dav menangkup wajah canitk istrinya agar kembali berhadapan langsung dengan wajahnya yang saat ini hanya berjarak beberapa centi meter saja. "Ini adalah malam pertama untuk kita. Apa kamu siap sayang." Tanyanya dengan suara berat menandakan bahwa hasrat dalam dirinya sudah mulai memuncak.

__ADS_1


"Siap tidak siap, tentu saja aku harus siap, bukankah ini sudah kewajibanku sebagai seorang istri untuk melayani suamiku?" Jawab Elena membuat wajah Dav berseri. "Tenang Elena tenang. Jangan gugup, ini sudah menjadi tugasmu sebagai seorang istri untuk melayani suamimu. Jangan sampai kamu di cap sebagai istri durhaka oleh para readersmu itu." Batin Elena berusaha untuk mengontrol detal jantungnya yang semakin tak beraturan.


"Sayang..." Panggil Dav lembut..


"Emm apa?"


"Kenapa kamu tidak memakai lingerie yang telah ku siapkan?" Tanya Dav sambil membelai lembut wajah sang istri.


"Ah itu... "


"Emm baiklah." Jawab Elena lalu mendorong pelan tubuh suaminya berniat untuk pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan lingerie.


"Sayang kamu mau kemana?"Tanya Dav sambil menarik tangan istrinya membuat Elena terduduk di pangkuannya.

__ADS_1


"Bukankah tadi kamu memintaku untuk mengganti pakaianku?"


"Di sini saja gantinya. Untuk apa pergi ke kamar mandi hmmm...." Ucap Dav sambil meraih resleting belakang gaun yang di kenakan oleh istri tercintanya itu. Elena hanya pasrah, ia membiarkan suaminya membuka resletingnya dan melepaskannya secara perlahan hingga menampilkan dua gundukkan yang begitu indah yang hanya tertutup oleh kacamata berwarna merah menggoda.


Dav kembali merasakan hawa panas dalam tubuhnya, sepertinya niat untuk menyuruh sang istri memakai lingerie telah hilang dalam otaknya. Dav kembali merebahkan istrinya di atas tempar tidur, dengan perlahan ia menarik gaun itu hingga bawah, lalu membuangnya ke dasar lantai. Nampaklah tubuh Elena yang hanya tertutupi oleh kacamata merah juga kain kecil segitiga merah yang menutupi area paling sensitif juga paling berharga.


Dav meneguk salivanya kasar, sungguh pemandangan di bawahnya membuat juniornya bangun dalam hitungan detik. Mendesak dirinya supaya di lepaskan saat itu juga. Namun Dav tidak ingin terburu-buru, ia ingin menikmati setiap inci tubuh sang istri dengan penuh kasih sayang. Dav ingin malam pertamanya menjadi malam yang paling membahagiakan seumur hidupnya. Karena ini adalah malam yang paling bersejarah, untuk pertama kalinya ia melepaskan juniornya yang sudah bersemedi selama 35 tahun.


Elena memjamkan kedua bola matanya, jujur saja ia merasa sangat malu ketika suaminya itu menatap intens lekuk tubuhnya yang hanya tertutupi oleh kain di bagian sensitifnya saja.


"Ya Tuhaaaan.... Ini sangat memalukan sekali. Sampai kapan dia akan menatapku seperti itu." Ucap Elena dalam hati.


Setelah puas menatap keindahan tubuh istirnya, Dav pun mulai melakukan aksinya, tangannya menelusuri bagian wajah sang istri hingga ibu jarinya berhenti tepat di bibir milik istrinya, mengelusnya dengan lembut, secara perlahan Dav menempelkan bibirnya di bibir manis sang istri, mengecupnya berkali-kali, kemudian ********** dengan lembut penuh kasih sayang, membuat Elena secara perlahan mengikutinya.

__ADS_1


Elena mulai membuka mulutnya membiarkan lidah suaminya masuk ke dalamnya mengabsen setiap inci yang ada di dalamnya. Dav menekan tengkuk leher sang istri guna memperdalam ciumannya.


Bersambung.


__ADS_2