Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Akan merebutnya


__ADS_3

Sebuah kenyataan pahit harus di terima oleh seorang laki_laki yang tak lain adalah Deon. Deon terlihat sangat frustasi ketika melihat pernikahan megah wanita yang sangat di cintainya yang di tayangkan live di salah satu stasiun televisi yang saat ini sedang ia tonton


Tangan Deon terkepal dengan kuat, sungguh ia tidak menyangka jika pujaan hatinya sudah di miliki oleh orang lain. Lebih tidak menyangka lagi, laki-laki itu adalah Dav, paman wanita pujaan hatinya.


Hati Deon semakin panas, ketika melihat Dav dengan bahagianya mencium kening Elena. Deon dapat melihat dengan jelas, jika Dav begitu mencintai Elena. Pantas saja selama ini, Dav selalu menggagalkan rencananya untuk mendapatkan Elena. Ternyata oh ternyata, Dav pun sama seperti dirinya, mencintai Elena, bahkan Dav saat ini sudah resmi menjadi suami Elena.


Sebelum hatinya semakin bertambah sakit, Deon segera mengambil remot televisi, kemudian ia menekan tombol berwarna merah. Deon melempar remot televisi itu ke dasar lantai, lalu ia berdiri dan berjalan menuju jendela. "Elena! Apakah kamu mencintainya? Kenapa kamu harus menikah dengannya, Elen? Kenapaaaa?"Deon bertanya_tanya sendirian, tangan kanannya kembali terkepal dengan kuat menahan amarah dan juga rasa sakit hatinya yang semakin memuncak.


"Apakah dia yang memaksamu, Elen. Atau memang, ini semua kemauanmu sendiri? Elena, kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku? Bukankah kamu tahu, jika aku sangat mencintaimu." Deon menggertakkan giginya hingga berbunyi ngilu. Ia masih tidak menyangka, dalam sekejap, wanita yang sangat di cintainya itu, menikah dengan laki_laki lain.


"Apa yang harus aku lakukan, Elen? Aku sangat mencintaimu, aku tidak mungkin bisa melupakanmu, Elen. Apakah aku harus merebutmu darinya?"Deon mengusap wajahnya frustasi. Rasa cinta yang begitu besar, membuatnya hilang kendali. "Aku pasti akan merebutmu darinya, Elena. Aku tidak akan membiarkanmu hidup bersamanya. Kamu hanya milikku. Dan kamu hanya boleh hidup bersamaku hingga akhir hidupku."


Deon menyeringai, ia mulai memikirkan sebuah cara licik untuk mendapatkan Elena. Deon merogoh benda pipih yang berada di dalam saku celananya. Ia segera menghubungi asisten kepercayaannya. "Apa kau sudah mendapatkan petunjuk tentang, Dav?"Tanya Deon dingin.


"Maafkan saya, bos. Saya masih belum menemukan petunjuknya."

__ADS_1


"Ck... Dasar bodoh, aku tidak mau tau, dalam waktu dekat, kau harus segera menemukan petunjuk dan juga bukti yang nyata, bahwa Dav adalah seorang bos mafia. Kau juga harus cari tahu, siapa dalang di balik penyerangan Black Devil dan juga Wolf King. Mengerti." Ucap Deon masih dengan nada dinginnya.


"Mengerti, bos."


Deon langsung memutuskan sambungannya, ia kembali menaruh benda pipih itu ke dalam saku celananya. Auranya terlihat sangat menakutkan tidak seperti biasanya.


"Jika kamu tahu, bahwa Dav adalah seorang bos mafia. Apakah kamu masih mau berada di sisinya, Elena?" Deon kembali menyeringai. "Dav. Kau tunggu saja, aku pasti akan merebut Elena darimu."Tekadnya sambil mengepalkan kedua tangannya.


Getaran ponsel membuat Deon kembali ke alam sadarnya, dengan sedikit kesal, ia merogoh benda pipih itu, lalu menggeser tombol berwarna hijau. "Ada apa papa menelponku?"Tanyanya terkesan datar.


"Deon. Apakah ini caramu menyapamu papamu."


"Deon. Papa lakukan ini demi kebaikanmu, dan juga keselamatanmu nak. Papa harap kamu mengerti."


"Kebaikan apa, pah? Dan apa maksud papa demi keselamatanku?" Pah, sebenarnya apa yang papa sembunyikan dariku? Kenapa papa tidak pernah mengakuiku sebagai anak papa?"

__ADS_1


"Banyak hal yang kamu tidak ketahui, Deon. Suatu saat nanti, papa pasti akan memberitahumu."


"Lalu, mengapa papa mempublikasi kak Deril sebagai anak pertama papa? Apakah papa tidak mengkhawatirkan keselamatannya?"


"Dia berbeda denganmu, Deon. Sudahlah, suatu saat nanti kamu pasti akan mengerti."


"Terserah papa."Setelah mengatakan hal itu, Deon langsung menggeser tombol berwarna merah. Ia kembali menaruh ponselnya ke dalam saku celananya. "Papa tidak tahu, jika akulah yang membantu papa untuk melenyapkan bukti pembunuhan itu. Jika bukan karena aku, saat ini papa pasti sudah beranda di dalam penjara."Ucap Deon sambil menghela nafasnya kasar.


"Sebenarnya, musuh papa yang mana yang bisa membuat papa begitu ketakutan? Apakah itu Dav? Seharusnya aku mendengarkan perbincangan papa dengan orang itu lebih lama. Mungkin aku bisa mengetahui siapa musuh papa yang bisa membuat papa begitu hati_hati, hingga aku tidak di akuinya sebagai anak kandungnya."


Deon kembali menatap luar jendela, ia sebenarnya sudah mengetahui alasan sang papa menyembunyikan jati dirinya. Namun ia berpura_pura tidak mengetahuinya, karena ia tidak ingin menambah kekhawatiran sang papa.


Papa Deon sendiri, tidak tahu jika sebenarnya Deon adalah seoranng bos mafia yang tak kalah kejamnya dengan Dav. Bahkan yang memerintahkan geng Wolf King dan juga Black Devil untuk bersekutu dengan sang papa, adalah dirinya. Namun sangat di sayangkan, karena Deon tidak mengetahui musuh terbesar sang papa sebenarnya siapa. Deon hanya mendengar percakapan sang papa bahwa Dav adalah pemimpin mafia yang terkenal kejam di dunia hitam.


Deon tersenyum kecut ketika bayangan cantik Elena masuk ke dalam kepalanya. Selama ini dia sudah merahasiakan dan mengorbankan segalanya demi mendapatkan Elena. Namun pengorbanannya ternyata sia_sia.

__ADS_1


"Elena tunggulah aku."Batin Deon dengan tekad yang kuat. Ia bersumpah akan mengalahkan Dav, membawa Elena pergi jauh bersama dirinya.


Bersambung.


__ADS_2