Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Si pengganggu


__ADS_3

Markas Strongest Demon


Dav sudah tiba di markasnya yang berada di luar kota. Ia segera turun dari mobilnya, lalu berjalan memasuki markas Strongest Demon. Seluruh anggota yang berada di markas tersebut menyambutnya penuh hormat. "Selamat datang, bos." Salah satu orang kepercayaan Dav datang menghampirinya. Dia adalah Lucas yang bertugas untuk mengawasi setiap pergerakan para musuhnya.


"Hmmm..."Dav duduk di kursi kebesarannya. Ia mulai menyalakan sebatang rokok yang memang sudah di siapkan oleh para anggotanya."Bagaimana rencana malam ini? Apakah semuanya sudah siap?"Tanya Dav tanpa basa_basi.


"Sudah, bos. Semuanya sudah siap, kita hanya perlu memancing umpannya."


"Bagus." Ucap Dav dingin. "Lalu bagaimana dengan hasil penyelidikan mu tentang keluarga Gerald?"


"Selain bersekutu dengan geng Lion Devil yang sudah kita musnahkan, masih ada geng Black Devil, Gost Tiger dan juga geng wolf king."


Dav menghisap rokoknya, lalu mengeluarkan asapnya secara perlahan." Baiklah, sepertinya kita sudah cukup bermain_main dengan mereka. Sudah saatnya mereka di kirim ke neraka, tempat yang pantas untuk mereka."Dav menyeringai, seringai yang terlihat begitu menakutkan. "Untuk Gerald biar aku sendiri yang membereskannya. Kalian semua! Musnahkan seluruh organisasi Hitam yang berhubungan dengan keluarga itu. Mengerti." Perintah Dav sambil menatap tajam satu persatu anggota Strongest Demon.

__ADS_1


"Mengerti, bos."Jawab mereka serempak tanpa ada yang berani menatap kedua bola mata Dav yang menurut mereka sangat menakutkan.


"Kalian semua istirahatlah. Persiapkan tubuh kalian untuk nanti malam. Ingat! Musuh kali ini jauh lebih kuat di bandingkan sebelumnya. Paham."


"Paham, bos."Mereka kembali menjawab serempak, lalu setelah itu mereka pun langsung membubarkan dirinya masing_masing.


Dav merogoh benda pipih yang berada di dalam saku celananya. Ia menyalakan benda pipih itu, lalu tersenyum ketika melihat sebuah photo perempuan cantik yang tak lain adalah Elena. "Sedang apa dia sekarang? Kenapa aku sangat merindukannya."Dav bergumam pelan, tangannya mulai mengelus photo Elena yang ada di layar ponselnya.


"Baru beberapa jam tidak bertemu dengannya, aku sudah sangat merindukannya."Dav terkekeh pelan, ia menertawakan dirinya yang terlalu merindukan gadis kecilnya itu.


"Bos, kenapa anda tersenyum sendirian?"Tanya Lucas dengan tiba_tiba membuat Dav langsung membuka kedua bola matanya.


"Bukan urusanmu." Jawab Dav kesal karena Lucas sudah berani mengganggu kesenangannya. Dav langsung berdiri, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar tempat dia beristirahat di markasnya. "Dasar pengganggu."Gerutunya membuat Lucas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Apa aku sudah membuat kesalahan? Ah sepertinya tidak." Ucap Lucas sambil menatap bosnya yang sudah tiba di depan pintu kamarnya.


"Apa kau sudah tidak membutuhkan kedua bola matamu lagi?"Tanya Dav ketika ia menyadari jika Lucas tengah menatapnya tanpa berkedip.


"Ah tidak, bos..."


"Baiklah, aku akan menyuruh Sam untuk mencongkel kedua bola matamu besok." Ucap Dav membuat Lucas langsung memelototkan kedua bola matanya terkejut."Apa kau ingin aku yang mencongkelnya?"


"Ah tidak, bos. Maksud saya, saya masih butuh kedua bola mata saya, bos." Jawab Lucas cepat. "Kenapa si bos sensitif sekali hari ini? Bukankah aku tidak melakukan kesalahan sedikitpun?"Batin Lucas.


Dav tidak menanggapi ucapan Lucas, ia segera membuka pintu kamarnya, lalu menutupnya dengan sangat kencang sehingga menimbulkan bunyi yang begitu nyaring membuat Lucas dan juga yang lainnya terkejut.


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2