Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Mimpi indah sayang


__ADS_3

Dav menutup layar laptopnya lalu menyingkirkan kedua tangan sang istri yang menutupi wajah cantiknya. Dav sangat gemas ketika melihat rona merah di wajah istrinya itu. "Sayang! Aku sedang bertanya, loh. Melakukan apa?" Goda Dav sambil menelusuri seluruh wajah cantik istrinya.


"Melakukan hal yang seharusnya kita lakukan, sayang." Elena sengaja berbalik menggoda suaminya, bahkan tangannya mulai mengelus paha mulus sang suami, sementara tatapan matanya sengaja memprovokasi suaminya.


"Apa yang seharusnya kita lakukan saat ini?" Dav tersenyum, ia semakin senang menggoda istrinya yang saat ini sedang bersikap nakal kepada dirinya.


"Pura-pura tidak tahu hmmm." Elena sengaja merapatkan tubuhnya dengan sang suami, kemudian ia berbisik. "Melakukan hal yang akan membawa kita ke surga dunia." Elena menggigit cuping telinga suaminya, ntah setan apa yang sedang merasuki tubuhnya sehingga ia bisa bersikap se agresif itu. Bahkan rasa malunya sudah hilang ntah kemana.


Dav menghela nafas beratnya, namun ia tetap berusaha untuk tenang dan menantikan tingkah nakal istri selanjutnya. "Aku tidak tahu hmm. Bagaimana kita akan pergi ke surga dunia itu? Apakah kamu tahu caranya?" Tanya Dav dengan nada suara yang sudah terdengar berat menandakan bahwa dirinya sudah di selimuti oleh kabut gairah.


Elena menghentikan aksinya, ia mulai menjauhkan tubuhnya dari sang suami, lalu menatap kesal suaminya. "Udah ah aku mau tidur aja." Jawab Elena sambil mengercutkan bibirnya kesal. Suaminya itu pura-pura gak tahu maksud ucapannya atau memang sengaja ingin menggodanya? Intinya Elena sangat kesal.

__ADS_1


"Mau tidur? Tidak semudah itu, sayang." Bisik Dav sambil menarik pinggang sang istri, merapatkan pelukannya. "Kamu harus bertanggung jawab karena sudah membangunkan juniorku hmm." Dav kembali berbisik, bisikkannya terdengar begitu berat menandakan bahwa dirinya sudah di kuasai oleh kabut gairahnya.


Elena langsung terdiam, sepertinya ia memang harus bertanggung jawab karena ulah dirinya, junior sang suami bangun dan berdiri tegak seperti tiang listrik. Ah ia jadi menyesal sendiri karena sudah membangunkan harimau yang sedang tertidur itu.


"Kenapa aku harus tanggung jawab? Bukankah kamu tidak tahu caranya? Dan sekarang aku sudah sangat mengantuk...Aku... "


Dav langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir manis sang istri, kemudian ia berbisik. "Jangan mengelak, bukankah kamu yang menggodaku tadi."


Sebelum Elena menyelesaikan ucapannya, Dav sudah mendaratkan kecupannya di bibir manis milik Elena. Elena terdiam, kedua bola matanya melebar dengan sempurna, tiba-tiba saja gelenyar aneh menyelimuti dirinya saat tangan kanan Dav mulai mengelus lembut pundak mulusnya itu.


Kecupan hangat itu berubah menjadi ******* yang memabukkan, lidah keduanya menari dengan indah di dalam sana, kedua tangan Elena sudah mengalung dengan sempurna di leher sang suami.

__ADS_1


Keduanya menikmati malam yang panjang, malam yang penuh dengan kabut gairah, dan malam yang akan membawa pasangan itu menuju nirwana.


***


Setelah selesai melakukan aktifiasnya yang menggairahkan, Dav kembali membuka layar laptopnya, ia mulai memeriksa kembali email dari klien pentingnya yang sempat tertunda gara-gara ia tidak bisa menolak godaan istri kesayangannya itu. Sementara sang istri, langsung tertidur pulas. Sepertinya ia sangat kelelahan karena aktifitasnya itu.


Dav menghela nafasnya berat, ia menutup kembali layar laptopnya ketika ia telah selesai memeriksa email tersebut. Dav menaruh laptopnya di atas nakas, lalu ia pun mulai merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Sejenak ia menatap wajah tenang sang istri, mengelusnya dengan lembut, lalu memberikan kecupan hangatnya di kening sang istri. "Selamat mimpi indah, sayang. Semoga benihku tumbuh secepatnya di dalam rahimmu. Aku sangat tidak sabar untuk menantikan buah hati kita. Pasti kebahagiaan kita akan semakin bertambah." Ucap Dav sambil mengelus lembut perut rata milik istrinya.


Dav tersenyum, harapannya saat ini adalah memiliki buah hati yang akan melengkapi kebahagiaan mereka berdua. Dav kembali mengeucp kening sang istri, lalu setelah itu, ia pun mulai menutup kedua bola matanya secara perlahan menyusul sang istri ke dalam mimpi indahnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2