
Elena tersenyum, ketika melihat ada sedikit darah di bibir Dav bekas gigitannya. Sementara itu, Dav mengusap bibirnya, matanya yang tajam masih menatap Elena kesal. "Apa kamu seekor anjing? Kenapa kamu mengigitku?" Ucap Dav kesal karena sesuatu yang ia inginkan tidak sesuai dengan expestasinya.
"Bukankah kamu duluan yang mengigitku? Aku hanya membalasnya saja."Dengus Elena tak kalah kesalnya. "Kalau aku seekor anjing. Berarti kamu juga seekor anjing." Sengit Elena.
Dav melepaskan cengkraman tangannya, ia menarik pinggang Elena dan membawa Elena ke dalam pelukannya." Baby! Apa kamu tidak tahu, jika anjing yang kamu sebut barusan sedang kelaparan?"Dav berbisik di telinga Elena. Hembusan nafasnya yang hangat menyapu cuping telinga Elena, sehingga membuat bulu kuduk Elena meremang seketika.
"Kamu, kamu lepaskan aku."Ucap Elena gugup, detak jantungnya tiba_tiba saja berdegup dengan sangat cepat. Wajahnya memerah seperti tomat. "Astaga, apa_apaan ini? Kenapa dia tidak marah? Jelas_jelas aku sudah mengatainya anjing. Dia malah menggodaku. Benar_benar gila."Batin Elena sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia tidak ingin menatap wajah Dav terlalu lama.
"Kalian sedang apa?"Suara seorang perempuan terdengar di telinga keduanya. Elena begitu terkejut, ia segera mendorong tubuh Dav sekuat tenaganya.
"Kak Alisha..."Gumam Elena merasa bodoh karena tidak menyadari kehadiran Alisha. "Kakak kapan datang?"Tanya Elena sambil berjalan mendekati Alisha.
Alisha berusaha untuk meredam amarahnya, ia tidak menyangka jika dirinya akan menyaksikan hal yang sangat menyakitkan itu. "Aku baru saja sampai."Jawab Alisha sedikit dingin tidak seperti biasanya. "Kalian sedang apa?"Alisha mengulang pertanyaannya. Ia menatap Elena meminta jawaban dari mulut Elena.
__ADS_1
"Kita..."
"Ada perlu apa kamu datang pagi_pagi begini?" Sela Dav dingin.
"Kenapa? Apa aku sudah mengganggumu, sayang?"Tanya Alisha manja sambil melangkahkan kakinya menghampiri, Dav. "Aku sangat merindukanmu, Dav. Makannya aku sengaja datang pagi_pagi kemari hanya untuk bertemu denganmu."
"Dasar, mesum pembohong. Katanya sudah putus, tapi nyatanya.... Ah harusnya aku bahagia, bukannya kesal begini."Batin Elena berusaha untuk menahan kekesalannya, karena Dav sudah membohonginya. Elena langsung pergi melangkahkan kakinya menuju anak tangga. Dav hanya menatap kepergian Elena tanpa benriat untuk menghentikannya. Dav erlihat menyunggingkan senyumannya sekilas.
"Sayang...."
"Alisha. Hubungan kita sudah berakhir, jangan membuat Elena salah paham. Mengerti."Tegas Dav menyulut emosi dalam diri Alisha.
"Tidak, Dav. Hubungan kita tidak akan pernah berakhir. Kamu hanya mencintaiku, begitupun juga denganku, Dav."Kekeh Alisha tetap dengan pendiriannya. Sampai kapan pun, Alisha tidak akan pernah melepaskan laki_laki yang di cintainya itu. Alisha akan membuat Dav kembali mencintainya seperti dulu.
__ADS_1
"Jangan keras kepala, Alisha. Wanita yang aku cintai saat ini adalah Elena. Bukan kamu. Sebaiknya kamu tidak menguji kesabaranku." Ucap Dav sedikit mengeraskan volumenya berharap agar Elena dapat mendengarnya.
"Dav... Aku tidak akan pernah membiarkan kalian bersatu. Kamu hanya milikku seorang. Elena tidak mencin..."
"CUKUP, ALISHA. Aku sudah bilang, jangan pernah menguji kesabaranku. Apa kamu tidak mengerti juga?"Bentak Dav sambil menatap tajam Alisha.
Kristal bening mulai terjatuh membasahi wajah cantik Alisha. Alisha berusaha untuk tetap tegar, namun nyatanya, hatinya terasa begitu sakit. "Aku mencintaimu, Dav. Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku?"Suara Alisha terdengar begitu menyedihkan, bahkan suaranya membuat Elena yang belum sempat masuk ke dalam kamarnya merasa sangat kasihan. Elena juga tidak menyangka jika Dav akan mengatakan kepada Alisha jika Dav mencintai dirinya. Bahkan Dav tega membentak Alisha tanpa rasa bersalah.
Elena berbalik, ia kembali menuruni anak tangga."Uncle. Kenapa uncle membentak kak Alisha? Apa salah kak Alisha?"Teriak Elena sambil menatap Dav dari tangga.
Alisha, langsung mengarahkan pandangannya, ia menatap Elena dengan tatapan yang tidak seperti biasanya. "Ini semua karena kamu, Elena. Semuanya gara_gara kamu, andai kamu tidak hadir di antara kita, mungkin Dav tidak akan mengakhiri hubungan ini."Alisha menghapus air matanya, ia sangat marah, benci dan juga sakit hati."Aku membencimu, Elena."Teriak Alisha membuat Elena seketika terdiam di tempatnya. Alisha yang ia anggap sebagai kakaknya sendiri, kini sudah membencinya, padahal Elena tidak melakukan kesalahan apa pun terhadap Alisha. Lalu mengapa Alisha harus membencinya? Sungguh tidak adil bagi Elena.
Bersambung.
__ADS_1