Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia
Bersikap manja


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa pernikahan Dav dan Elena sudah menginjak satu tahun lebih. Pasangan itu nampak semakin romantis, keduanya sangat jarang sekali bertengkar, apalagi Dav adalah suami bucin yang selalu mengalah dan menuruti apa pun yang di inginkan oleh istri tercintanya, asalkan sang istri bahagia.


Saat ini Elena sedang berada di kantor sang suami, akhir-akhir ini Elena memang begitu manja, dia tidak ingin jauh dari suaminya, bahkan untuk meeting sekalipun Elena harus berada di samping sang suami.


Dav tidak pernah keberatan, ia justru merasa sangat senang karena sang istri tidak bisa jauh darinya, itu artinya cinta sang istri begitu dalam, seperti dirinya.


"Sayang, laper." Elena berjalan menghampiri sang suami yang saat ini sedang bergelut dengan beberapa berkas di hadapannya.


Dav langsung mendongah, menatap penuh cinta istri kesayangannya itu. "Mau makan apa, sayang? Biar aku pesankan." Ucap Dav lalu mengusap lembut pucuk kepala Elena, dan membawa sang istri untuk duduk di pangkuannya.


"Emm, aku mau makan Sate Padang Ajo Ramon, aja deh." Sahut Elena membuat Dav nampak mengerutkan keningnya bingung.


"Sayang, makan yang lain aja gimana? Sate Padang Ajo Ramon itu kan belum buka jam segini. Nanti bukanya sore." Usul Dav sembari mengelus lembut wajah cantik sang istri yang kini nampak cemberut.


"Tapi, aku maunya Sate Ajo Ramon, sayang. Gak mau yang lain." Seru Elena kesal.


"Emm bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke sana...."

__ADS_1


"Tidak mau. Aku maunya sekarang, titik gak pake koma." Sela Elena sembari menatap sang suami kesal.


Ok sepertinya Dav mulai frustasi mendengar permintaan sang istri, bukan hanya tempatnya yang jauh, namun, tempat itu juga belum buka. Astaga kenapa pula istrinya itu tiba-tiba ingin memakan sate?


Dav menghela nafas beratnya, ia menatap sang istri lalu memberikan kecupan mesranya di kening sang istri. Dav kemudian tersenyum, ia kembali mengelus lembut wajah cantik sang istri. "Baiklah, biar aku suruh Sam untuk pesankan, ya. Kamu jangan ngambek lagi ya, sayang." Ucap Dav membuat senyuman di wajah cantik Elena tersungging dengan sempurna.


"Ok, tapi, jangan lama-lama ya, sayang." Sahut Elena sembari memberikan kecupan mesra di pipi sang suami.


"Baiklah, sekarang kamu duduk yang manis, biar aku panggil Sam dulu, ok." Ucap Dav yang mendapat anggukkan kepala dari istri kesayangannya itu. Setelah itu Elena pun langsung bangkit dari pangkuan suaminya, lalu ia berjalan menuju sofa, dan duduk sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh suami bucinnya itu.


Dav menatap sang istri, sembari menyunggingkan senyumannya, lalu setelah itu ia pun kembali bergulat dengan beberapa berkas yang ada di atas meja.


***


Sam nampak mengusap wajahnya kasar, ia sedikit kesal mendengar sang bos meminta dirinya untuk memesan sate yang di inginkan oleh Elena. Padahal, jelas-jelas bosnya tahu jika Sate yang di inginkan oleh Elena itu buka sekita pukul empat sore, sementara saat ini, waktu baru menunjukkan pukul dua siang, dan itu artinya Sate itu belum buka.


Sam segera meraih ponsel miliknya, kemudian ia pun segera menghubungi nomor pemilik Sate tersebut.

__ADS_1


"Hallo, aku mau pesan sate nya lima puluh tusuk. Di antar ke perusahaan William's Group." Ucap Sam setelah si pemilik sate itu menjawab panggilannya.


"Mohon maaf, pak. Kami belum..." Ucapan si pemilik sate itu tercekat di tenggorokkan ketika Sam kembali membuka mulutnya.


"Saya tahu kamu belum buka, tapi istri bos saya sedang ngidam, dia ingin makan sate mu sekarang. Jadi, tolong buatkan saja sekarang, nanti bos saya akan membayarnya tiga kali lipat." Tegas Sam membuat si tukang satu berpikir sejenak.


"Baiklah, saya akan buatkan sekarang." Jawab si tukang sate itu membuat Sam bernafas lega.


"Jangan pake lama, mengerti."


Setelah mengatakan hal itu, Sam pun langsung memutuskan sambungannya. Kemudian ia kembali menaruh ponselnya di atas meja kerja.


"Maaf nona Elena, terpaksa saya harus berbohong dan mengatakan bahwa anda sedang hamil. Ah tapi, kenapa aku sekarang berpikir jika nona Elena memang sedang hamil? Ah sudahlah, sebaiknya aku menyelesaikan dulu pekerjaanku." Ucap Sam pelan.


Setelah itu Sam pun kembali melakukan pekerjaannya yang tertunda.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2